Manchester United vs Manchester City: Solskjaer Unggul Head to Head dari Guardiola
Serafin Unus Pasi | 5 November 2021 20:12
Bola.net - Manchester United akan menghadapi Manchester City pada laga pekan kesebelas Premier League 2021/2022. Pertandingan ini bakal dihelat di Old Trafford, Sabtu (06/11) malam.
Selain memperebutkan supremasi klub terhebat di Manchester era kiwari, laga ini juga menjadi ajang adu siasat dua pelatih dengan nasib kontras, Ole Gunnar Solskjaer dan Pep Guardiola.
Solskjaer masih harus terus membuktikan bahwa dirinya layak menakhodai klub sebesar Manchester United. Sementara, Pep Guardiola nyaman memimpin skuad Manchester City.
Bagaimana perbandingan statistik antara kedua pelatih beda nasib tersebut? Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Bareng Terjun ke Dunia Kepelatihan

Guardiola dan Solskjaer masuk ke dunia kepelatihan dalam waktu yang sama. Dua pelatih ini sama-sama masuk ke dunia kepelatihan setelah musim 2006/2007 berakhir.
Pada Juli 2007, Guardiola memulai kariernya di bidang kepelatihan. Ia didapuk menjadi manajer Barcelona B pada 1 Juli 2007.
Sementara, pada waktu yang sama, Solskjaer juga gantung sepatu sebagai pesepak bola profesional. Pelatih asal Norwegia tersebut pun langsung terjun ke dunia kepelatihan dengan menjadi pelatih bagi barisan penyerang Manchester United.
Pengalaman Guardiola Lebih Banyak

Masuk ke dunia kepelatihan dalam waktu bersamaan tak membuat pengalaman Guardiola dan Solskjaer setara. Guardiola lebih banyak memimpin langsung timnya di lapangan ketimbang koleganya tersebut.
Sejauh ini, Guardiola sudah melakoni 719 laga sebagai pelatih. Pengalaman paling banyak Guardiola sebagai juru taktik ini terjadi kala ia menangani Manchester City. Sejauh ini, pelatih 50 tahun tersebut sudah menangani The Citizens dalam 311 laga.
Sementara, Solskjaer -sejauh ini- 'baru' melakoni 462 laga sebagai pelatih. Pengalaman terbanyak Solskjaer sebagai pelatih terjadi kala ia menangani Molde. Sejauh ini, pelatih 48 tahun tersebut telah menangani Setan Merah dalam 241 laga.
Raihan Guardiola Lebih Mengkilap

Tak cuma unggul pengalaman, Guardiola juga unggul soal capaian dalam pertandingan. Rataan poin per pertandingannya lebih apik ketimbang Solskjaer.
Dari 719 laga yang dilakoninya sebagai pelatih, Guardiola memiliki rataan poin per pertandingan sebesar 2,34. Poin ini merupakan hasil dari 533 kemenangan, 96 hasil imbang, dan 90 kali kalah.
Sementara, dalam 462 laga, Solskjaer memiliki rataan poin per pertandingan sebesar 1,82. Ini merupakan hasil dari 251 kemenangan, 88 kali imbang, dan 123 kali kalah.
Guardiola di City Lebih Mentereng Ketimbang Solskjaer di United

Capaian Guardiola bersama Manchester City pun lebih mentereng dibanding raihan Solskjaer bersama Manchester United.
Bersama City, Guardiola mengoleksi 2,32 poin. Ini merupakan hasil 230 kali kemenangan, 33 kali imbang, dan 48 kali kalah.
Sementara, di Old Trafford, Solskjaer mengoleksi 1,87 poin. Ini merupakan hasil 92 kali menang, 35 kali imbang, dan 39 kali kalah.
Skuad Guardiola Lebih Buas dan Kokoh

Apiknya raihan tim Guardiola tak lepas dari produktivitas mereka mencetak gol. Saat ini, tim besutan pelatih plontos tersebut memiliki rataan gol sebanyak 2,54. Artinya, rata-rata, tim mereka mencetak 2,54 gol dalam tiap laga.
Sementara, skuad besutan Solskjaer memiliki rataan gol sebanyak 1,85. Artinya, rata-rata, tim mereka mencetak 1,85 gol dalam tiap laga.
Tak cuma apik dalam membobol gawang lawan, tim besutan Guardiola pun kokoh dalam bertahan. Bahkan, rataan kebobolan mereka lebih kecil ketimbang tim Solskjaer.
Saat ini, skuad besutan Guardiola ini memiliki rataan kebobolan sebesar 0,87. Di sisi lain, tim besutan Solskjaer memiliki rataan kebobolan sebesar 1,22.
Catatan Guardiola versus United Ciamik

Rekor Guardiola kala menghadapi United pun terbilang bagus. Sejauh ini, poin per pertandingan Guardiola kala bertemu Setan Merah berada di level 1,67.
Sepanjang kariernya, Guardiola sempat 18 kali bersua dengan United. Hasilnya, ia membawa tim yang dibesutnya meraih sembilan kemenangan, tiga hasil imbang, dan enam kali kalah.
Sementara, poin per pertandingan Solskjaer kala menghadapi The Citizens berada di level 1,44.
Sejauh ini, Solskjaer sudah sembilan kali bertemu dengan Manchester City. Hasilnya, tim besutan Solskjaer meraih empat kemenangan, satu hasil imbang, dan empat kali kalah.
Solskjaer Menang Head to Head

Kalah hampir dalam semua aspek, Solskjaer memiliki satu aspek di mana ia bisa unggul dari Guardiola. Hal tersebut adalah hasil head to head kedua pelatih tersebut.
Sejauh ini, Solskjaer dan Guardiola sempat bersua dalam delapan kesempatan. Hasilnya, Solskjaer menang tipis. Ia menang dalam empat kesempatan dan bermain imbang dalam satu laga. Sementara, tiga laga sisanya dimenangi tim besutan Guardiola.
Persuaan terakhir kedua pelatih tersebut terjadi pada pekan ke-27 Premier League musim 2021/2022. Pada laga yang dihelat di Etihad Stadium itu, United menang dua gol tanpa balas. Dua gol Setan Merah dicetak Bruno Fernandes dan Luke Shaw.
Klasemen Premier League
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Baca Juga:
- Diincar Manchester United dan Chelsea, The Next Zlatan Ibrahimovic Buka Peluang Pindah ke Inggris
- Peringatan untuk Jadon Sancho: Tidak Main di MU, Jangan Harap Main di Timnas Inggris
- Pesan Cavani ke Fans MU Jelang Derby Manchester: Percayalah!
- Lagi-lagi Telantarkan Mason Greenwood, Begini Penjelasan Bos Timnas Inggris
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mikel Arteta Benarkan Wonderkid Arsenal Ini Segera Cabut dari Emirates Stadium
Liga Inggris 21 Januari 2026, 11:28
-
Ingin Cetak Sejarah Baru, Vinicius Junior Pastikan akan Bertahan di Real Madrid!
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 11:07
-
Bangkit dari Cemoohan Madridista, Kamu Luar Biasa Vini Jr!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:48
-
Daftar Peraih Man of The Match Liga Champions 2025/2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:45
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
-
Panduan Membeli Tiket KLBB Festival 2026, Jangan Sampai Nyesel Nggak Nonton Raisa!
Lain Lain 21 Januari 2026, 11:58
-
Kode Keras Arne Slot: Mohamed Salah Siap Starter Lawan Marseille?!
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:44
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06


