Marcus Rashford si Bocah Manja yang Problematik
Richard Andreas | 9 Januari 2025 09:47
Bola.net - Marcus Rashford bisa disebut sebagai spoiled kid, si bocah yang terlalu dimanjakan. Akibatnya, karier Rashford sekarang berbelok ke arah yang tidak diharapkan. Dia terbuang dari Manchester United.
Sekarang Rashford berusia 27 tahun, seharusnya dia berada di puncak kariernya, di masa keemasan. Nahas, sekarang justru ramai berita bahwa MU sedang mencari cara melepas Rashford.
Bicara soal Rashford umumnya menimbulkan reaksi manis-pahit dari fans MU. Ada masa-masa ketika Rashford tampil gemilang dan jadi penyelamat tim dengan gol-golnya.
Namun, ada pula masa-masa gelap. Ketika Rashford tampak 'bossy' di lapangan, bahkan untuk sekedar mengejar bola saja dia tidak mau.
Karier Rashford di MU

Rashford adalah produk asli akademi MU. Dia sudah bergabung dengan klub sejak usia tujuh tahun dan terus berkembang menaiki tangga kelompok usia.
Februari 2016, Rashford akhirnya debut di tim senior. Adalah Louis van Gaal, pelatih MU yang pertama kali memberi kesempatan debut untuk Rashford. Selanjutnya, Rashford berkembang pesat di era Jose Mourinho.
Namun, karier yang naik dengan cepat tampaknya tidak dibarengi dengan kedewasaan Rashford. Dia mulai sering terlibat masalah dengan pelatih sejak tahun 2018, dan terus berlanjut sampai sekarang.
Bukan Pertama Kali Konflik dengan Pelatih
Ruben Amorim, pelatih yang menggantikan Erik ten Hag di pertengahan musim 2024/2025, tidak butuh waktu lama untuk menilai kualitas Rashford di luar lapangan. Amorim awalnya memberikan kepercayaan kepada Rashford, tapi beberapa pekan berjalan, Rashford mulai dicoret dari skuad.
Tercatat, Rashford tidak pernah lagi masuk ke dalam skuad MU sejak 12 Desember 2024 lalu. Amorim secara gamblang mengatakan bahwa dia menilai pemain secara keseluruhan, mulai dari gaya membawa diri, perilaku, dan tidak hanya melihat performa di lapangan.
Nah yang menarik, Amorim bukanlah pelatih pertama yang bermasalah dengan Rashford. Pelatih-pelatih MU sebelumnya juga mengalami masalah yang sama, mulai Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer, Ralf Rangnick, bahkan Erik ten Hag.
Artinya, jika gonta-gantik pelatih dan kasusnya tetap sama maka dapat disimpulkan masalahnya ada di si pemain.
Rashford yang Dimanjakan MU

Fakta bahwa Rashford adalah produk asli akademi, ditambah fakta bahwa dia adalah pemain tim nasional Inggris, tampaknya telah mengaburkan penilaian manajemen MU.
Siklus Rashford sebenarnya bisa terlihat jelas sekarang. Namun, pada masanya, wajar jika manajemen bisa salah jalan. Kira-kira beginilah gambaran karier Rashford di MU beberapa tahun terakhir:
Main bagus, potensi terlihat > MU puas, tawarkan kontrak baru dengan kenaikan gaji > Performa Rashford lantas menurun, bermasalah dengan pelatih > Si pelatih dipecat, MU mulai lagi dari awal > Rashford main bagus lagi, MU tawarkan kenaikan gaji lagi.
Siklus semacam ini terus berulang, sampai akhirnya sekarang Rashford menerima gaji 325.000 pounds per minggu, atau sekitar 6,5 miliar rupiah.
Alhasil, karena MU terlalu memanjakan Rashford, sekarang justru MU sendiri yang kesulitan ketika pemain Inggris itu mulai membuat masalah. Rashford problematik, dan MU terlanjur memanjakannya.
Sekarang Harus Dilepas
Sekarang, sejak kedatangan INEOS, manajemen MU tampaknya ingin bersikap lebih tegas untuk menghadapi masalah-masalah tim, termasuk soal kasus Rashford.
Setelah ditepikan Amorim dalam beberapa pertandingan, kini muncul kabar bahwa Rashford siap meninggalkan MU. Ada dua kandidat klub baru yang disebut-sebut, yaitu Borussia Dortmund dan AC Milan.
Masalahnya, dua klub tersebut tidak mau membayar gaji Rashford yang terlalu besar. Mereka meminta MU ikut patungan membayar gaji si pemain, dan sepertinya MU akan terpaksa mengabulkannya.
Klasemen Liga Inggris 2024/2025
Opini: Richard Andreas/Bola.net
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tumbang Lawan AS Roma, Seberapa Parah Cedera Carlos Baleba?
Liga Inggris 4 November 2026, 13:20
-
Di Balik Penalti Bruno Fernandes yang Diulang
Liga Champions 4 November 2026, 08:20
-
Mengungkap Penyebab Roma Gagal Bendung Kebangkitan Manchester United
Liga Champions 4 November 2026, 08:14
-
Selalu Ada Keyakinan di Old Trafford
Liga Champions 4 November 2026, 08:03
-
Roma Kewalahan Hadapi Kekuatan dan Energi Manchester United
Liga Champions 4 November 2026, 07:51
LATEST UPDATE
-
Tertinggal Dua Gol, Ini Pesan Michael Carrick saat Jeda yang Bangkitkan MU
Liga Champions 4 November 2026, 18:43
-
Slavia Praha Siap Buat Perhitungan dengan Arsenal
Liga Champions 4 November 2026, 17:00
-
Hadapi Liverpool, Bos Fenerbahce Janji Gak Baper Lawan Mantan!
Liga Champions 4 November 2026, 16:40
-
Jamu Real Madrid, AEK Athens Bersiap untuk Parkir Bus demi Raih Kemenangan!
Liga Champions 4 November 2026, 16:20
-
Rodri Alami Cedera Hamstring, Terancam Absen saat Barcelona Hadapi Atletico Madrid
Liga Champions 4 November 2026, 16:03
-
Bekuk AS Roma, Bukti Manchester United Bukan Tim yang Jelek!
Liga Champions 4 November 2026, 16:00
-
MU Comeback 3-2 Lawan AS Roma, Apa Sih Rahasianya, Wahai Michael Carrick?
Liga Champions 4 November 2026, 15:40
-
Youri Tielemans Dedikasikan Kemenangan MU atas AS Roma untuk Michael Carrick
Liga Champions 4 November 2026, 15:20
-
Arsenal Menang Mudah di Kandang Slavia Praha? Kayaknya Enggak Deh!
Liga Champions 4 November 2026, 15:00
-
Tantang Fenerbahce, Liverpool Nostalgia Malam Magis di Istanbul
Liga Champions 4 November 2026, 14:40
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





