
Bola.net - Pekan ini menjadi momen yang tidak menyenangkan bagi klub-klub Premier League di Liga Champions. Enam wakil Inggris tampil di leg pertama babak 16 besar, tapi nahas tidak satu pun mampu meraih kemenangan.
Newcastle dan Arsenal setidaknya masih mengamankan hasil imbang, masing-masing melawan Barcelona dan Leverkusen. Namun, empat tim lain mengalami kekalahan, termasuk Manchester City yang dihajar Real Madrid dan Chelsea yang tumbang di markas PSG.
Situasi ini memunculkan perdebatan luas. Apakah klub-klub Inggris kelelahan akibat jadwal padat, atau sebenarnya ada masalah lain yang lebih mendasar?
Untuk mencari jawabannya, sejumlah analis dan jurnalis klub menelaah data pertandingan, komentar pelatih, serta performa masing-masing tim di leg pertama.
Jadwal Padat Dan Faktor Kelelahan

Salah satu penjelasan paling sering muncul adalah kelelahan. Klub-klub Premier League memang memainkan lebih banyak pertandingan dibandingkan sebagian besar tim dari liga top Eropa lainnya.
Lima dari enam wakil Inggris yang tampil di babak 16 besar termasuk tim dengan jumlah pertandingan terbanyak di kompetisi Eropa musim ini. Tottenham berada sedikit di belakang, namun tetap masuk dalam daftar sepuluh besar.
Data juga menunjukkan bahwa pemain Premier League menempuh menit bermain lebih tinggi sepanjang musim. Bek Newcastle Malick Thiaw menjadi pemain dengan menit bermain terbanyak, sementara kapten Liverpool Virgil van Dijk berada di posisi kedua.
Selain itu, pertandingan liga domestik di Inggris menuntut intensitas fisik yang lebih tinggi. Data menunjukkan laga Premier League melibatkan lebih banyak sprint dibanding liga top Eropa lainnya.
Dengan beban fisik seperti itu, wajar jika muncul dugaan bahwa para pemain mulai kelelahan ketika memasuki fase krusial Liga Champions. Namun, penjelasan tersebut tidak sepenuhnya memuaskan.
Faktor Tandang Yang Sering Terlupakan

Ada satu fakta sederhana yang kerap luput dari perhatian, yaitu bahwa sebagian besar klub Inggris memainkan leg pertama di kandang lawan.
Lima dari enam pertandingan berlangsung di luar Inggris. Statistik menunjukkan bahwa klub Premier League hanya memenangkan sekitar 35 persen atau kurang dari laga tandang mereka di negara seperti Turki, Jerman, dan Spanyol.
Liverpool kalah 0-1 dari Galatasaray di Istanbul. Manchester City takluk 0-3 dari Real Madrid di Santiago Bernabeu. Chelsea dihajar PSG 5-2 di Paris, sementara Tottenham mengalami kekalahan telak dengan skor sama di markas Atletico Madrid.
Dengan kondisi tersebut, hasil kurang memuaskan sebenarnya tidak sepenuhnya mengejutkan.
Dalam format baru Liga Champions, tim yang finis di delapan besar fase liga mendapat keuntungan memainkan leg kedua di kandang. Namun, konsekuensinya adalah mereka harus melewati laga pertama di markas lawan.
Hal ini memberi kesempatan bagi tim seperti Real Madrid dan PSG untuk membangun momentum lebih dulu sebelum leg kedua.
Analisis Performa Tiap Klub Inggris

Jika melihat lebih dekat, setiap klub Inggris memiliki penyebab berbeda di balik hasil mereka.
Arsenal, misalnya, dinilai kehilangan fokus saat menghadapi Leverkusen. Tim asuhan Mikel Arteta langsung kebobolan setelah jeda babak pertama. Arteta mengakui timnya sebenarnya sudah mengantisipasi pola kick-off cepat dari Leverkusen.
“Kami sudah membahasnya saat jeda dan tahu mereka sering melakukan pola seperti itu. Tapi kami tetap tertangkap tidak siap,” kata Arteta dalam konferensi pers setelah pertandingan.
Chelsea mengalami cerita berbeda. Kekalahan 5-2 dari PSG dipicu kombinasi kesalahan individu dan buruknya manajemen permainan. Pelatih Liam Rosenior mengakui timnya kehilangan kendali pada menit-menit akhir.
“15 hingga 20 menit terakhir benar-benar kacau dalam banyak hal. Itu tanggung jawab saya. Kesalahan bisa terjadi, tetapi kami harus tetap tenang dalam situasi seperti itu,” ujarnya.
Liverpool juga menghadapi masalah klasik musim ini, yaitu gagal memaksimalkan peluang. Pelatih Arne Slot menilai timnya menciptakan cukup banyak kesempatan, namun tidak mampu mengonversinya menjadi gol.
“Di pertandingan tandang Eropa Anda tidak akan mendapatkan 15 peluang. Ketika kesempatan datang, Anda harus memanfaatkannya,” kata Slot.
Manchester City mengalami kesulitan taktis saat menghadapi Real Madrid. Susunan pemain yang sangat ofensif membuat lini tengah mereka terekspos ketika Madrid melakukan transisi cepat.
Sementara itu, Tottenham mengalami malam buruk di Madrid. Kekalahan 5-2 dari Atletico mencerminkan masalah yang lebih dalam, mulai dari krisis kepercayaan diri hingga ketidakseimbangan skuad.
Newcastle Jadi Pengecualian

Di antara semua klub Inggris, Newcastle justru tampil paling impresif meski hanya meraih hasil imbang.
Mereka menahan Barcelona 1-1 di St James’ Park dan sebenarnya hampir menang. Newcastle unggul lebih dulu lewat Harvey Barnes pada menit ke-86 sebelum Barcelona menyamakan skor melalui penalti pada menit ke-94.
Pelatih Eddie Howe menilai hasil tersebut terasa sedikit tidak adil bagi timnya. “Saya rasa hasil imbang ini terasa pahit bagi kami, tetapi itu menunjukkan kualitas mereka. Jika Anda lengah sedetik saja, mereka akan menghukum Anda,” kata Howe.
Ia juga menyoroti tuntutan fisik musim ini yang sangat berat bagi timnya. “Musim ini adalah tuntutan fisik terbesar yang pernah saya berikan kepada para pemain. Jadwalnya sangat padat, tetapi mereka menunjukkan ketahanan mental dan fisik yang luar biasa.”
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 13 Maret 2026 20:15 -
Liga Champions 13 Maret 2026 19:49 -
Liga Inggris 13 Maret 2026 19:19 -
Liga Inggris 13 Maret 2026 18:48 -
Liga Inggris 13 Maret 2026 18:18 -
Liga Spanyol 13 Maret 2026 17:47
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
- Cristiano Ronaldo Jadi Co-Owner Almeria, Ini 6 Bin...
- Butuh Tembok Baru, 5 Bek Tengah Kidal yang Bisa Di...
- Chelsea Terancam Jual Superstar, 5 Nama Besar yang...
- 7 Bintang Dunia yang Bisa Gabung MLS di 2026, Term...
- 5 Perebutan Transfer Panas Man Utd vs Man City: Si...
- Juara Bukan Jaminan Aman: 5 Manajer yang Dipecat S...
- 3 Alasan Malick Diouf Layak Jadi Target MU di 2026...












:strip_icc()/kly-media-production/medias/5527027/original/093684900_1773159141-IMG-20260310-WA0036.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5435918/original/010913000_1765115053-Prabowo-rapat-aceh.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5160378/original/069897800_1741795320-cacbe7cf-b221-491f-8ec9-d3ec31df7d43.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5527100/original/091852400_1773180939-Presiden_Prabowo_Subianto__2_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5528157/original/050245500_1773244314-IMG-20260311-WA0037.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5527181/original/091285000_1773188942-Presiden_Prabowo_rapat_dengan_para_menteri.jpg)
