Federico Valverde Bukan Toni Kroos, Mourinho Harus Ubah Perannya di Real Madrid

Federico Valverde Bukan Toni Kroos, Mourinho Harus Ubah Perannya di Real Madrid
Gelandang Real Madrid, Federico Valverde merayakan golnya ke gawang Girona, 11 April 2026. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Bola.net - Federico Valverde memasuki musim baru di Real Madrid sebagai kapten pertama, sekaligus memikul tanggung jawab lebih besar di bawah Jose Mourinho. Gelandang Uruguay itu berpeluang kembali ke peran terbaiknya setelah melalui 2025/26 yang tidak konsisten.

Musim lalu, Valverde memperlihatkan dua wajah berbeda: tampil impresif saat menghadapi Manchester City di Liga Champions, tapi juga melewati periode sulit di lini tengah. Catatan resmi klub menunjukkan 49 penampilan, 9 gol, dan 9 assist di semua kompetisi.

Situasi ini menjadikan Mourinho memiliki tugas krusial: membantu Valverde memahami kembali karakter permainan yang membuatnya penting bagi Madrid. Keberhasilan proyek ini berpotensi mengembalikan pengaruh Valverde pada level tertinggi.

Bukan Regista, Valverde Adalah Gelandang Box-to-Box

Valverde tidak perlu menjadi pengatur tempo seperti Toni Kroos atau Andrea Pirlo. Identitas utamanya bertumpu pada energi, agresivitas, pergerakan vertikal, dan kenyamanan bermain di sisi kanan.

Tekniknya mumpuni, termasuk tembakan jarak jauh, tapi ia bukan pengendali sirkulasi bola yang konstan. Valverde lebih efektif bergerak dari satu area ke area lain dan menekan lawan melalui intensitas permainan.

Peran idealnya adalah gelandang nomor delapan di kanan dengan karakter hibrida. Mourinho perlu mengembalikan kebebasan itu agar Valverde tidak terjebak memaksakan peran yang tidak sepenuhnya sesuai dengan kelebihannya.

Peran Sisi Kanan Bisa Jadi Kunci Madrid

Valverde berpengalaman tampil sebagai gelandang kanan, winger kanan, hingga bek kanan dalam situasi tertentu. Fleksibilitas tersebut menegaskan kapasitas berlari, menutup ruang, membantu pertahanan, dan masuk ke area serangan.

Saat beroperasi di kanan, ia mampu memberi dukungan kepada bek kanan sekaligus membantu lini depan melalui pergerakan tanpa bola. Pola itu menjaga ancaman dari lini kedua tetap hidup sepanjang laga.

Skema ini juga membuka ruang bagi gelandang lain untuk mengatur permainan. Madrid tetap mendapatkan tenaga Valverde di area agresif tanpa mengorbankan kebutuhan kontrol di lini tengah.

Mourinho dan Tanggung Jawab Menghidupkan Valverde

Memasuki musim kesembilan bersama Real Madrid, status kapten pertama mempertegas urgensi pengembalian peran alami Valverde. Sang pemain menyambut era baru ini dengan antusias dan ingin belajar dari Mourinho.

Tantangan Mourinho bukan semata menentukan posisi, melainkan membuat Valverde kembali pada kualitas yang menjadikannya istimewa. Jika ia kembali energik, agresif, mampu melebar, melakukan pressing, dan membantu serangan, Madrid berpeluang mengamankan kembali salah satu pilar utamanya.

Oleh karena itu, Valverde tidak perlu mengejar bayangan Kroos untuk menjadi gelandang kelas dunia. Ia harus menjadi dirinya sendiri: pemain serbabisa yang berlari tanpa henti, merusak struktur lawan, dan menghadirkan ancaman dari lini kedua.

Sumber: The Real Champs