Manchester United: Michael Carrick Ditunggu Ujian Sesungguhnya

Gia Yuda Pradana | 19 Januari 2026 08:00
Manchester United: Michael Carrick Ditunggu Ujian Sesungguhnya
Pelatih Manchester United, Michael Carrick bersalaman dengan penyerang MU, Matheus Cunha usai laga melawan Manchester City, 17 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Manchester United mengawali era interim Michael Carrick dengan kemenangan 2-0 atas Manchester City pada laga derby di Old Trafford. Gol Bryan Mbeumo dan Patrick Dorgu membuat kota Manchester memerah dan membuka babak baru di ruang ganti.

Kemenangan itu terasa tegas karena permainan Manchester United mengontrol ritme dan mematikan rencana Pep Guardiola. Data laga menunjukkan jarak kualitas yang lebar, dengan tekanan tinggi dan transisi cepat menjadi pembeda.

Advertisement

Laga Premier League/Liga Inggris tersebut menjadi awal dari rangkaian 17 pertandingan Carrick sebelum Ineos menunjuk pelatih jangka panjang pada musim panas. Rekam jejak awalnya memberi harapan, terutama karena waktu persiapan hanya tiga hari bersama stafnya.

1 dari 3 halaman

Rekam Jejak Melawan Nama Besar

Rekam Jejak Melawan Nama Besar

Pemain Manchester United merayakan gol Bryan Mbeumo pada duel lawan Man City di Old Trafford pada pekan ke-22 Premier League 2025/2026 (c) AP Photo/Dave Thompson

Di Old Trafford, Carrick menata blok tengah dengan disiplin dan memaksimalkan ruang di belakang garis City. Pola itu membuat Guardiola kalah langkah dalam duel taktik sepanjang pertandingan.

Jika menengok periode caretaker sebelumnya, Carrick pernah menundukkan Villarreal milik Unai Emery dan Arsenal asuhan Mikel Arteta. Rangkaian hasil itu membentuk CV yang kian kuat untuk bersaing dalam perebutan kursi permanen.

Pekan depan, Manchester United bertandang ke Emirates untuk menghadapi Arsenal dengan kepercayaan diri lebih tinggi. Namun, pertandingan ini baru satu bagian dari teka-teki yang harus disusun rapi.

2 dari 3 halaman

Ujian Konsistensi di Luar Laga Besar

Ujian Konsistensi di Luar Laga Besar

Pemain Manchester United Matheus Cunha tampak kecewa di lapangan seusai pertandingan Premier League melawan Wolverhampton, Rabu (31/12/2025). (c) AP Photo/Dave Thompson

Untuk benar-benar layak dipertimbangkan, Carrick perlu pembuktian saat melawan tim yang bertahan rapat. Justru pada laga seperti itulah masalah lama kerap muncul.

Dalam satu dekade terakhir, Manchester United sering tampil meyakinkan pada duel Big Six, tetapi tersendat saat memegang dominasi bola. Kemenangan besar bisa datang, tapi keberlanjutan performa kerap menguap.

Pola serangan balik efektif terlihat saat melawan City karena tersedia ruang luas. Namun, skenario itu tidak selalu hadir di Premier League yang menuntut kesabaran membongkar pertahanan rendah.

Beberapa hasil mengecewakan musim ini lahir dari lawan yang bertahan di Old Trafford, termasuk kekalahan dari Everton yang bermain dengan 10 orang dan hasil imbang kontra West Ham. Rangkaian itu menjadi pengingat tentang tantangan struktural yang belum selesai.

Usai Arsenal, jadwal Carrick berlanjut dengan Fulham dan Tottenham di kandang, lalu tandang ke markas West Ham dan Everton. Di fase ini, Manchester United kemungkinan mendominasi penguasaan bola dan dipaksa kreatif menemukan celah.

Di situlah taktik Carrick akan diuji secara menyeluruh. Konsistensi menghadapi beragam konteks pertandingan akan menentukan apakah kisah awal ini berlanjut atau berhenti sebagai kilatan singkat.

Sumber: United in Focus

LATEST UPDATE