Pelatih Chelsea Semprot Balik Paul Merson: Jadi Pandit itu Memang Gampang!
Afdholud Dzikry | 4 Februari 2026 16:57
Bola.net - Manajer Chelsea, Liam Rosenior, tidak terima dengan kritik pedas yang dilontarkan Paul Merson. Situasi memanas pasca kekalahan The Blues di semifinal Carabao Cup, Rabu (4/2/2026) dini hari tadi.
Merson, yang juga legenda Arsenal, menyebut taktik Rosenior sangat mengecewakan. Ia menilai Chelsea bermain tanpa nyali saat mencoba membalikkan keadaan.
Kritik tersebut muncul karena Chelsea dianggap terlalu konservatif dan main aman. Padahal, mereka dalam posisi tertinggal agregat dari The Gunners.
Tak tinggal diam, Rosenior memberikan balasan menohok kepada sang komentator. Ia menyebut menjadi pengamat jauh lebih gampang daripada pelatih.
Benarkan Chelsea Main Tanpa Nyali?

Merson mengaku syok melihat pendekatan taktik Chelsea yang seolah "parkir bus". Padahal mereka butuh gol untuk mengejar defisit di leg kedua.
Ia merasa tim bertabur bintang sekelas Chelsea tidak pantas bermain setengah hati. Apalagi ini adalah laga semifinal yang krusial.
"Saya tidak percaya apa yang baru saja saya tonton," ucap Merson kepada Sky Sports usai laga.
"Chelsea bukan tim papan bawah (bottom-five). Mereka punya banyak pemenang Piala Dunia," sambungnya dengan nada heran.
Air Mata Buaya
Kekalahan agregat 4-2 ini terasa menyakitkan bagi skuad Chelsea. Bek Wesley Fofana bahkan terlihat menangis di lapangan.
Namun, simpati Merson justru sangat minim terhadap air mata tersebut. Ia menilai Fofana dan rekan-rekannya kurang fight.
"Fofana menangis. Dia harus menangis karena mereka tidak pernah mencoba menyerang," cetus Merson.
"Mereka tersingkir dengan cara yang menyedihkan (whimper) di semifinal. Itu tidak berhasil. Keluarlah dengan gagah berani, jangan seperti itu," tambahnya.
Merson juga menyoroti tempo permainan Chelsea yang dianggap lambat.
"Mereka bermain di gigi dua. Ini semifinal piala. Chelsea punya pemain untuk mengimbangi Arsenal, tapi mereka tidak berani," tutupnya.
Jadi Pundit Itu Gampang!
Rosenior menanggapi komentar miring tersebut dengan nada sarkas. Ia menyebut kritik yang datang setelah kejadian (hindsight) sangatlah mudah.
Sang manajer membela diri terkait pilihan taktiknya yang berhati-hati.
"Saya pernah jadi pundit, itu pekerjaan mudah. Sangat mudah bicara saat semua sudah terjadi," balas Rosenior.
Ia menjelaskan risiko besar jika Chelsea bermain terlalu terbuka sejak awal.
"Jika saya menyerang, melakukan high pressing, lalu kami kebobolan dua gol cepat, semua orang akan bertanya 'apa yang dia lakukan?'," tegasnya.
"Realitas pekerjaan saya adalah jika Anda kalah, Anda akan dikritik. Jika menang, Anda jenius. Biasanya ada di tengah-tengah itu," tambah Rosenior.
Statistik Tumpul Chelsea
Secara data, Chelsea sebenarnya melepaskan 14 tembakan ke gawang Kepa Arrizabalaga. Namun, kualitas peluang mereka sangat minim.
Hanya dua tembakan yang tepat sasaran sepanjang laga. Serangan mereka tumpul dan tidak efektif membongkar pertahanan Arsenal.
Angka Expected Goals (xG) mereka pun hanya 0,68. Mimpi comeback pun musnah lewat gol Kai Havertz di menit ke-97.
Meski demikian, Rosenior tetap mengapresiasi kerja keras anak asuhnya.
"Saya tidak bisa menyalahkan aplikasi taktik, intensitas, atau semangat juang para pemain," ujar Rosenior.
"Anda memang ingin mendapatkan hasil, tetapi sekarang kami harus memastikan kami istirahat, pulih, dan terus berkembang," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Guardiola Tak Menyangka Man City Bisa Dominasi Arsenal di Final Carabao Cup
Liga Inggris 23 Maret 2026, 11:15
-
Mainkan Kepa di Final Carabao Cup Sudah Tepat! Begini Penjelasan Arteta
Liga Inggris 23 Maret 2026, 10:45
-
Bagaimana Rasanya Menghancurkan Mimpi Quadruple Arsenal?
Liga Inggris 23 Maret 2026, 10:36
-
Mainkan Kepa di Final Carabao Cup, Arteta Kena Kritik Keras!
Liga Inggris 23 Maret 2026, 10:15
LATEST UPDATE
-
Igor Tudor Mendapat Kabar Ayahnya Meninggal usai Tottenham Kalah
Liga Inggris 24 Maret 2026, 01:41
-
Vinicius Junior Bangkit di Real Madrid, Peran Perez dan Arbeloa Jadi Kunci
Liga Spanyol 24 Maret 2026, 01:34
-
Isu Transfer Enzo Fernandez ke Real Madrid: Tunggu Setelah Piala Dunia
Liga Spanyol 24 Maret 2026, 01:29
-
Real Madrid Ajukan Banding untuk Kartu Merah Federico Valverde
Liga Spanyol 24 Maret 2026, 01:22
-
3 Opsi Skema Serangan Barcelona dengan Julian Alvarez
Liga Spanyol 24 Maret 2026, 00:58
-
Bukan Bintang Utama, Bek Muda Ini Jadi Pemain Paling Stabil di Barcelona
Liga Spanyol 24 Maret 2026, 00:35
-
Joan Garcia, Pilar Penting Barcelona dalam Perburuan Gelar La Liga
Liga Spanyol 24 Maret 2026, 00:25
-
Barcelona Tak Terbendung Sejak Tumbang dari Real Madrid
Liga Spanyol 24 Maret 2026, 00:19
-
Barcelona Jadi Tim La Liga Pertama yang Lolos Liga Champions Musim Depan
Liga Spanyol 24 Maret 2026, 00:13
-
Saingi AC Milan dan Inter Milan, Aston Villa Masuk Perburuan Mario Gila
Liga Italia 23 Maret 2026, 23:52
-
Inter Milan Terjebak Tren Negatif, Puasa Kemenangan Terburuk Sejak 2023
Liga Italia 23 Maret 2026, 23:46
-
Juventus Perlu Tegas Tentukan Algojo Penalti demi Hasil Maksimal
Liga Italia 23 Maret 2026, 23:38
-
Bagaimana Hierarki Serangan Juventus Seiring Kembalinya Vlahovic dan Milik?
Liga Italia 23 Maret 2026, 23:32
-
Kartu Merah Fede Valverde dan Resiko Besar Titik Balik Musim Real Madrid
Liga Spanyol 23 Maret 2026, 21:41
LATEST EDITORIAL
-
5 Calon Pelatih Baru Chelsea Jika Liam Rosenior Dipecat, Mourinho Masuk Daftar
Editorial 18 Maret 2026, 17:00
-
4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Leverkusen
Editorial 17 Maret 2026, 19:28




