Mengapa Erling Haaland Mandul, Guardiola?
Editor Bolanet | 28 Januari 2026 11:36
Bola.net - Erling Haaland tengah menjadi sorotan tajam karena performanya yang merosot drastis di lini depan Manchester City. Mesin gol asal Norwegia itu seolah lupa caranya mencetak gol dari permainan terbuka (open play).
Namun, pelatih Josep Guardiola menolak keras jika strikernya dijadikan kambing hitam tunggal. Ia justru menuding rekan setim Haaland sebagai biang kerok utama masalah ini.
Pep menilai suplai bola dan kreativitas timnya sangat buruk dalam melayani sang bomber. Kritik pedas ini dilontarkan jelang laga hidup mati melawan Galatasaray di Liga Champions.
Situasi ruang ganti The Citizens memanas karena tekanan untuk lolos ke babak 16 besar semakin berat. Guardiola menuntut perubahan radikal dari cara bermain anak asuhnya.
Suplai Bola Macet Total

Guardiola menegaskan bahwa masalah bukan terletak pada ketajaman penyelesaian akhir Haaland. Menurutnya, tim gagal menciptakan peluang matang yang biasa disantap sang striker.
Statistik mencatat Haaland hanya mencetak satu gol dalam sembilan laga terakhir, itu pun dari penalti. Pep pasang badan dan meminta gelandangnya bekerja lebih keras.
"Ciptakan lebih banyak peluang maka dia akan mencetak gol," tegas Pep Guardiola dalam konferensi pers, Selasa (27/1).
Sang pelatih memperingatkan para pengamat untuk tidak meremehkan naluri pembunuh pemainnya. Ia yakin Haaland akan segera membungkam keraguan publik jika servis dari tim membaik.
"Jangan pernah meremehkan striker, para pencetak gol, karena mereka akan selalu membuat Anda diam," lanjut pelatih berkepala plontos itu.
Garansi Gol Seumur Hidup

Kepercayaan Pep kepada Haaland tampaknya tidak luntur sedikitpun meski sedang seret gol. Ia bahkan memberikan garansi jangka panjang soal ketajaman pemainnya.
Guardiola menyebut kemarau gol ini hanya fase sementara akibat kelelahan fisik dan mental. Kualitas Haaland dianggap permanen dan abadi.
"Kami ingin dia mencetak gol selama sisa hidupnya, itu sudah pasti," tambah Pep dengan nada optimis.
Haaland sebelumnya sempat diistirahatkan saat City menang 2-0 atas Wolves. Langkah ini diambil untuk menyegarkan kembali pikiran dan tubuhnya yang disebut Pep "kepanikan".
Posisi Kritis di Eropa

Laga melawan Galatasaray menjadi pertaruhan besar bagi nasib City di Eropa musim ini. Kekalahan mengejutkan dari Bodo/Glimt pekan lalu membuat mereka terlempar ke peringkat 11.
City wajib menang untuk menjaga asa finis di delapan besar dan lolos otomatis. Jika gagal, mereka harus melewati babak play-off yang berisiko tinggi.
"Saya lebih suka memiliki lebih banyak (poin) tetapi itulah yang pantas kami dapatkan," aku Guardiola pasrah melihat posisi klasemen.
Pep meminta timnya melupakan hasil buruk dan fokus penuh menatap laga di Etihad. Kemenangan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.
"Kami perlu fokus dan mencoba memenangkan pertandingan kami lalu melihat di posisi mana kami finis," ujarnya.
Badai Cedera dan Reuni Mantan
Misi kebangkitan City terhalang oleh badai cedera yang menghantam lini belakang. Ruben Dias, Josko Gvardiol, dan John Stones dipastikan absen karena cedera.
Rodri juga harus menepi akibat sanksi kartu merah, sementara pemain anyar seperti Marc Guehi dan Antoine Semenyo belum bisa didaftarkan. Satu-satunya harapan adalah kembalinya Nico Gonzalez.
Di sisi lain, Galatasaray datang dengan ancaman nyata dari dua mantan penggawa City. Ilkay Gundogan dan Leroy Sane siap memberikan mimpi buruk bagi publik Etihad.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man Utd vs Man City: 6 Hal yang Bisa Menentukan Hasil Manchester Derby
Liga Inggris 12 September 2026, 12:25
-
Michael Carrick Beri Kabar Terbaru Kondisi Luke Shaw Jelang Derby Manchester
Liga Inggris 12 September 2026, 11:50
-
Elliot Anderson Klaim Man City Raja Manchester, Begini Jawaban Michael Carrick
Liga Inggris 12 September 2026, 10:40
-
Enzo Maresca Bela Klaim Elliot Anderson: Manchester City Raja Manchester
Liga Inggris 12 September 2026, 10:05
-
Manchester City Dapat Kabar Positif Jelang Derby Manchester
Liga Inggris 12 September 2026, 09:30
LATEST UPDATE
-
Prediksi Inter vs Udinese 15 September 2026
Liga Italia 13 September 2026, 01:18
-
Prediksi Brest vs PSG 14 September 2026
Liga Eropa Lain 13 September 2026, 00:08
-
Man of the Match Chelsea vs Hull City: Joao Pedro
Liga Inggris 12 September 2026, 23:39
-
Man of the Match Liverpool vs Fulham: Jeremy Jacquet
Liga Inggris 12 September 2026, 23:33
-
Prediksi Sassuolo vs Juventus 14 September 2026
Liga Italia 12 September 2026, 23:17
-
Hasil Chelsea vs Hull City: Berbagi Poin di Stamford Bridge
Liga Inggris 12 September 2026, 23:16
-
Hasil Liverpool vs Fulham: The Reds Tertahan Tanpa Gol
Liga Inggris 12 September 2026, 23:10
-
Link Live Streaming Madrid vs Rayo 13 September 2026
Liga Spanyol 12 September 2026, 23:02
-
Link Live Streaming Sunderland vs Arsenal 13 September 2026
Liga Inggris 12 September 2026, 23:00
-
Prediksi Elversberg vs Bayern 13 September 2026
Bundesliga 12 September 2026, 22:06
-
Hasil BRI Super League: Bali United dan Borneo FC Raih Kemenangan
Bola Indonesia 12 September 2026, 21:29
-
Prediksi Man Utd vs Man City 13 September 2026
Liga Inggris 12 September 2026, 21:09
-
Prediksi Levante vs Barcelona 13 September 2026
Liga Spanyol 12 September 2026, 20:13
-
Link Live Streaming Lazio vs Milan 12 September 2026
Liga Italia 12 September 2026, 20:00
-
Link Live Streaming Liverpool vs Fulham 12 September 2026
Liga Inggris 12 September 2026, 18:02
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
