Nasib 5 Anak Emas Lampard Di Chelsea Era Tuchel: Mount Tetap Gacor, Yang Lain?
Asad Arifin | 5 Maret 2021 11:28
Bola.net - Chelsea telah memainkan 10 laga pertamanya bersama Thomas Tuchel sebagai manajer. Lalu, apa kabar para pemain yang jadi anak emas manejer sebelumnya Frank Lampard?
Tuchel membawa Chelsea meraih hasil bagus. Pada 10 laga awalnya, Chelsea tidak pernah kalah. Mereka meraih tujuh kemenangan dan tiga kali bermain imbang.
Chelsea yang semula berada di papan tengah klasemen kini naik ke papan atas. Pada pekan ke-29, The Blues berada di posisi ke-4 klasemen Premier League dengan 47 poin.
Beberapa pemain andalan Lampard tetap jadi pilar kunci Tuchel. Tapi, ada juga yang tersisih dari tim utama. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.
Cesar Azpilicueta

Azpilicueta memegang peran penting pada Chelsea-nya Lampard. Sang kapten memainkan 63 laga selama satu setengah musim. Pada era Thuchel, dia tetap menjadi pilihan utama.
Azpilicueta memainkan sembilan dari 10 laga yang dimainkan Chelsea bersama Tuchel. Pemain 31 tahun itu seolah sudah menyegel satu tempat di lini belakang Chelsea. Performanya juga sangat stabil.
Kurt Zouma

Kurt Zouma memainkan 64 laga untuk Chelsea pada era Frank Lampard. Kurt Zouma bangkit bersama Lampard setelah sempat dilepas dengan status pinjaman ke Stoke City dan Everton.
Kurt Zouma mempertahankan tempat di lini belakang Chelsea pada era Tuchel. Dia memainkan delapan dari 10 laga Chelsea bersama Tuchel. Hanya saja, dua pekan terakhir dia harus absen karena cedera.
Mateo Kovacic

Kovacic selalu terlibat dalam 10 laga yang dijalani Tuchel bersama Chelsea. Namun, pemain asal Kroasia itu tidak selalu bermain penuh. Kovacic delapan kali jadi pemain inti, dua kali menjadi pengganti.
Pada era Lampard, Kovacic termasuk dalam daftar pemain yang paling sering dimainkan. Eks andalan Real Madrid itu memainkan 67 laga untuk Chelsea ketika Lampard menjadi manajer.
Tammy Abraham

Pada era Lampard, Tammy Abraham adalah andalan Chelsea di lini depan. Dia berada di urutan pertama daftar penyerang yang akan dimainkan Lampard. Abraham memainkan 68 bersama manajer 42 tahun itu.
Kedatangan Tuchel membuat Tammy Abraham mengalami nasib buruk. Ia tak lagi jadi pilihan. Abraham baru sekali bermain penuh pada era Tuchel. Abraham baru mencetak satu gol dari lima laga.
Mason Mount

Mason Mount awalnya diragukan bakal tetap jadi pilihan utama di lini tengah Chelsea saat Tuchel datang. Namun, Mount justru jadi pemain dengan performa yang sangat stabil.
Mount mencetak tiga gol dari sembilan laga bersama Tuchel.
Mount acap kali disebut sebagai anak emas Lampard. Dia memainkan 76 laga untuk Lampard di Chelsea. Mereka punya hubungan personal yang baik. Kerja sama Mount dan Lampard telah dimulai ketika keduanya sama-sama masih di Derby County.
Baca Ini Juga:
- 5 Pelajaran Duel Liverpool vs Chelsea: The Reds Makin Bapuk, Sudah Saatnya Jurgen Klopp Out?
- 5 Gol Terbanyak dalam Derby Manchester City Vs Manchester United
- Inter Milan Menang, Fans: Jangan Lupa Bayar Cicilan Biar Gak Dinyinyirin Tetangga!
- Pemenang dan Pecundang Laga Liverpool vs Chelsea: Firmansah Dibungkus Trio Bek The Blues
- Galeri: Tandemkan Espargaro-Savadori, Inilah Corak Baru Aprilia Racing di MotoGP 2021
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kebangkitan Kobbie Mainoo Jadi Momen Emas bagi Ineos di Manchester United, Kok Bisa?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:11
-
Marc-Andre ter Stegen Absen dari Barcelona, Segera Jalani Tes Medis di Girona
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 16:45
LATEST UPDATE
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06







