Mengingat Tendangan Kungfu Cantona, Bagaimana Reaksi Manchester United Kala Itu?
Yaumil Azis | 16 April 2020 05:00
Bola.net - Ada satu hal yang terekam jelas di benak penggemar sepak bola di seluruh dunia soal Manchester United. Yakni tendangan sang legenda, Eric Cantona, yang menyasar salah satu penonton di sebuah pertandingan.
Peristiwa itu terjadi saat Manchester United sedang berhadapan dengan Crystal Palace di Selhurst Park tahun 1995. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor imbang 1-1.
Pada suatu momen, Cantona mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari fans Crystal Palace. Emosinya memuncak. Ia kemudian menendang salah satu penonton bernama Matthew Simmons dengan kaki kanannya.
Publik dibuat gempar oleh aksinya. Seluruh media lokal Inggris memberitakan kejadian tersebut. Dan Cantona sendiri mendapatkan hukuman setimpal, yakni larangan terlibat dalam sepak bola selama sembilan bulan.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Neville Mengenang Peristiwa Itu
Lantas, bagaimana sikap Manchester United saat itu? Gary Neville sebagai legenda merupakan salah satu saksi mata, kendati dirinya tidak melihat kejadian tendangan kungfu Cantona secara langsung.
"Saya baru menembus skuat, saya keluar dan masuk, sepertinya itu terjadi pada malam Rabu dan tentu saja kami semua mendengarnya - pertandingan tidak disiarkan langsung," tutur Neville kepada Sky Sports.
"Saya kira itu adalah salah satu alasan besar mengapa dia dilepas ke Leeds, dan itu juga menjadi alasan Leeds untuk melepasnya dengan jumlah uang yang sedikit," lanjutnya.
Sebagai informasi, Cantona merupakan pemain Leeds sebelum bergabung dengan Manchester United. Ia hanya bertahan selama satu tahun dengan catatan 28 penampilan dan sembilan gol.
Sikap Manchester United
Tidak seperti federasi yang memberi Cantona hukuman berat, Manchester United justru memberikan dukungan besar kepada Cantona. Terutama sang pelatih pada saat itu, Sir Alex Ferguson.
"Saya ingat pada saat itu Sir Alex jelas-jelas memberi dukungan besar kepadanya, sementara pemain yang lainnya bersatu di sekelilingnya. Dia sangat populer di antara pemain lainnya dalam ruang ganti," tambahnya.
"Dan tentu saja Eric dihukum dengan sangat berat pada waktu itu, walaupun dirinya dilecehkan," pungkas Gary Neville.
(Metro)
Baca juga:
- Uang Bukan Alasan Pogba Tinggalkan Manchester United, Lantas Apa?
- Marcos Rojo Punya Satu Permintaan pada Manchester United, Apa Itu?
- Deretan Pemain yang Bertengkar Hebat dengan Sir Alex Ferguson, Ada yang Kena Timpuk Sepatu
- Kembalinya Paul Pogba akan Buat MU Semakin Perkasa, Sepakat?
- Alternatif Harry Kane, MU Ditawari Rekrut Andrea Belotti
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ryan Gravenberch Resmi Teken Kontrak Baru di Liverpool
Liga Inggris 7 Maret 2026, 22:59
-
Krisis Memanas, Tottenham Bisa Jadi Favorit Kena Degradasi!
Liga Inggris 7 Maret 2026, 14:34
-
Tidak Ada yang Peduli dengan Marcus Rashford di Barcelona
Liga Spanyol 7 Maret 2026, 12:38
LATEST UPDATE
-
Modal Positif AC Milan, Rekor Mengesankan Inter Milan
Liga Italia 8 Maret 2026, 12:28
-
Milan vs Inter: Harapan Rossoneri pada Kombinasi Pulisic dan Leao
Liga Italia 8 Maret 2026, 11:52
-
Pertarungan Luka Modric vs Nicolo Barella di Lini Tengah
Liga Italia 8 Maret 2026, 11:23
-
AC Milan Wajib Redam Ancaman Federico Dimarco
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:54
-
Akankah Mike Maignan Kembali Menjadi Penyelamat AC Milan?
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:25
-
Man of the Match Newcastle vs Man City: Omar Marmoush
Liga Inggris 8 Maret 2026, 10:08
-
Derby Milan: Imbang Bukan Pilihan, Rossoneri Wajib Menang
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:53
-
5 Alasan AC Milan Layak Diunggulkan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:27
-
Man of the Match Juventus vs Pisa: Kenan Yildiz
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:13
-
6 Bentrokan Tanpa Kekalahan, Modal AC Milan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:00
-
Unggul FC Datang ke Kanjuruhan, Kirim Dukungan untuk Arema FC
Bola Indonesia 8 Maret 2026, 08:54
-
Jadwal Live Streaming Formula 1 Australia 2026 di Vidio, 6-8 Maret 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 07:59









