Membongkar Rahasia Kebangkitan Man City: Guardiola Temukan Formula Juara Lagi?
Richard Andreas | 25 April 2026 01:01
Bola.net - Manchester City kembali memuncaki klasemen Liga Inggris untuk pertama kalinya sejak pekan pembuka musim ini. Situasi ini terjadi setelah berbulan-bulan narasi menempatkan Arsenal sebagai kandidat kuat juara.
Kemenangan tipis 1-0 atas Burnley membawa City unggul secara produktivitas gol, meski selisih gol mereka masih sejajar dengan Arsenal. Persaingan belum selesai, tetapi momentum kini mulai berpihak pada tim asuhan Pep Guardiola.
Dengan peluang meraih tiga trofi domestik, perjalanan City musim ini berubah dari keraguan menjadi ancaman serius. Lalu, bagaimana mereka bisa sampai di titik ini?
Awal Musim yang Tidak Meyakinkan

Perjalanan Manchester City musim ini tidak dimulai dengan mulus. Meski sempat menang 4-0 atas Wolverhampton di pekan pembuka, performa mereka segera menurun dalam beberapa laga berikutnya.
City sempat kesulitan menghadapi Tottenham dan tidak mampu mengimbangi tekanan Brighton. Bahkan, pendekatan taktik Guardiola mulai dipertanyakan, terutama ketika timnya terlihat kehilangan kontrol permainan.
Guardiola sendiri mengakui bahwa timnya membutuhkan waktu untuk menemukan ritme terbaik. Ia menegaskan bahwa pelatih bukanlah “pesulap” dan perlu menyesuaikan sistem dengan karakter pemain yang ada.
Eksperimen Taktik dan Risiko yang Muncul

Seiring berjalannya musim, City mulai terlihat mengubah pendekatan. Mereka tidak lagi dominan dalam penguasaan bola seperti biasanya, dan lebih sering mengandalkan serangan balik cepat.
Pendekatan ini sempat membuahkan hasil, termasuk kemenangan atas Bournemouth, Dortmund, dan Liverpool. Erling Haaland menjadi sosok kunci, mencetak sebagian besar gol tim dengan memanfaatkan ruang yang terbuka.
Meski begitu, gaya bermain tersebut juga membawa risiko. City kehilangan konsistensi, seperti saat kalah dari Newcastle atau hampir kehilangan keunggulan besar melawan Fulham. Permainan mereka menjadi lebih atraktif, tetapi kurang stabil.
Periode Sulit dan Kehilangan Momentum

Masalah City mencapai puncaknya setelah kemenangan atas Nottingham Forest. Mereka gagal menang dalam beberapa pertandingan beruntun dan tertinggal dari Arsenal dalam perburuan gelar.
Salah satu isu utama adalah performa babak kedua. City kerap kehilangan kendali setelah jeda, membiarkan lawan mendominasi permainan. Bahkan, mereka sempat tidak mencetak gol di babak kedua dalam beberapa laga berturut-turut.
Meski demikian, situasi di papan atas tetap terbuka. Arsenal juga mulai kehilangan konsistensi, memberi ruang bagi City untuk tetap berada dalam perburuan gelar.
Kembali ke Identitas Guardiola

Memasuki paruh kedua musim, Guardiola mulai mengembalikan identitas permainan timnya. Pendekatan berbasis kontrol dan penguasaan bola kembali diterapkan secara lebih konsisten.
Bernardo Silva menegaskan bahwa filosofi Guardiola tidak pernah benar-benar berubah. Sang pelatih tetap berpegang pada prinsip yang telah membawa kesuksesan sebelumnya.
Perubahan ini mulai menunjukkan hasil. City tampil lebih solid, meski masih menyisakan beberapa kelemahan, terutama dalam menjaga konsistensi sepanjang pertandingan.
Peran Kunci Cherki dan Momentum Akhir Musim
Salah satu faktor penting dalam kebangkitan City adalah kontribusi Rayan Cherki. Pemain muda asal Prancis itu tampil impresif dan menjadi pusat kreativitas tim dalam beberapa laga krusial.
Performanya, termasuk gol penting melawan Arsenal, menambah dimensi baru dalam permainan City. Meski gaya bermainnya sempat dianggap bertolak belakang dengan filosofi Guardiola, kontribusinya kini sulit diabaikan.
Di sisi lain, ketajaman Haaland juga kembali. Setelah sempat mengalami penurunan performa, ia kini kembali produktif, membantu City menjaga momentum di fase akhir musim.
Dengan jadwal yang lebih ringan dibanding pesaingnya, City memiliki keuntungan signifikan. Jika mereka mampu mempertahankan performa ini, peluang meraih treble domestik bukan lagi sekadar wacana, melainkan target yang realistis.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
LATEST UPDATE
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
-
Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:06
-
Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:01
-
Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:43
-
Hasil Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pedro Acosta Menang, Marc Marquez Posisi ke-2
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:34
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



