Mohamed Salah Disebut Egois, Jurgen Klopp Tak Peduli
Aga Deta | 11 Juli 2020 16:30
Bola.net - Cara bermain Mohamed Salah dianggap egois. Menanggapi hal itu, manajer Liverpool Jurgen Klopp justru menginginkan Salah mempertahankan keegoisannya itu di lapangan.
Mohamed Salah hanya perlu satu gol lagi untuk menjadi penyerang Liverpool pertama yang mencatat 20 gol atau lebih untuk tiga musim Premier League yang berbeda.
Sebelumnya, Mohamed Salah terkadang dikritik karena dinilai bermain egois atau serakah. Namun, Klopp membela eks pemain AS Roma itu dan menilainya sebagai sesuatu yang normal bagi seorang penyerang.
"Saya tidak yakin ini kompetisi tetapi sehat. Mereka ingin mencetak gol dan itu benar-benar normal," jelas Klopp, seperti dilansir Tribal Football.
"Mo sekarang, tentu saja, ayolah. Jumlahnya benar-benar gila! Terlibat dalam 100 gol sejak dia ada di sini, 73 gol dan 27 assist, itu statistik kelas dunia yang luar biasa," ungkapnya.
Saat ini, pemain internasional Mesir itu hanya tiga gol di belakang bomber Leicester City, Jamie Vardy, yang memimpin daftar pencetak gol terbanyak sementara Premier League 2019-2020.
Mohamed Salah menargetkan untuk memenangkan penghargaan Sepatu Emas Premier League untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Prestasi yang hanya diraih oleh Alan Shearer dan Thierry Henry.
Penentu Hasil Pertandingan
"Kami tidak akan berada di tempat kami sekarang jika para pemain ini tidak tampil di level itu. Mereka semua ingin mencetak gol. Yang mereka inginkan jelas, menentukan hasil pertandingan sepak bola. Itulah pola pikir yang dibutuhkan seorang striker," beber Klopp.
"Jika kami memberikan pemenang Golden Boot maka itu berarti kami telah mencetak banyak gol, jadi itu membantu juga," ucap eks pelatih Borussia Dortmund ini.
Tidak Terganggu
Klopp tidak pernah meragukan peran Mohamed Salah untuk tim dan merasa para pemainnya tidak perlu target individu untuk menjadi sangat termotivasi di lapangan. Klopp tidak terganggu dengan cara bermain Mohamed Salah dan malah merasa terbantu.
"Jika itu akan berbeda, saya akan memberitahu mereka bahwa itu tidak apa-apa. Tetapi pada akhirnya, itu selalu yang pertama dan terutama tentang memenangkan pertandingan sepak bola dan bukan hal-hal lain, tetapi itu bagus ketika Anda bisa melakukan keduanya," terangnya.
Disadur dari: Liputan6.com/Penulis Windi Wicaksono/Editor Jonathan Pandapotan Purba
Published: 11 Juli 2020
Baca Juga:
- Apa Jadinya Kalau Bruno Fernandes ke Liverpool?
- Jadwal Premier League Hari Ini, Sabtu 11 Juli 2020: Ada Liverpool dan Chelsea
- 5 Alasan Burnley Bisa Kejutkan Liverpool di Premier League Matchday 35
- Terungkap, Ini 2 Alasan Utama Thiago Ingin Gabung Liverpool
- Kabar Buruk Untuk Liverpool, Jordan Henderson Dipastikan Absen Sampai Akhir Musim
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ryan Gravenberch Resmi Teken Kontrak Baru di Liverpool
Liga Inggris 7 Maret 2026, 22:59
-
Krisis Memanas, Tottenham Bisa Jadi Favorit Kena Degradasi!
Liga Inggris 7 Maret 2026, 14:34
LATEST UPDATE
-
Mau Sandro Tonali, MU Siap-siap Kere Mendadak!
Liga Inggris 8 Maret 2026, 06:20
-
Barcelona Bekuk Athletic Bilbao dalam Kondisi Kelelahan Berat!
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:49
-
Menang dan Clean Sheet Lawan Athletic Bilbao, Bos Barcelona Full Senyum!
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:38
-
Hasil Juventus vs Pisa: Pesta Gol Bianconeri di Allianz Stadium
Liga Italia 8 Maret 2026, 05:23
-
Man of the Match Athletic Bilbao vs Barcelona: Lamine Yamal
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:05
-
Kalah dari Chelsea, Wrexham Sesalkan Kartu Merah di Penghujung Laga
Liga Inggris 8 Maret 2026, 04:11
-
Man of the Match Wrexham vs Chelsea: Alejandro Garnacho
Liga Inggris 8 Maret 2026, 03:48
-
Kontingen Belanda Bikin Nyaman Ryan Gravenberch di Liverpool, Tapi...
Liga Inggris 8 Maret 2026, 01:41













