Neville Nilai Mental City Payah
Editor Bolanet | 7 April 2015 15:13
- Kekalahan 1-2 melawan Crystal Palace membuat Manchester City terlempar dari posisi dua ke peringkat empat klasemen sementara Premier League 2014/15 dengan tujuh laga tersisa. Eks kapten Manchester United Gary Neville menilai sang juara bertahan punya satu masalah besar yang membuat mereka jadi seperti sekarang.
Menurut Neville, masalah terbesar yang dimiliki pasukan Manuel Pellegrini adalah mental. Lemahnya mental itu tak hanya membuat City tertinggal sembilan poin dari pemimpin klasemen Chelsea, tapi juga disalip oleh Arsenal dan MU.
Mereka punya masalah dengan mental dan itu tak perlu diragukan. Tim ini takkan bisa sukses, kata Neville seperti dilansir Sky Sports.
Tim juara seharusnya sanggup tampil dengan rasa lapar akan kesuksesan, tapi mereka tidak. Mereka justru jatuh. Mereka seperti jatuh dari puncak gunung dan tak bisa bangkit lagi, imbuhnya.
Melawan Palace besutan Alan Pardew, yang menerapkan skema cukup defensif, pasukan Pellegrini seolah kehabisan akal. Setelah kebobolan dua gol terlebih dahulu oleh Glenn Murray dan Jason Puncheon, City cuma bisa menyarangkan satu gol melalui Yaya Toure. Itu tidak cukup. Vincent Kompany dan kawan-kawan pun dipaksa pulang dengan tangan hampa.
Mereka tak mampu membongkar pertahanan rapat Crystal Palace. Chelsea mengalami masalah serupa beberapa kali musim lalu dan itu membuat mereka gagal di liga, imbuh Neville. [initial]
(sky/gia)
Menurut Neville, masalah terbesar yang dimiliki pasukan Manuel Pellegrini adalah mental. Lemahnya mental itu tak hanya membuat City tertinggal sembilan poin dari pemimpin klasemen Chelsea, tapi juga disalip oleh Arsenal dan MU.
Mereka punya masalah dengan mental dan itu tak perlu diragukan. Tim ini takkan bisa sukses, kata Neville seperti dilansir Sky Sports.
Tim juara seharusnya sanggup tampil dengan rasa lapar akan kesuksesan, tapi mereka tidak. Mereka justru jatuh. Mereka seperti jatuh dari puncak gunung dan tak bisa bangkit lagi, imbuhnya.
Melawan Palace besutan Alan Pardew, yang menerapkan skema cukup defensif, pasukan Pellegrini seolah kehabisan akal. Setelah kebobolan dua gol terlebih dahulu oleh Glenn Murray dan Jason Puncheon, City cuma bisa menyarangkan satu gol melalui Yaya Toure. Itu tidak cukup. Vincent Kompany dan kawan-kawan pun dipaksa pulang dengan tangan hampa.
Mereka tak mampu membongkar pertahanan rapat Crystal Palace. Chelsea mengalami masalah serupa beberapa kali musim lalu dan itu membuat mereka gagal di liga, imbuh Neville. [initial]
Stat Attack:
City Masih Terjerat 'Kutukan' 20 Tahun
Palace Sudah Jatuhkan Empat Juara Bertahan
'Rutinitas' Yaya Berujung Hampa
Aguero Mandul 500 Menit Lebih, Sejak Barcelona
Streak Putus, City Jatuh
Benteng Valencia & Atletico Ungguli Duo Clasico
2015, Madrid Masih Kalah Ganas Dari Barca
Lazio Tertajam Serie A 2015
9-1, Rekor Gol Kemenangan Ancelotti
Parma Anti Inter Milan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Andoni Iraola Buka Suara soal Rumor Alexis Mac Allister ke Real Madrid
Liga Inggris 22 Juli 2026, 10:31
-
Gary Neville: Tanpa Lionel Messi, Argentina Sulit Tembus Semifinal
Piala Dunia 22 Juli 2026, 10:01
LATEST UPDATE
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
-
Barcelona Tak Tutup Pintu untuk Kepergian Ronald Araujo
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 12:00
-
Kabar Baik untuk Real Madrid, Rodrygo Berpeluang Comeback Lebih Cepat
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 11:31
-
Tottenham Masuk Persaingan, 3 Klub Premier League Incar Marcus Rashford
Liga Inggris 22 Juli 2026, 11:01
-
Andoni Iraola Buka Suara soal Rumor Alexis Mac Allister ke Real Madrid
Liga Inggris 22 Juli 2026, 10:31
-
Gary Neville: Tanpa Lionel Messi, Argentina Sulit Tembus Semifinal
Piala Dunia 22 Juli 2026, 10:01
-
Inter Milan Dekati Cristian Romero, Tottenham Minta 50 Juta Euro
Liga Italia 22 Juli 2026, 08:01
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55








