Mengapa Erling Haaland Mandul, Guardiola?

Editor Bolanet | 28 Januari 2026 11:36
Mengapa Erling Haaland Mandul, Guardiola?
Pelatih Manchester City Pep Guardiola (tengah) memberi instruksi kepada Erling Haaland (kanan) pada laga Premier League/Liga Inggris antara Man City vs Wolves, 24 Januari 2026 (c) AP Photo/Ian Hodgson

Bola.net - Erling Haaland tengah menjadi sorotan tajam karena performanya yang merosot drastis di lini depan Manchester City. Mesin gol asal Norwegia itu seolah lupa caranya mencetak gol dari permainan terbuka (open play).

Namun, pelatih Josep Guardiola menolak keras jika strikernya dijadikan kambing hitam tunggal. Ia justru menuding rekan setim Haaland sebagai biang kerok utama masalah ini.

Advertisement

Pep menilai suplai bola dan kreativitas timnya sangat buruk dalam melayani sang bomber. Kritik pedas ini dilontarkan jelang laga hidup mati melawan Galatasaray di Liga Champions.

Situasi ruang ganti The Citizens memanas karena tekanan untuk lolos ke babak 16 besar semakin berat. Guardiola menuntut perubahan radikal dari cara bermain anak asuhnya.

1 dari 4 halaman

Suplai Bola Macet Total

Suplai Bola Macet Total

Ekspresi Erling Haaland dalam laga Manchester United vs Manchester City di Liga Inggris, Sabtu (19/1/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Guardiola menegaskan bahwa masalah bukan terletak pada ketajaman penyelesaian akhir Haaland. Menurutnya, tim gagal menciptakan peluang matang yang biasa disantap sang striker.

Statistik mencatat Haaland hanya mencetak satu gol dalam sembilan laga terakhir, itu pun dari penalti. Pep pasang badan dan meminta gelandangnya bekerja lebih keras.

"Ciptakan lebih banyak peluang maka dia akan mencetak gol," tegas Pep Guardiola dalam konferensi pers, Selasa (27/1).

Sang pelatih memperingatkan para pengamat untuk tidak meremehkan naluri pembunuh pemainnya. Ia yakin Haaland akan segera membungkam keraguan publik jika servis dari tim membaik.

"Jangan pernah meremehkan striker, para pencetak gol, karena mereka akan selalu membuat Anda diam," lanjut pelatih berkepala plontos itu.

2 dari 4 halaman

Garansi Gol Seumur Hidup

Garansi Gol Seumur Hidup

Selebrasi penyerang Manchester City, Erling Haaland saat melawan West Ham di lanjutan Liga Inggris, 21 Desember 2025. (c) AP Photo/Dave Thompson

Kepercayaan Pep kepada Haaland tampaknya tidak luntur sedikitpun meski sedang seret gol. Ia bahkan memberikan garansi jangka panjang soal ketajaman pemainnya.

Guardiola menyebut kemarau gol ini hanya fase sementara akibat kelelahan fisik dan mental. Kualitas Haaland dianggap permanen dan abadi.

"Kami ingin dia mencetak gol selama sisa hidupnya, itu sudah pasti," tambah Pep dengan nada optimis.

Haaland sebelumnya sempat diistirahatkan saat City menang 2-0 atas Wolves. Langkah ini diambil untuk menyegarkan kembali pikiran dan tubuhnya yang disebut Pep "kepanikan".

3 dari 4 halaman

Posisi Kritis di Eropa

Posisi Kritis di Eropa

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola usai laga melawan Wolves di Premier League, 24 Januari 2026. (c) AP Photo/Ian Hodgson

Laga melawan Galatasaray menjadi pertaruhan besar bagi nasib City di Eropa musim ini. Kekalahan mengejutkan dari Bodo/Glimt pekan lalu membuat mereka terlempar ke peringkat 11.

City wajib menang untuk menjaga asa finis di delapan besar dan lolos otomatis. Jika gagal, mereka harus melewati babak play-off yang berisiko tinggi.

"Saya lebih suka memiliki lebih banyak (poin) tetapi itulah yang pantas kami dapatkan," aku Guardiola pasrah melihat posisi klasemen.

Pep meminta timnya melupakan hasil buruk dan fokus penuh menatap laga di Etihad. Kemenangan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.

"Kami perlu fokus dan mencoba memenangkan pertandingan kami lalu melihat di posisi mana kami finis," ujarnya.

4 dari 4 halaman

Badai Cedera dan Reuni Mantan

Misi kebangkitan City terhalang oleh badai cedera yang menghantam lini belakang. Ruben Dias, Josko Gvardiol, dan John Stones dipastikan absen karena cedera.

Rodri juga harus menepi akibat sanksi kartu merah, sementara pemain anyar seperti Marc Guehi dan Antoine Semenyo belum bisa didaftarkan. Satu-satunya harapan adalah kembalinya Nico Gonzalez.

Di sisi lain, Galatasaray datang dengan ancaman nyata dari dua mantan penggawa City. Ilkay Gundogan dan Leroy Sane siap memberikan mimpi buruk bagi publik Etihad.

LATEST UPDATE