Mkhitaryan Bercerita Soal Pengalamannya Dilatih Mourinho di Manchester United
Yaumil Azis | 3 Maret 2020 03:00
Bola.net - Sudah bukan rahasia lagi kalau Jose Mourinho merupakan sosok pelatih yang kerap menuntut banyak hal dari pemainnya. Dan hal yang sama juga dirasakan Henrikh Mkhitaryan kala memperkuat Manchester United beberapa tahun lalu.
Sekarang Mkhitaryan sedang tidak berkiprah di Inggris. Pemain asal Armenia tersebut tengah menjalani masa pinjamannya di klub raksasa Italia, AS Roma, dan sudah mencatatkan 13 kali penampilan dalam ajang Serie A musim ini.
Tidak banyak orang yang memiliki keberuntungan seperti dirinya di dunia sepak bola. Sebab dalam rentanng waktu cukup lama, Mkhitaryan pernah merasakan dilatih oleh pelatih yang saat ini dikenal sebagai terbaik di dunia.
Ya, Mkhitaryan pernah dilatih Mourinho selama dua musim. Dan sebelumnya, ia juga merasakan pengalaman diasuh Jurgen Klopp sewaktu masih memperkuat Borussia Dortmund.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Mourinho, Pelatih yang Menyulitkan
Pada sebuah kesempatan, Mkhitarnya bercerita soal pengalaman diasuh Mourinho dan Klopp dan menjelaskan perbedaan antara keduanya. Ia mengatakan bahwa Mourinho membuat karir sepak bolanya menjadi terasa berat.
"[Hubungan saya] dengan Mourinho adalah yang paling rumit di dalam karir sepak bola saya; dia merupakan pemenang secara alami," ujar Mkhitaryan kala berbincang kepada Yevgeny Savin.
"Dia ingin anda menang dan anda melakukan apa yang ia minta, itu sulit bagi semua orang. Perbedaan pendapat dan konflik pun terjadi, tapi tidak memberikan dampak yang besar atas kerja keras dan tiga trofi yang kami menangkan," lanjutnya.
Ya, dalam rentang waktu dua setengah tahun, Mourinho sukses mempersembahkan tiga trofi sekaligus ke Manchester United. Tiga trofi tersebut berasal dari ajang Liga Europa, Carabao Cup, serta Community Shield.
Soal Jurgen Klopp
Setelahnya, Klopp menceritakan soal pengalamannya dilatih oleh Jurgen Klopp sewaktu masih di Borussia Dortmund. Apa yang dialami olehnya jelas berbanding terbalik dari masa membela Manchester United.
Klopp, di mata seorang Mkhitaryan, bukan cuma sebatas pelatih. Lebih dari itu, pria berdarah Jerman tersebut sudah ia anggap sebagai teman. Berkat Klopp juga ia jadi paham soal sepak bola yang sesungguhnya.
"Klopp adalah seorang teman, seperti seorang ayah atau kakak bagi saya. Saat saya meninggalkan Dortmund, saya jadi mulai memahami sepak bola sepenuhnya," tambahnya.
Dan sekarang, Mkhitaryan sedang bersenang-senang di AS Roma. "Saya memilih Roma untuk merasakan kesenangan lagi," pungkas pemain yang masih berstatus sebagai pemain Arsenal tersebut.
(Goal International)
Baca Juga:
Statistik Laga Everton vs Man United: Menilik Seberapa Besar Pengaruh Ancelotti
Federico Chiesa Masuk Daftar Belanja Manchester United
Kisah Gabriel Martinelli, Empat Kali Trial di MU Tetapi Tidak Digubris
Bruno Fernandes, Angin Segar yang Dirindukan Manchester United
Marcus Rashford Dambakan Jadi Legenda Manchester United
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
Piala Dunia 23 Juli 2026, 12:01
-
Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
Liga Inggris 23 Juli 2026, 09:16
-
Kabar Buruk untuk Arsenal, William Saliba Menepi dalam Waktu Lama
Liga Inggris 23 Juli 2026, 06:07
-
Tinggalkan Chelsea, Alejandro Garnacho Sepakat Gabung Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 05:49
LATEST UPDATE
-
Kylian Mbappe Cetak Rekor Langka, Lampaui Pencapaian Messi dan Ronaldo
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:00
-
Real Madrid Resmi Rilis Jersey Tandang Hijau untuk Musim 2026/2027
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 19:49
-
Karim Adeyemi Resmi Gabung Barcelona dari Borussia Dortmund
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 18:24
-
Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Persaingan Ketat dan Optimisme Juara
Tim Nasional 23 Juli 2026, 15:59
-
Jordi Amat Bidik Gelar Juara Piala AFF 2026 Bersama Timnas Indonesia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 15:31
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34













