Mancini: Manchester City Pengkhianat
Editor Bolanet | 10 Februari 2014 00:58
- Roberto Mancini mengungkapkan rasa kesalnya kepada para petinggi Manchester City. Mancini ternyata masih kesal karena dipecat oleh City pada akhir musim lalu.
Mancini menyatakan bahwa ia merasa dikhianati karena sebelum pemecatan, sama sekali tak ada peringatan terhadap dirinya.
Saya kenal banyak orang di sepakbola. Saya tahu bahwa petinggi City sudah bicara dengan tiga atau empat manajer pada Februari sampai April 2013. Saya tahu di belakang saya mereka bicara dengan Josep Guardiola dan Carlo Ancelotti. Orang-orang itu makan malam bersama saya sebelum final Piala FA. Mereka seperti Judas, tukas Mancini kepada The Sun.
Mancini menuduh dua mantan petinggi Barcelona yang keudian pinah ke City: Chief Executive Ferran Soriano dan Direktur Sepakbola Txiki Begiristain. Menurut Mancini, dua orang itu telah memengaruhi Chairman Khaldoon Al-Mubarak untuk memecatnya.
Saya percaya kepada Chairman Al-Mubarak 100 persen, tapi tidak dua orang itu (Soriano dan Begiristain). Sebagian orang tak punya nyali untuk bicara secara langsung. Mereka justru bergerak di belakang saya dan memecat saya dua pertandingan sebelum musim berakhir, imbuhnya. (sw/hsw)
Mancini menyatakan bahwa ia merasa dikhianati karena sebelum pemecatan, sama sekali tak ada peringatan terhadap dirinya.
Saya kenal banyak orang di sepakbola. Saya tahu bahwa petinggi City sudah bicara dengan tiga atau empat manajer pada Februari sampai April 2013. Saya tahu di belakang saya mereka bicara dengan Josep Guardiola dan Carlo Ancelotti. Orang-orang itu makan malam bersama saya sebelum final Piala FA. Mereka seperti Judas, tukas Mancini kepada The Sun.
Mancini menuduh dua mantan petinggi Barcelona yang keudian pinah ke City: Chief Executive Ferran Soriano dan Direktur Sepakbola Txiki Begiristain. Menurut Mancini, dua orang itu telah memengaruhi Chairman Khaldoon Al-Mubarak untuk memecatnya.
Saya percaya kepada Chairman Al-Mubarak 100 persen, tapi tidak dua orang itu (Soriano dan Begiristain). Sebagian orang tak punya nyali untuk bicara secara langsung. Mereka justru bergerak di belakang saya dan memecat saya dua pertandingan sebelum musim berakhir, imbuhnya. (sw/hsw)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Julian Alvarez, Bocah dari Calchin yang Tak Pernah Berhenti Mengejar Bola
Piala Dunia 14 Juli 2026, 07:05
-
Paolo Maldini Mulai Revolusi Timnas Italia, Pep Guardiola jadi Pelatih?
Piala Dunia 14 Juli 2026, 01:47
-
Ini Bukan Akhir, Melainkan Awal Siklus Baru Brasil
Piala Dunia 6 Juli 2026, 18:07
-
Sang Ayah: Erling Haaland ke Real Madrid? Kenapa Tidak?
Piala Dunia 6 Juli 2026, 12:00
LATEST UPDATE
-
Emi Martinez Pertimbangkan Mundur dari Timnas Argentina
Piala Dunia 22 Juli 2026, 01:18
-
Kejutan Bursa Transfer: Real Madrid Pantau Ferran Torres!
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 00:15
-
Arda Guler Jadi Pilar Proyek Baru Jose Mourinho di Real Madrid
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 23:59
-
FIFA Hapus Kartu Merah Leandro Paredes di Final Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juli 2026, 22:29
-
Real Madrid dan Seragam Putih yang Lahir dari Sebuah Mimpi di Inggris
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 22:10
-
Pemain PSG di Piala Dunia 2026: Fabian Ruiz Juara, Dembele Bersinar
Piala Dunia 21 Juli 2026, 21:21
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55











