Melihat di Balik Proses Perginya Pep Guardiola dari Manchester City

Richard Andreas | 25 Mei 2026 11:31
Melihat di Balik Proses Perginya Pep Guardiola dari Manchester City
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola. (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Pep Guardiola akhirnya mengakhiri teka-teki soal masa depannya di Manchester City. Setelah berbulan-bulan memberi sinyal samar di depan publik, pelatih asal Spanyol itu resmi mengumumkan bahwa musim ini menjadi akhir perjalanannya bersama The Citizens.

Pengumuman tersebut sekaligus menutup era paling sukses dalam sejarah Manchester City. Di balik keputusan itu, ternyata klub sudah lama menyusun rencana suksesi, termasuk menyiapkan Enzo Maresca sebagai calon penerus Guardiola.

Advertisement

Meski sempat muncul harapan bahwa Guardiola akan bertahan, berbagai proses di belakang layar ternyata sudah berjalan selama berbulan-bulan. Mulai dari pencarian pengganti, perpisahan internal, hingga persiapan penghormatan khusus untuk sang pelatih.

1 dari 4 halaman

Guardiola Sudah Lama Merencanakan Kepergian

Guardiola Sudah Lama Merencanakan Kepergian

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola di laga melawan Real Madrid pada duel 16 besar Liga Champions, 18 Maret 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Kekalahan Manchester City dari Bournemouth pada Selasa lalu praktis mengakhiri perburuan gelar Premier League musim ini. Setelah laga tersebut, publik mulai yakin Guardiola akan segera mengumumkan kepergiannya.

Namun, Guardiola sempat tetap memberi kesan bahwa dirinya masih bisa bertahan. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, ia bahkan masih berbicara mengenai rencana tim untuk musim depan dan terus mengulang kalimat bahwa dirinya masih terikat kontrak.

Baru pada Jumat pagi, Manchester City mengumumkan secara resmi bahwa Guardiola akan meninggalkan klub di akhir musim. Pengumuman itu disampaikan lewat video berdurasi tiga menit yang ditulis sendiri oleh Guardiola.

Sebelum video dirilis ke publik, Guardiola lebih dulu menunjukkannya kepada para pemain dan staf tim utama. Setelah itu, ia mengadakan makan siang bersama seluruh staf, membicarakan arti Manchester dalam hidupnya. Suasana disebut berlangsung emosional dan penuh air mata.

2 dari 4 halaman

Kontrak Baru Ternyata Tidak Mengubah Rencana

Kontrak Baru Ternyata Tidak Mengubah Rencana

Pelatih Manchester City Pep Guardiola memantau dari pinggir lapangan pada laga Premier League/Liga Inggris antara Man City vs Aston Villa di Manchester, Minggu, 24 Mei 2026 (c) AP Photo/Alastair Grant

Menurut laporan The Athletic, Guardiola sebenarnya sudah memutuskan akan pergi sejak musim panas 2024. Saat itu, ia berencana meninggalkan klub bersamaan dengan direktur olahraga Txiki Begiristain.

Karena itu, keputusan Guardiola menandatangani kontrak baru pada November 2024 sempat mengejutkan banyak pihak. Bahkan stafnya sendiri disebut tidak mengetahui rencana tersebut.

Yang lebih mengejutkan lagi, Guardiola meneken kontrak berdurasi dua tahun. Namun, di balik itu, ia diyakini sejak awal hanya berniat menjalani satu musim tambahan sebelum benar-benar pergi musim panas ini.

Dalam konferensi pers terakhirnya, Guardiola menegaskan keputusan itu bukan sesuatu yang muncul secara mendadak.

“Ini bukan soal ketika saya bangun tidur lalu berkata sekarang waktunya pergi. Ini adalah proses yang sudah saya rasakan sejak lama,” kata Guardiola.

Manchester City sendiri disebut sudah menghormati keputusan tersebut sejak awal. Klub mulai aktif mempersiapkan masa depan tanpa Guardiola dan mempercepat pencarian pengganti dalam beberapa bulan terakhir.

3 dari 4 halaman

Enzo Maresca Jadi Pilihan Utama Manchester City

Enzo Maresca Jadi Pilihan Utama Manchester City

Para suporter Manchester City membentangkan spanduk ucapan terima kasih kepada pelatih Pep Guardiola pada laga terakhirnya sebagai manajer dalam pertandingan Premier League/Liga Inggris antara Man City vs Aston Villa, 24 Mei 2026 (c) AP Photo/Alastair Grant

Manchester City ternyata sudah mulai menyusun rencana suksesi sejak akhir 2025. Beberapa nama sempat dipertimbangkan, termasuk Xabi Alonso yang kala itu masih menangani Real Madrid.

Meski begitu, Enzo Maresca tetap menjadi kandidat favorit di internal klub. Sosok asal Italia itu dianggap memahami filosofi permainan City dan punya hubungan kuat dengan lingkungan klub.

Maresca sebelumnya pernah bekerja di akademi Manchester City setelah direkomendasikan Manuel Pellegrini kepada Txiki Begiristain. Staf akademi disebut sangat terkesan dengan metode kerjanya, termasuk riset taktik yang sangat detail.

Ia kemudian menangani banyak pemain muda potensial City seperti Cole Palmer, Liam Delap, dan James McAtee. Dari sana, nama Maresca mulai dipandang sebagai calon pelatih utama di masa depan.

Hubungan Maresca dengan Guardiola juga menjadi faktor penting. Keduanya pernah bekerja bersama pada musim 2022/2023 saat Manchester City meraih treble winners.

Laporan yang sama menyebut Maresca kini sudah mulai bekerja bersama direktur olahraga Hugo Viana untuk menyusun rencana transfer dan proyek tim musim depan.

4 dari 4 halaman

Chelsea Disebut Marah dengan Situasi Maresca

Pendekatan Manchester City kepada Maresca ternyata memicu ketegangan dengan Chelsea. Klub London itu disebut kecewa karena Maresca memilih pergi meski kontraknya masih tersisa lebih dari tiga tahun.

Sumber di Chelsea menyebut keputusan hengkang sepenuhnya datang dari Maresca. Namun, pihak yang dekat dengan sang pelatih mengklaim ia sebenarnya siap bertahan dan bahkan terbuka membahas kontrak baru setelah City melakukan pendekatan.

Chelsea sendiri merasa terlalu dini membicarakan kontrak baru karena Maresca baru menandatangani kesepakatan jangka panjang saat direkrut dari Leicester City.

Kepergian Maresca juga diyakini berdampak besar pada performa Chelsea. Klub menilai perubahan mendadak di kursi pelatih menjadi salah satu alasan menurunnya hasil tim hingga gagal finis di lima besar Premier League.

Hubungan Maresca dengan internal Chelsea juga disebut sempat memanas setelah ia secara terbuka meminta klub merekrut bek tengah baru usai cedera panjang Levi Colwill.

LATEST UPDATE