Mengasihani Kobbie Mainoo Gara-gara Taktik Ruben Amorim
Asad Arifin | 9 Februari 2025 14:34
Bola.net - Ruben Amorim beberapa kali mengubah peran Kobbie Mainoo di Manchester United. Faktor itu, menurut pandit Tony Cascarino, telah membuat Mainoo bingung dan dia merasa kasihan dengan sang pemain muda.
Mainoo telah menunjukkan performa apik sejak promosi ke tim utama MU pada musim 2023/2024 lalu. Dia memainkan 24 laga di Premier League musim lalu, dengan sumbangan tiga gol termasuk ke gawang Liverpool.
Pada musim 2024/2025, Mainoo tetap menjadi pilihan utama di lini tengah. Bahkan, dengan adanya pergantian manajer dari Erik ten Hag ke Ruben Amorim, Mainoo tetap jadi pemain inti.
Hanya saja, ada eksperimen yang dilakukan Amorim pada Mainoo. Dari seorang gelandang bertahan, Mainoo belakangan dimainkan sebagai playmaker bahkan false 9. Lantas, apa yang salah dengan hal itu?
Simak di bawah ini ya Bolaneters.
Ruben Amorim Bikin Kobbie Mainoo Bingung

Ruben Amorim memainkan Kobbie Mainoo untuk peran nomor 10 atau playmaker pada laga Liga Europa lawan FCSB. Eksperimen tersebut sukses besar. Sang pemain bukan hanya tampil bagus, akan tetapi sukses mencetak gol.
Berikutnya, pada duel lawan Crystal Palace, Amorim memainkan Mainoo untuk peran 'false 9'. Kali ini, manajer asal Portugal itu gagal total. Performa Mainoo tidak optimal dan MU menderita kekalahan dengan skor 0-2 dari Palace.
"Saya pikir Mainoo terlihat seperti pemain sepak bola yang kebingungan sekarang," buka Cascarino dikutip dari Mirror.
"Karena Mainoo terlalu sering mundur. Saya pikir Mainoo merasa takut kehilangan bola, dan itulah yang bisa terjadi ketika Anda menggunakan taktik yang sangat teknis," sambung mantan pemain Chelsea itu.
Mainkan Mainoo Sesuai Karakternya

Di mata Cascarino, Mainoo akan bermain dengan optimal untuk peran gelandang tengah. Hal tersebut sudah terbukti, bahkan mengantarnya tampil bagus di Euro 2024 bersama Timnas Inggris. Ruben Amorim harus cermat melihat potensi Mainoo.
"Saya mengamati Mainoo, dan saya pikir dia tidak benar-benar tahu apa yang harus dia lakukan sekarang. Saya merasa kasihan padanya karena dia berusia 19 tahun, dan dia belajar sambil bekerja," kata Cascarino.
"Ketika dia pertama kali masuk, semua hal tentang permainannya tepat sasaran. Dia berubah dari gelandang tengah, menjadi gelandang serang, menjadi penyerang tengah. Dia adalah masa depan Manchester United. Dia berada di posisi yang tidak alami baginya," tutup Cascarino.
Sumber: Mirror
Klasemen Premier League 2024/2025
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Hari Ini Sabtu 14 Maret 2026
Liga Inggris 14 Maret 2026, 15:05
-
Arsenal vs Everton: Peluang Emas The Gunners Perlebar Jarak di Puncak!
Liga Inggris 14 Maret 2026, 11:15
LATEST UPDATE
-
Prediksi Como vs Roma 16 Maret 2026
Liga Italia 15 Maret 2026, 00:01
-
Hasil Bundesliga: 9 Pemain Bayern Tertahan di Markas Leverkusen
Bundesliga 14 Maret 2026, 23:58
-
Prediksi Liverpool vs Tottenham 15 Maret 2026
Liga Inggris 14 Maret 2026, 23:30
-
Prediksi Lazio vs Milan 16 Maret 2026
Liga Italia 14 Maret 2026, 22:15
-
Prediksi Barcelona vs Sevilla 15 Maret 2026
Liga Spanyol 14 Maret 2026, 22:15
-
Prediksi Man Utd vs Aston Villa 15 Maret 2026
Liga Inggris 14 Maret 2026, 21:00
-
Prediksi BRI Super League: Borneo FC vs Persib 15 Maret 2026
Bola Indonesia 14 Maret 2026, 20:12
-
Prediksi BRI Super League: Persija vs Dewa United 15 Maret 2026
Bola Indonesia 14 Maret 2026, 19:41
LATEST EDITORIAL
-
5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri dari Kutukan Piala Dunia
Editorial 14 Maret 2026, 06:06
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05
-
3 Pelatih yang Pernah Menangani PSG dan Chelsea, Ada yang Juara Liga Champions
Editorial 11 Maret 2026, 20:54











