MU Kalah Karena Mental Pemain Lemah
Richard Andreas | 20 Agustus 2018 08:20
- Manchester United gagal melanjutkan laju positif mereka di pekan kedua Premier League 2018/19. Melawat ke markas Brighton, Minggu (19/8), tim asuhan Jose Mourinho itu menyerah 2-3. Permainan MU dianggap tak menjanjikan.
Betapa tidak, MU bahkan tertinggal 1-3 saat babak pertama berakhir. Dua gol Brighton sebenarnya tak akan terwujud jika barisan bek MU tak membuat kesalahan sendiri. Duet Eric Bailly dan Victor Lindelof di jantung pertahanan MU dikritik habis-habisan karena terlalu banyak membuat kesalahan.
Pelatih MU, Jose Mourinho pun mengakui sangat sulit membalikkan skor tersebut di babak pertama. Mourinho mengakui mental timnya masih belum cukup kuat untuk terus berjuang meski dalam keadaan tertinggal.
Baca lanjutan komentar Mourinho terkait kesulitan pemain MU di bawah ini:
Sangat Sulit

Menurut Mourinho, sebenarnya satu hal yang membuat laga tersebut kian sulit adalah gol kedua MU yang tak kunjung tiba. Dia meyakini jika timnya mampu mecetak gol di awal babak kedua, mental skuat MU akan terangkat dan terus berusaha membalikkan keadaan.
Namun, gol kedua MU baru tiba di menit 90+5 melalui eksekusi penalti Paul Pogba. Saat itu sudah terlambat bagi MU untuk memaksakan hasil imbang.
Sangat sulit memenangkan pertandingan dalam kondisi seperti ini dan sangat sulit bagi para pemain untuk memperkuat mental demi menerima kesalahan-kesalahan sendiri dan tetap fokus pada pertandingan untuk memperjuangkan hasil berbeda, ujar Mourinho di laman resmi manutd.
Tidak mudah meningkatkan mental tim lagi di babak kedua dan gol kedua seharusnya mendongkrak mental kami dan membuat mereka dalam tekanan, tetapi gol tersebut datang terlambat.
Psikologis

Lebih lanjut, Mourinho juga menyoroti bagaimana Brighton tampil sangat kokoh dan berjuang keras. Secara psikologis, mental pemain Brighton memang lebih unggul, dan pemain MU terus tertekan.
Setidaknya dampak yang saya inginkan adalah mengubah skor menjadi 3-3, tetapi hal itu tak terjadi tetapi setidaknya kami mencoba meski gol tersebut tak kunjung tiba.
Kami tak menciptakan banyak peluang tetapi mereka (Brighton) berjuang sangat keras. Secara psikologis, Brighton adalah tim yang lebih gembira dan selalu merasa diunggulkan, tandasnya. (mufc/dre)
Tonton Vidio Menarik Ini

Berita video duel final di Jakarta Convention Center, Jumat (19/8/2018), Defia mengalahkan wakil Iran, Salahshouri Marjan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Transfer Sukses Mbeumo dan Cunha Jadi Cetak Biru Strategi Man Utd
Liga Inggris 5 Juni 2026, 04:56
LATEST UPDATE
-
Prediksi Kroasia vs Slovenia 8 Juni 2026
Piala Dunia 7 Juni 2026, 01:59
-
Manchester United Kejar Tonali, Newcastle Minta 115 Juta Euro
Liga Inggris 7 Juni 2026, 00:40
-
MU Sudah Kelarkan Transfer Ederson, Tapi Belum Bisa Disahkan?
Liga Inggris 6 Juni 2026, 23:40
-
10 Momen Tak Terlupakan yang Membentuk Sejarah Piala Dunia
Piala Dunia 6 Juni 2026, 23:03
-
Nasib Unik Matthijs de Ligt, Selalu Berganti Pelatih Setiap Musim
Liga Inggris 6 Juni 2026, 22:40
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47













