Morata Akui Menderita Selama Dilatih Conte
Asad Arifin | 5 September 2018 19:37
- Penyerang Chelsea, Alvaro Morata, mengaku banyak menderita pada era kepelatihan Antonio Conte. Bukan karena hubungan yang buruk, tapi lebih pada faktor gaya bermain dan taktik pilihan Conte.
Morata bergabung dengan Chelsea pada awal musim 2017/18 lalu. Di awal musim, pemain asal Spanyol menjalani segalanya dengan mulus. Enam laga perdana, Morata sukses menjaringkan enam gol ke gawang lawan di Premier League.
Namun, masuk paruh kedua musim lalu, cedera dan beberapa hal lain membuat aksi Morata menurun. Morata pun hanya mempu menambah lima gol pada sisa laga di Premier League musim 2018/19.
Morata mengaku jika dia tidak cukup nyaman dengan gaya bermain diterapkan oleh Conte. Dia pun menyadari gagal membayar apa yang sudah dilakukan oleh Chelsea untuknya sepanjang musim lalu.
Tak Nyaman dengan Conte
Sejatinya, Morata bukan sosok yang asing dengan Conte. Keduanya sudah pernah bekerja sama di Juventus. Tapi, Morata mengaku tidak nyaman saat di Chelsea. Dia tidak cocok dengan gaya bermain Conte.
Ya, ya, ya. Bagi saya, memang saya menderita. Ini bukan tentang apa-apa, tapi lebih tentang gaya bermain. Itu bukan permainan yang saya sukai dan seaya menderita karena itu, buka Morata pada Cadena Ser.
Pada saat ini, kritik seperti itu adalah hal yang normal untuk dikatakan. Chelsea telah membuat upaya besar untuk saya dan saya tidak bisa membayarnya. Saya harusnya bisa memberikan dua kali lipat. Saya tidak bisa hanya mencetak 15 gol, tandasnya.
Berencana Tulis Buku
Performa buruk Morata musim lalu membuat dia banyak mendapat kritik. Dia kesal karena dituding tidak melakukan upaya maksimal agar bisa sembuh dari cederanya. Morata pun banjir hujatan di media sosial miliknya.
Orang-orang percaya pada kehidupan fana di Instagram. Mereka mengira saya berada di rumah bersama istri saya. Saya berada di Jerman bertemu dokter dan menyewa pesawat dengan dana pribadi, ucap Morata.
Suatu saat, saya akan menulis sebuah buku untuk menerangkan apa yang terjadi pada saat itu, tutup Morata.
Video Asian Games 2018
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
Conte Puji Hojlund Setinggi Langit, Tapi Emosi Jiwa Soal Jadwal Liga Champions
Liga Champions 20 Januari 2026, 12:11
-
Daftar Transfer Resmi Premier League Januari 2026
Liga Inggris 20 Januari 2026, 12:09
LATEST UPDATE
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Monaco: Live SCTV, Mengenang Drama 2004 di Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:08
-
Tempat Menonton Bodo/Glimt vs Man City: Live SCTV dan Streaming di Vidio
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:00
-
Tempat Menonton Inter vs Arsenal: Jam Berapa Siaran Langsung UCL Laga Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:45
-
Kebangkitan Kobbie Mainoo Jadi Momen Emas bagi Ineos di Manchester United, Kok Bisa?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:11
-
Prediksi Slavia Praha vs Barcelona 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 17:00
-
Marc-Andre ter Stegen Absen dari Barcelona, Segera Jalani Tes Medis di Girona
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 16:45
-
Daftar Pemain Barcelona untuk Laga Liga Champions Kontra Slavia Praha
Liga Champions 20 Januari 2026, 16:26
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06









