Panas! Antonio Conte Balas Hinaan Diego Costa: Di Sepak Bola Ada Orang Cerdas dan Orang Bodoh!

Editor Bolanet | 28 Januari 2026 10:40
Panas! Antonio Conte Balas Hinaan Diego Costa: Di Sepak Bola Ada Orang Cerdas dan Orang Bodoh!
Pelatih Napoli, Antonio Conte berbicara di konferensi pers jelang lawan Chelsea di Liga Champions. (c) Alessandro Garofalo/LaPresse via AP

Bola.net - Perang dingin antara Antonio Conte dan Diego Costa kembali memanas secara terbuka. Sang pelatih Napoli memberikan balasan yang sangat menohok kepada mantan anak asuhnya tersebut.

Sebelumnya, Diego Costa melontarkan serangan personal yang brutal kepada Conte. Ia menyebut pelatih asal Italia itu sebagai sosok manusia terburuk yang pernah ditemuinya.

Advertisement

Conte yang sedang pusing dengan performa Napoli, tidak tinggal diam mendengar hal itu. Ia memanfaatkan sesi konferensi pers jelang laga melawan Chelsea untuk menyerang balik.

Eks manajer Chelsea itu tanpa ragu menyebut Costa masuk dalam kategori orang bodoh. Drama lama di Stamford Bridge pun kembali diungkit ke publik.

1 dari 4 halaman

Sebut Costa Orang Bodoh

Sebut Costa Orang Bodoh

Diego Costa saat masih bermain untuk Chelsea melawan Stoke City, 18 Maret 2017. (c) AP Photo/Rui Vieira

Conte ditanya oleh awak media mengenai komentar miring Costa di sebuah podcast. Dengan wajah dingin, ia mengaku malas menanggapi omongan tidak penting.

Namun, kalimat selanjutnya justru menjadi serangan fatal bagi reputasi Costa. Conte menyiratkan bahwa striker naturalisasi Spanyol itu tidak cerdas.

"Sejujurnya, saya tidak membuang energi membaca atau mengikuti apa pun yang dikatakan di surat kabar," buka Antonio Conte.

Conte menegaskan bahwa ia tidak punya waktu untuk meladeni komentar sampah. Ia lebih memilih fokus membenahi timnya yang sedang krisis.

"Di sepak bola, ada orang cerdas dan orang bodoh, jadi saya tidak akan membuang waktu saya membaca apa yang mereka katakan," sindir Conte telak.

2 dari 4 halaman

Bongkar Aib di Kamar Ganti

Bongkar Aib di Kamar Ganti

Antonio Conte. (c) AP Photo/Altaf Qadri

Conte lantas membuka kartu lama saat mereka bekerja sama di Chelsea musim 2016/17. Kala itu, mereka sukses meraih gelar juara Premier League bersama.

Namun, Conte membocorkan fakta bahwa Costa sebenarnya tidak loyal. Sang striker disebut berkali-kali merengek minta dijual saat kompetisi berjalan.

"Costa bersama saya selama satu musim. Saya bisa bicara soal sepak bolanya: Kami memenangkan liga," kenang Conte.

Prestasi di lapangan ternyata tidak sejalan dengan sikap sang pemain. Conte menyebut Costa sebagai benalu dalam tim juara tersebut.

"Dan kemudian dia mencoba hengkang tiga kali di musim yang sama. Setelah itu, saya tidak tahu apa yang terjadi," ungkapnya.

3 dari 4 halaman

Awal Mula Hinaan Costa

Kemarahan Conte ini dipicu oleh pernyataan Costa di podcast "The Obi One" milik John Obi Mikel. Costa memberikan testimoni buruk soal karakter Conte.

Mantan bomber Atletico Madrid itu mengakui kualitas taktik Conte. Namun, ia membenci kepribadian sang pelatih di luar lapangan.

"Conte oke sebagai pelatih profesional, tapi sebagai pribadi, dia adalah hal terburuk yang bisa Anda miliki setiap hari. Itu sangat buruk," tuduh Diego Costa.

Costa menggambarkan suasana latihan di bawah Conte sangat mencekam. Tidak ada rasa percaya antara pelatih dan pemain.

"Dia adalah orang yang tidak mempercayai orang lain, dia pikir dia tahu segalanya. Anda tidak menikmati latihan bersamanya," tambahnya.

4 dari 4 halaman

Serang Kehidupan Pribadi

Tidak berhenti di situ, Costa bahkan melontarkan ejekan yang sangat personal. Ia membawa-bawa kehidupan rumah tangga Conte dalam kritiknya.

Costa menyebut Conte selalu berwajah masam karena hidupnya tidak bahagia. Komentar inilah yang dinilai sudah melampaui batas kewajaran.

"Dia selalu marah, selalu bermuka masam. Dia mungkin tidak berhubungan seks di rumah karena dia pria yang sangat pahit," ejek Costa.

Costa juga mengklaim bahwa dirinya lebih dicintai di ruang ganti Chelsea. Sementara Conte disebutnya sebagai sosok yang dibenci semua orang.

"Jika saya kembali, para pemain ingin saya kembali tetapi tidak ada yang menyukainya. Itu sebabnya dia tidak bertahan lama," tutup Costa.

Perseteruan ini menambah bumbu pedas jelang laga reuni Conte melawan Chelsea di Liga Champions. Publik kini menanti apakah Conte bisa membuktikan "kecerdasannya" di lapangan hijau.