
Bola.net - AC Milan gagal memetik poin penuh saat menjamu Como pada laga tunda pekan ke-24 Liga Italia di San Siro, Kamis (19/02/2026). Rossoneri harus bekerja keras sebelum memaksa lawan berbagi poin di hadapan publik sendiri.
Laga ini menjadi penantian panjang bagi Milan yang sempat kehilangan momentum dalam perburuan gelar. Atmosfer San Siro terasa cukup tegang sejak menit awal karena tekanan untuk tidak terpeleset lagi begitu besar.
Como kembali menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar tim penggembira musim ini dan berhasil unggul dari sepakan Nico Paz, memanfaatkan blunder Mike Maignan. Tim tamu berani menekan dan memaksa Milan bermain tidak nyaman dalam banyak fase pertandingan.
Namun pada akhirnya, kualitas individu dan respons taktik dari bangku cadangan menjadi pembeda. Dari duel ini, setidaknya ada lima pelajaran penting yang bisa dipetik Rossoneri.
Lini Depan Masih Jauh dari Tajam
Performa lini serang Milan kembali menyisakan tanda tanya besar. Kombinasi penyerang yang diturunkan sejak awal belum mampu memberi tekanan konsisten kepada pertahanan Como.
Rafael Leao memang mencetak gol tapi kembali jadi sorotan karena tak konsisten sepanjang laga. Ia cukup kesulitan dalam duel satu lawan satu dan tak selalu tepat mengambil keputusan di area berbahaya.
Masuknya Niclas Fullkrug memang memberi dimensi berbeda dalam permainan direct. Namun suplai bola ke kotak penalti tetap minim karena kreativitas di sepertiga akhir belum maksimal.
Situasi ini menunjukkan bahwa Milan masih terlalu bergantung pada momen individu. Jika ingin benar-benar bersaing hingga akhir musim, efektivitas di lini depan harus segera dibenahi.
Ardon Jashari Mulai Menjawab Ekspektasi
Salah satu kabar baik bagi Milan datang dari lini tengah lewat penampilan Ardon Jashari. Gelandang asal Swiss itu tampil semakin percaya diri dan menunjukkan kualitas yang membuatnya didatangkan dengan harga tinggi.
Ia bermain sebagai mezzala dan terlihat klop dengan ritme permainan tim. Distribusi bolanya rapi, akurat, dan mampu membantu transisi dari bertahan ke menyerang dengan cepat.
Puncaknya terjadi ketika ia mengirim umpan panjang presisi yang membuka ruang bagi gol penentu kemenangan. Momen itu menjadi bukti bahwa ia tak sekadar pelengkap di lini tengah.
Jika konsistensinya terjaga, Jashari bisa menjadi fondasi penting proyek jangka panjang Milan. Performanya dalam laga ini memberi sinyal bahwa investasi klub mulai menunjukkan hasil.
Sentuhan Allegri dari Bangku Cadangan
Keputusan pergantian pemain menjadi titik balik jalannya pertandingan. Pelatih Massimiliano Allegri membaca situasi dengan tepat dan berani melakukan perubahan di waktu krusial.
Masuknya tenaga baru membuat intensitas Milan meningkat. Permainan menjadi lebih agresif dan tekanan ke pertahanan Como semakin terasa.
Youssouf Fofana memberi kekuatan tambahan di lini tengah. Sementara Fullkrug membantu membuka ruang dengan pergerakan tanpa bola yang cerdas.
Pergantian ini menunjukkan pengalaman Allegri dalam mengelola pertandingan. Dalam laga ketat seperti ini, detail kecil dan keputusan tepat bisa menjadi pembeda antara hasil imbang dan kemenangan.
Duel Taktik yang Bisa Jadi Rivalitas Baru
Pertemuan ini bukan sekadar soal tiga poin. Ada aroma persaingan taktik antara Allegri dan pelatih Como, Cesc Fabregas, yang mulai terasa panas.
Fabregas berani mengubah pendekatan timnya dan tampil fleksibel secara formasi. Como tidak datang untuk bertahan total, melainkan mencoba mengimbangi struktur permainan Milan.
Beberapa kali Como berhasil memancing kesalahan dan menciptakan situasi berbahaya. Keberanian mereka membuat pertandingan berjalan terbuka dan menarik.
Melihat perkembangan ini, bukan tidak mungkin Como menjadi batu sandungan reguler bagi Milan dalam beberapa musim ke depan. Duel dua pelatih dengan pendekatan berbeda ini berpotensi menjadi rivalitas baru di Serie A.
Asa Scudetto: Kian Menjauh?
Hasil seri lawan Como sangat disayangkan apalagi mereka bermain di kandang sendiri. AC Milan kian tertinggal dari pemuncak klasemen, Inter Milan.
Selisih poin yang ada membuat ruang kesalahan semakin tipis. Dengan jumlah laga yang kian menipis, setiap hasil imbang atau kekalahan bisa berakibat fatal dalam perburuan gelar.
Milan memang menunjukkan mental bangkit dalam laga ini. Akan tetapi, konsistensi tetap menjadi kunci jika ingin terus memberi tekanan kepada rival sekota.
Pertanyaannya kini sederhana: apakah perburuan Scudetto sudah hampir tertutup? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa pekan ke depan.
Klasemen Liga Italia
(Bola/SempreMilan)
Baca Juga:
- Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
- Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
- Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
- Pelukan Penuh Arti Rafael Leao untuk Maignan di Laga Milan vs Como
- AC Milan Putuskan Perpanjang Kontrak Luka Modric?
- AC Milan Gagal Pangkas Jarak, Inter Unggul 7 Poin dalam Perburuan Gelar Serie A
- Milan vs Como, Davide Bartesaghi: Sudah Main Bagus, Tapi Ada yang Kurang
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 22 Februari 2026 00:285 Pelajaran Penting untuk AC Milan Usai Duel Lawan Como: Scudetto Kian Menjauh?
-
Bundesliga 22 Februari 2026 00:07Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
-
Liga Inggris 22 Februari 2026 00:06Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 22 Februari 2026 00:28 -
Bundesliga 22 Februari 2026 00:07 -
Liga Inggris 22 Februari 2026 00:06 -
Liga Italia 21 Februari 2026 23:42 -
Liga Italia 21 Februari 2026 23:29 -
Bola Indonesia 21 Februari 2026 23:28
MOST VIEWED
- 6 Pemain Juventus Tak Masuk Rencana Luciano Spalletti Musim Depan
- Drama AC Milan vs Como: Kesalahan Maignan, Kartu Merah Allegri, Taktik Cerdik dan Permintaan Maaf Fabregas
- Rapor Pemain AC Milan Saat Ditahan Imbang Como: Jashari Buktikan Kualitas, tapi Maignan Malah Blunder
- Usai Dapat Kartu Merah Kontroversial di Laga Inter vs Juventus, Pierre Kalulu Akhirnya Buka Suara
HIGHLIGHT
- 7 Klub Tujuan Cristian Romero Jika Hengkang dari T...
- Starting XI Pemain Gratisan Siap Direkrut: Dari Se...
- 7 Pemain Italia di Manchester United: Akankah Sand...
- 5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane...
- 5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey A...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...












:strip_icc()/kly-media-production/medias/5509386/original/088300000_1771690808-kyle-walker-burnley-joao-pedro-chelsea-berebut-bola-liga-utama-inggris-14-days.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5509379/original/071570000_1771689407-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian__Airlangga_Hartarto-21_Februari_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5509388/original/044826500_1771690910-IMG-20260221-WA0060.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5509371/original/008792100_1771687373-000_98G836M.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5509363/original/099003000_1771684664-Persijap_vs_Persebaya.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5505218/original/007080300_1771376554-17713061746993fcbe4903e_WhatsApp_Image_2026_02_17_at_11_58_36.jpeg)

