Menilik Kiprah 5 Kapten Terakhir Manchester United, Siapa yang Terbaik?
Serafin Unus Pasi | 8 Oktober 2020 17:52
Bola.net - Manchester United harus diakui sebagai salah satu klub terbaik di era modern ini. Tidak hanya berjaya di Inggris, tetapi United juga berjaya di Eropa. Berbagai trofi bergengsi pun sudah diraih Setan Merah dari semua kompetisi yang pernah diikuti.
Tentunya gelimang trofi itu bisa diraih karena ada sosok pemimpin yang hebat di dalam skuad The Red Devils. Selain peran sang manajer yang penting dalam memilih tim serta strategi, ternyata peran kapten di dalam dan luar lapangan juga turut mempunyai dampak yang besar untuk skuatnya.
Dalam perjalanannya, Manchester United telah dikaruniai sejumlah kapten yang tidak hanya hebat, tetapi juga kharismatik dan sangat dihormati oleh rekan setimnya.
Nama-nama besar seperti Eric Cantona, Roy Keane, Gary Neville, Steve Bruce, dan Nemanja Vidic adalah pemain yang pernah menjadi kapten Manchester United.
Namun, pasca para pemain tersebut gantung sepatu, tentunya ada pemain yang dipercaya untuk mengemban tanggung jawab besar tersebut. Lantas, siapa saja lima kapten terakhir Manchester United dan bagaimana kiprah mereka? Yuk intip di bawah ini
1. Harry Maguire (2020-Sekarang)

Harry Maguire didatangkan Manchester United dari Leicester City pada tahun 2019 dengan mahar 80 juta euro. Tak butuh waktu lama, Maguire langsung ditunjuk Solskjaer menjadi kapten United pada Januari 2020.
Namun, pasca mengenakan ban kapten itu, bek asal Inggris tersebut dipertanyakan oleh fans terkait kepemimpinannya. Pasalnya, Maguire kerap kali menunjukkan performa yang buruk dan tercatat pernah ditangkap oleh pihak berwajib ketika sedang berlibur di Yunani.
Melihat catatan buruk itu, maka sah-sah saja apabila para penggemar United menganggap Harry Maguire adalah kapten yang paling buruk untuk Manchester United.
2. Ashley Young (2019-2020)

Setelah membela Manchester United selama sembilan tahun, baru lah Ashley Young dipercaya untuk mengemban tugas berat tersebut. Ketika itu, Young dipercaya Solskjaer untuk menggantikan sosok Antonio Valencia.
Namun, bek sayap asal Inggris ini sempat mendapat cemooh dari para penggemar selama tur pramusim Manchester United. Tetapi, Solskjaer tetap mempercayakan ban kapten tersebut kepada Young untuk mengarungi musim 2019/2020.
Tak lama menjabat sebagai kapten United, Ashley Young pun memutuskan untuk angkat kaki dari Old Trafford dan bergabung dengan Inter Milan, setelah kalah bersaing dengan Luke Shaw.
3. Antonio Valencia (2018-2019)

Sebelum Antonio Valencia benar-benar menjadi kapten utama Manchester United pada tahun 2018, ternyata Valencia lebih dulu pernah mengenakan ban kapten untuk menggantikan peran Michael Carrick.
Puncaknya, ketika bek sayap asal Ekuador ini berhasil membawa Manchester United menjadi juara Liga Europa pada tahun 2017, setelah mengalahkan Ajax Amsterdam dengan skor 2-0.
Tetapi, beberapa cedera yang terus menghantui Valencia membuat ia hanya mencatatkan sembilan penampilan sebagai kapten Manchester United pada musim 2018/2019.
4. Michael Carrick (2017-2018)

Michael Carrick adalah gelandang bertahan andalan Manchester United pada zamannya. Jiwa kepemimpinannya yang tegas di luar dan dalam lapangan membuat dirinya ditunjuk oleh Jose Mourinho untuk menjadi kapten United.
Namun, Carrick hanya mampu membuat lima penampilan sebagai kapten utama Manchester United, dikarenakan beberapa cedera yang membuat dirinya harus absen lama dari lapangan hijau.
5. Wayne Rooney (2014-2017)

Pasca Nemanja Vidic hengkang ke Inter Milan pada tahun 2014, Wayne Rooney ditunjuk oleh Louis van Gaal untuk menjadi penerus Vidic dengan menjadi kapten utama Manchester United.
Bukan tanpa alasan, menurut juru taktik asal Belanda tersebut, Rooney adalah sosok yang profesional ketika bertanding maupun latihan tim.
Tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, Wazza, julukannya mampu menjadi pemimpin yang baik bagi skuat United ketika itu. Tercatat, Rooney telah menyumbang empat gelar selama menjadi kapten United.
(Bola.net/Hendra Wijaya)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
LATEST UPDATE
-
Bayangan Starting XI Timnas Indonesia di FIFA Series 2026: Ujian Awal John Herdman
Tim Nasional 21 Januari 2026, 20:56
-
Seri Ketiga Proliga 2026: Bandung bjb Tandamata Bidik Sapu Bersih di Rumah Sendiri
Voli 21 Januari 2026, 20:45
-
Live Streaming Newcastle vs PSV - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Marseille vs Liverpool - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Juventus vs Benfica - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Chelsea vs Pafos - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Slavia Praha vs Barcelona - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Atalanta vs Athletic Club - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
BRI Super League: Begini Kesiapan Persib Jelang Lawan PSBS Biak pada Pekan ke-18
Bola Indonesia 21 Januari 2026, 19:37
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06









