Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru

Richard Andreas | 21 Februari 2026 22:57
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Skuad Arsenal dalam laga Liga Inggris versus Wolverhampton, Kamis (19/2/2026). (c) AP Photo/Dave Shopland

Bola.net - Derby London Utara akhir pekan ini menghadirkan lapisan cerita lain yang tak kalah menarik. Tottenham akan menjalani laga pertama di bawah arahan pelatih baru, Igor Tudor, tepat saat harus menjamu rival sekota mereka, Arsenal.

Bagi Mikel Arteta, situasi semacam ini bukan hal baru. Musim ini, Arsenal sudah berkali-kali menghadapi tim yang baru saja mengganti pelatih, sebuah tantangan yang kerap membawa ketidakpastian taktik dan pendekatan permainan.

Advertisement

"Saya kira ini sudah terjadi tujuh kali kepada kami musim ini, jadi kami sudah mulai terbiasa," ujar Arteta.

"Kami telah menganalisis segala hal yang telah dia lakukan dalam kariernya, di klub-klub berbeda, formasi berbeda, dan pemain-pemain yang tersedia di skuad mereka ."

Dengan posisi Arsenal yang masih memimpin klasemen Premier League dan Tottenham terpuruk di papan bawah, duel ini bukan hanya soal rivalitas, tetapi juga ujian kesiapan menghadapi efek pelatih baru.

1 dari 4 halaman

Fenomena Pelatih Baru dan Tantangan Taktis

Fenomena Pelatih Baru dan Tantangan Taktis

Duel Mateus Mane dan Bukayo Saka dalam laga Premier League antara Wolverhampton vs Arsenal di Molineux Stadium, 19 Februari 2026 (c) AP Photo/Dave Shopland

Menghadapi tim dengan pelatih baru selalu menyulitkan dalam aspek persiapan. Data pertandingan sebelumnya kerap menjadi kurang relevan karena perubahan pendekatan bisa terjadi secara mendadak.

Pertanyaan mendasarnya sederhana, tetapi krusial. Apakah pelatih baru akan mempertahankan formasi lama, atau justru mengubah struktur permainan secara drastis? Apakah intensitas pressing tetap sama, atau pemain diberi peran berbeda?

Ketidakpastian ini membuat staf pelatih lawan harus bekerja dengan asumsi, bukan kepastian. Namun, sepanjang musim ini, Arsenal relatif mampu menavigasi situasi tersebut dengan pendekatan yang fleksibel.

2 dari 4 halaman

Pendekatan Mikel Arteta Menghadapi Situasi Baru

Pendekatan Mikel Arteta Menghadapi Situasi Baru

William Saliba berebut bola dengan Tolu Arokodare dalam laga Premier League antara Wolverhampton vs Arsenal di Molineux Stadium, 19 Februari 2026 (c) AP Photo/Dave Shopland

Menurut Arteta, fokus utama Arsenal bukan terletak pada siapa pelatih lawan, melainkan pada identitas permainan mereka sendiri. Ia menekankan pentingnya adaptasi terhadap konteks pertandingan, bukan sekadar reaksi terhadap perubahan di kubu lawan.

“Kami lebih fokus pada diri kami sendiri, pada apa yang ingin kami capai, bagaimana kami ingin bermain, dan hal-hal yang ingin kami lihat terjadi dalam pertandingan,” ujar Arteta dalam pernyataannya pada 11 Februari, yang telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Ia juga menyoroti bahwa formasi hanyalah satu elemen. Profil pemain, momentum laga, serta konteks pertandingan kerap menjadi faktor penentu yang menuntut pemain Arsenal untuk cepat membaca situasi dan menyesuaikan diri di lapangan.

3 dari 4 halaman

Rekam Jejak Arsenal Melawan Pelatih Baru Musim Ini

Catatan Arsenal cukup meyakinkan. Dari enam pertemuan melawan tim yang ditangani pelatih baru atau pelatih di laga awal masa jabatannya, Arsenal meraih lima kemenangan.

Kemenangan 3-0 atas Nottingham Forest menjadi contoh awal. Saat itu, Forest baru saja ditangani Ange Postecoglou, dengan waktu persiapan yang sangat terbatas. Sang pelatih bahkan mengakui kondisi tersebut tidak ideal bagi timnya.

Situasi serupa terulang saat Arsenal menghadapi West Ham United di bawah Nuno Espirito Santo, Club Bruges yang baru ditangani Ivan Leko, hingga Chelsea asuhan Liam Rosenior. Dalam semua laga tersebut, Arsenal mampu memanfaatkan fase transisi lawan.

4 dari 4 halaman

Satu Pengecualian dan Pelajaran Penting

Satu-satunya kegagalan Arsenal datang saat menghadapi Manchester United yang ditangani Michael Carrick sebagai pelatih sementara. United tampil dengan pendekatan berbeda dari era sebelumnya dan sukses mencuri kemenangan di Emirates.

Kekalahan itu menjadi pengingat bahwa efek pelatih baru tidak bisa dipandang remeh. Perubahan cepat dan keputusan berani bisa memberi dampak signifikan, terutama ketika lawan belum sepenuhnya terbaca.

Namun, Arsenal segera merespons dengan kembali ke jalur kemenangan saat menghadapi Wigan Athletic di Piala FA, yang juga baru saja mengganti pelatih.

Kini, giliran Tottenham yang menjadi ujian terbaru. Igor Tudor akan menjalani laga pertamanya bersama Spurs dalam situasi tekanan tinggi, baik dari posisi klub di klasemen maupun dari rivalitas derby.