5 Pelajaran dari Laga Arsenal vs Chelsea: Havertz Hukum Mantan

5 Pelajaran dari Laga Arsenal vs Chelsea: Havertz Hukum Mantan
Selebrasi penyerang Arsenal, Kai Havertz bersama William Saliba usai mencetak gol ke gawang Chelsea di leg 2 semifinal Carabao Cup, 4 Februari 2026. (c) AP Photo/Ian Walton

Bola.net - Arsenal memastikan tempat di final Carabao Cup setelah menyingkirkan Chelsea. Kepastian itu didapat usai kemenangan 1-0 di leg kedua, Rabu (4/2/2026) dini hari WIB.

Arsenal menjalani laga dengan beberapa keterbatasan di lini inti. Meski demikian, mereka tetap mampu mengendalikan momen-momen penting.

Chelsea memberikan perlawanan hingga akhir pertandingan. Namun, perbedaan efektivitas menjadi pembeda utama.

Pertandingan berjalan ketat dengan minim peluang bersih. Kedua tim lebih sering berduel di area tengah.

Gol penentu lahir dari mantan pemain Chelsea Kai Havertz di masa injury time. Momen tersebut memastikan Arsenal melangkah ke Wembley dengan agregat 4-2.

Berikut ini lima pelajaran dari laga Arsenal vs Chelsea.

1. Masalah Cedera Masih Mengganggu Arsenal

1. Masalah Cedera Masih Mengganggu Arsenal

Noni Madueke (kiri) berebut bola dengan Marc Cucurella di laga Arsenal vs Chelsea, Rabu (04/02/2026). (c) AP Photo/Ian Walton

Arsenal datang ke laga dengan beberapa pemain penting absen. Bukayo Saka tidak tersedia setelah mengalami cedera sebelumnya.

Kapten tim Martin Odegaard juga tidak masuk skuad. Absennya dua pemain kreatif memengaruhi daya serang.

Situasi ini membuat Arsenal tidak tampil tajam di depan. Arteta berharap kondisi skuad segera membaik untuk laga berikutnya.

Pertandingan Selanjutnya
Premier League Premier League | 7 Februari 2026
Arsenal Arsenal
22:00 WIB
Sunderland Sunderland

2. Strategi Unik Chelsea Saat Corner

2. Strategi Unik Chelsea Saat Corner

Perebutan bola antara winger Arsenal, Eberechi Eze dengan bek Chelsea, Trevoh Chalobah di leg 2 semifinal Carabao Cup, 4 Februari 2026. (c) AP Photo/Ian Walton

Chelsea mencoba pendekatan berbeda untuk meredam kekuatan Arsenal dari bola mati. Mereka tidak menumpuk pemain di kotak penalti saat corner lawan.

Beberapa pemain justru diposisikan di luar area untuk ancaman serangan balik. Pendekatan ini memaksa Arsenal menahan pemain di belakang.

Strategi tersebut cukup efektif meredam situasi bola mati Arsenal. The Gunners gagal mencetak gol dari skema andalan itu.

3. Arsenal Fokus pada Hasil Akhir

3. Arsenal Fokus pada Hasil Akhir

Selebrasi pemain Arsenal usai Kai Havertz (2 dari kanan) mencetak gol ke gawang Chelsea di leg 2 semifinal Carabao Cup. (c) AP Photo/Ian Walton

Arsenal tidak menampilkan permainan paling menarik. Namun, mereka bermain cukup disiplin.

Prioritas utama adalah memastikan tiket final. Pendekatan pragmatis terlihat sepanjang laga.

Chelsea dijaga agar tidak leluasa menciptakan peluang. Arsenal melakukan apa yang diperlukan untuk lolos.

4. Momen Krusial Penalti yang Tak Datang

4. Momen Krusial Penalti yang Tak Datang

Joao Pedro dipepet Noni Madueke dan Gabriel Magalhaes di laga Arsenal vs Chelsea di EFL Cup, Rabu (04/2/2026). (c) AP Photo/Ian Walton

Peluang gol sempat terlihat bisa datang dari titik putih. Kedua tim memiliki klaim penalti.

Chelsea mengajukan protes handball di kotak terlarang. Namun, keputusan wasit tidak mengarah ke penalti.

Arsenal juga meminta penalti setelah tekel pada Martinelli. Wasit menilai tekel tersebut sah.

5. Havertz Menghukum Mantan Klub

5. Havertz Menghukum Mantan Klub

Pemain Arsenal, Kai Havertz (kedua kiri), merayakan gol di akhir pertandingan leg kedua semifinal Caabao Cup kontra Chelsea, Rabu (4/2/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Ian Walton

Kai Havertz masuk sebagai pemain pengganti di fase akhir. Kehadirannya langsung memberi dampak.

Declan Rice mengirim umpan matang saat Chelsea menekan. Havertz menerima bola di ruang terbuka.

Ia melewati Robert Sanchez dan menceploskan bola ke gawang kosong. Gol itu memastikan Arsenal melaju ke final.

Sumber: Mirror

Klasemen Premier League