Nasib Buruk Crystal Palace: Dari Juara Piala FA ke Larangan Tampil di Liga Europa, Hingga Ancaman Eksodus Pemain
Gia Yuda Pradana | 21 Agustus 2025 17:17
Bola.net - Crystal Palace musim lalu merayakan kemenangan besar dengan menjuarai Piala FA, tapi kini mereka menghadapi masalah serius. Setelah meraih trofi pertama dalam sejarah klub, mereka dilarang tampil di Liga Europa akibat pelanggaran kepemilikan multi-klub yang melibatkan Lyon dari Prancis.
Keputusan UEFA untuk menurunkan status mereka ke UEFA Conference League telah memicu reaksi keras dari klub. Ancaman eksodus pemain kunci seperti Eberechi Eze menambah ketidakpastian di klub yang baru saja meraih kesuksesan.
Artikel ini akan membahas perjalanan Crystal Palace dari juara Piala FA hingga larangan tampil di Eropa, serta dampak yang ditimbulkan bagi klub dan pemain.
Kemenangan Piala FA dan Community Shield
Crystal Palace mencatatkan sejarah dengan menjuarai Piala FA untuk pertama kalinya pada musim 2024-2025. Ini didapatkan setelah mereka mengalahkan Manchester City dengan skor 1-0 berkat gol Eberechi Eze.
Dengan kemenangan itu, Crystal Palace sebenarnya berhak tampil di Liga Europa untuk pertama kalinya. Selain itu, mereka juga berhasil memenangkan Community Shield 2025 setelah mengalahkan Liverpool melalui adu penalti.
Trofi Piala FA dan Community Shield menjadi pencapaian yang sangat berarti bagi klub, tapi kebahagiaan tersebut tidak bertahan lama. Keberhasilan ini seharusnya menjadi langkah awal untuk bersaing di level Eropa.
Larangan Tampil di Eropa dan Degradasi ke Conference League
Meskipun berhasil meraih Piala FA, Crystal Palace harus menghadapi kenyataan pahit setelah dilarang tampil di Liga Europa. Larangan ini disebabkan oleh pelanggaran peraturan kepemilikan multi-klub yang ditetapkan oleh UEFA.
Keputusan UEFA untuk menurunkan status mereka ke Conference League diumumkan pada 11 Juli 2025. Crystal Palace telah mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), tapi banding tersebut ditolak pada 11 Agustus 2025.
Dengan ditolaknya banding, Crystal Palace kini harus bersiap untuk bermain di babak play-off UEFA Conference League 2025-2026. Hal ini menjadi pukulan telak bagi klub yang baru saja meraih kesuksesan.
Ancaman Eksodus Pemain Kunci
Situasi di Crystal Palace semakin memburuk dengan ancaman eksodus pemain kunci. Eberechi Eze, yang menjadi pahlawan klub, kini dikabarkan akan pindah ke Arsenal dengan nilai transfer sekitar £60 juta.
Arsenal berhasil membajak kesepakatan yang hampir tercapai antara Eze dan Tottenham. Selain Eze, ada kekhawatiran bahwa pemain kunci lainnya seperti Marc Guehi juga bisa meninggalkan klub.
Kepergian pemain-pemain kunci ini dapat berdampak besar pada kekuatan tim di musim baru. Crystal Palace harus segera mencari solusi untuk mempertahankan pemain-pemain terbaik mereka.
Kecaman Terhadap Putusan UEFA dan CAS
Crystal Palace melayangkan kecaman keras terhadap putusan UEFA dan CAS yang menurunkan status mereka. Klub merasa keputusan tersebut mengabaikan pencapaian mereka di lapangan dan tidak mencerminkan keadilan.
Pihak klub menilai bahwa ada ketidakadilan dalam penerapan aturan kepemilikan multi-klub. Mereka berharap kasus ini dapat memicu diskusi lebih mendalam mengenai keadilan dalam kompetisi sepak bola.
Dengan situasi yang semakin sulit, Crystal Palace bertekad untuk menghadapi kompetisi Conference League. Mereka akan terus mencari nasihat hukum untuk menentukan langkah selanjutnya.
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Real Madrid Jelas Butuh Gelandang Kreatif untuk Mengatur Permainan, tapi Kenapa Tidak Membelinya?
- Menakar Untung-Rugi Barcelona Jika Berani Menjual Gelandang Bertahan Jebolan La Masia Ini
- Skenario Transfer Yunus Musah: Bagaimana Nasibnya di AC Milan?
- Victor Boniface dan Manuver Senyap AC Milan: Leverkusen Siap Membuka Jalan
- Operasi Transfer MU Bisa Membuka Jalan Kobbie Mainoo ke Inter Milan, Bagaimana Skenarionya?
- Tak Ada Pemain yang Tak Bisa Dibeli: Al Ahli Siap Kembali Goda Juventus demi Locatelli
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Charlton vs Chelsea 11 Januari 2026
Liga Inggris 10 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Roma vs Sassuolo 11 Januari 2026
Liga Italia 10 Januari 2026, 00:00
-
Prediksi Man City vs Exeter City 10 Januari 2026
Liga Inggris 9 Januari 2026, 22:00
-
Federico Valverde Anggap Real Madrid Beruntung Menang atas Atletico
Liga Spanyol 9 Januari 2026, 12:53
LATEST UPDATE
-
Prediksi Inter vs Napoli 12 Januari 2026
Liga Italia 11 Januari 2026, 02:45
-
Prediksi Barcelona vs Real Madrid 12 Januari 2026
Liga Spanyol 11 Januari 2026, 02:00
-
Man of the Match Man City vs Exeter City: Antoine Semenyo
Liga Inggris 11 Januari 2026, 01:49
-
Head-to-Head Barcelona vs Real Madrid Jelang Final Piala Super Spanyol 2026
Liga Spanyol 11 Januari 2026, 00:10
-
Joan Garcia Siap Jalani Debut El Clasico Sebagai Kiper Terbaik Eropa
Liga Spanyol 10 Januari 2026, 23:57
-
Prediksi Bayern vs Wolfsburg 11 Januari 2026
Bundesliga 10 Januari 2026, 23:56
-
Prediksi Man United vs Brighton 11 Januari 2026
Liga Inggris 10 Januari 2026, 23:51
-
Rodrygo Goes Dipastikan Fit, Siap Guncang El Clasico Final Piala Super Spanyol
Liga Spanyol 10 Januari 2026, 23:48
-
Prediksi Fiorentina vs Milan 11 Januari 2026
Liga Italia 10 Januari 2026, 23:47
-
Prediksi Portsmouth vs Arsenal 11 Januari 2026
Liga Inggris 10 Januari 2026, 23:41
-
Hansi Flick Pastikan Lamine Yamal Siap Hadapi El Clasico
Liga Spanyol 10 Januari 2026, 23:33
-
5 Pertanyaan yang Harus Dijawab Ole Gunnar Solskjaer dalam Wawancara Manajer Man Utd
Liga Inggris 10 Januari 2026, 23:00
-
Lavani Tunjukkan Dominasi, Kalahkan Garuda Jaya 3-0 di Laga Perdana Proliga 2026
Voli 10 Januari 2026, 22:47
LATEST EDITORIAL
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52


