Nick Woltemade si Pemain Unik: Rajin Cetak Gol, Lalu Paceklik, dan Sekarang Jadi Gelandang
Richard Andreas | 25 Februari 2026 19:49
Bola.net - Peran Nick Woltemade di Newcastle United menjadi bahan perdebatan sengit dalam beberapa pekan terakhir. Penempatannya sebagai gelandang tengah memicu reaksi keras, terutama di media sosial.
Di tengah musim yang digambarkan sebagai aneh di St James’ Park, muncul pandangan bahwa dua hal bisa sama-sama benar. Woltemade bukanlah gelandang tengah alami, tetapi peran itu bisa menjadi yang paling masuk akal untuk kebutuhan tim saat ini.
Dari dalam klub, Woltemade justru dilabeli sebagai pemain tim sejati. Pendekatan tersebut dianggap sebagai kompromi terbaik di tengah keterbatasan waktu latihan dan kebutuhan taktis jangka pendek.
Peran Sementara Woltemade dan Konteks Tim
Woltemade disebut memahami alasan di balik penempatannya sebagai nomor delapan. Ia dinilai tidak sedang “dirugikan” oleh perubahan peran tersebut dan tidak menunjukkan penolakan.
Pendekatan ini bertujuan membentuk versi baru Newcastle yang lebih agresif dalam menekan lawan. Di saat bersamaan, peran itu mencoba memaksimalkan atribut Woltemade tanpa proses adaptasi panjang di lapangan latihan.
Namun, argumen tersebut diuji setelah penampilan yang diakui sebagai yang terlemah dalam peran barunya. Eddie Howe menyebut laga itu sebagai momen ketika Woltemade paling sedikit memberi pengaruh dari lini tengah, meski tim menang 3-2 atas Qarabag.
Penampilan, Kritik, dan Nilai yang Tetap Ada
Dalam laga tersebut, Woltemade tetap memiliki momen. Salah satunya adalah aksi uniknya di babak pertama saat melakukan putaran badan dan umpan matang kepada Jacob Murphy, yang nyaris berbuah gol.
Meski demikian, secara keseluruhan pertandingan terasa berjalan melewatinya. Hal inilah yang memicu kritik keras seusai laga.
Kekhawatiran utama dari penempatan Woltemade lebih dalam adalah risiko melupakan kualitas alaminya sebagai penyelesai akhir yang instingtif. Ia direkrut untuk memimpin lini depan setelah Newcastle kehilangan figur sentral Alexander Isak.
Situasi Woltemade di Newcastle
Dalam konteks itu, perbandingan dengan Benjamin Sesko ikut mencuat. Meski performa Sesko belakangan menjadi sorotan, ia masih mencetak tiga gol lebih sedikit dibanding Woltemade.
Eddie Howe juga mendapat pembelaan atas keputusannya. Setelah kekalahan dari Brentford, Newcastle dinilai berada di ambang krisis, namun Howe mengubah pendekatan dan menemukan solusi.
Untuk sementara, serangan Newcastle dibangun di sekitar energi Anthony Gordon atau ketidakpastian Will Osula yang masih mentah. Pendekatan tersebut disebut mulai membuahkan hasil.
Momentum dan Fokus Jangka Pendek
Newcastle memenangi empat dari lima laga terakhir mereka, dengan satu-satunya kekalahan datang dari Manchester City. Hasil itu memberi dorongan menjelang rangkaian laga Premier League yang krusial.
Setelah menghadapi Everton dan Manchester United di kandang, serta bertandang ke markas Chelsea, Newcastle hanya menyisakan dua lawan dari paruh atas klasemen. Salah satunya adalah Fulham yang berada di posisi ke-10.
Dalam konteks itulah, muncul pandangan bahwa kesimpulan besar soal Woltemade sebaiknya ditunda. Prioritas Newcastle saat ini adalah menjaga momentum dan memastikan tiket Liga Champions, baik dari sisi kompetitif maupun pendapatan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pujian Senne Lammens untuk Michael Carrick: Pertahanan MU Jadi Solid!
Liga Inggris 25 Februari 2026, 19:19
-
Dulu Dibuang Milan, Sekarang Jadi Jagoan UCL: Kisah Jens Petter Hauge
Liga Champions 25 Februari 2026, 18:43
-
Masa Depan Bruno Fernandes Ditentukan Tiket Liga Champions
Liga Inggris 25 Februari 2026, 18:13
-
Live Streaming Atalanta vs Dortmund - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 25 Februari 2026, 17:45
LATEST UPDATE
-
6 Wakil Premier League ke 16 Besar Liga Champions, Memang Jago!
Liga Champions 25 Februari 2026, 22:34
-
Lionel Messi Akui Menyesal Tak Belajar Bahasa Inggris Sejak Muda
Bola Dunia Lainnya 25 Februari 2026, 21:52
-
Napoli dan Inter Sudah, Juventus dan Atalanta Menyusul Out dari Liga Champions?
Liga Champions 25 Februari 2026, 21:50
-
Pembelaan Gianluca Prestianni: Vinicius Junior Lebih Dulu Meledek Saya 'Kerdil'
Liga Champions 25 Februari 2026, 21:32
-
4 Bintang BRI Super League yang Pantas Dilirik John Herdman untuk Timnas Indonesia
Tim Nasional 25 Februari 2026, 21:07
-
Juventus vs Galatasaray: Hanya Kenan Yildiz yang Bisa Diandalkan
Liga Champions 25 Februari 2026, 20:15
-
Live Streaming Juventus vs Galatasaray - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 25 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming PSG vs Monaco - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 25 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Real Madrid vs Benfica - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 25 Februari 2026, 20:00
-
PPV Byon Combat Dibajak, Yoshua Marcellos Tegaskan Perang Lawan Pembajakan
Olahraga Lain-Lain 25 Februari 2026, 19:39
-
Pujian Senne Lammens untuk Michael Carrick: Pertahanan MU Jadi Solid!
Liga Inggris 25 Februari 2026, 19:19
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58




