Pengakuan Jose Mourinho: Mungkin Saya Terlalu Keras kepada Luke Shaw
Yaumil Azis | 14 Juli 2021 09:21
Bola.net - Jose Mourinho menyadari bahwa dirinya terlalu keras dengan pemain sewaktu menukangi Manchester United dulu. Terutama pada salah satu pemain yang cukup sering ia kritik, Luke Shaw.
Shaw adalah salah satu pemain kunci dalam keberhasilan Manchester United menjadi runner-up Premier League dan Liga Europa musim lalu. Performa yang sama baiknya ia tunjukkan ketika tampil bersama Timnas Inggris di Euro 2020.
Pria berusia 26 tahun itu mencatatkan tiga asis selama ajang bergengsi tersebut berlangsung. Selain itu, ia juga mencetak gol ketika bertemu Italia pada babak final di mana the Three Lions menelan kekalahan lewat drama adu penalti.
Aksinya memukau banyak orang hingga membuatnya meraih julukan 'Shawberto Carlos'. Kendati demikian, Mourinho tidak begitu senang dengan performanya dan sempat mengkritik keras hingga membuat Shaw tidak terima.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Pengakuan Mourinho
Ketika membalas kritikan Mourinho, Shaw mengungkapkan kalau dirinya sudah cukup sering mendapatkan perlakuan seperti itu darinya. Bahkan ketika Mourinho masih menjabat sebagai pelatih di Old Trafford.
Mourinho mengakui kalau dirinya terlalu keras pada pemain, terutama Shaw. "Mungkin saya terlalu keras kepada dia, dan dia belum siap untuk itu," ungkapnya kepada talkSPORT.
Namun, bukan berarti pendekatan ini gagal. Mourinho berkata bahwa sikap keras ini telah dicoba ke beberapa pemain dan memang diakuinya tidak semua bisa menerima itu.
"Saya selalu mencoba untuk menemukan apa yang saya anggap sebagai kelemahan dari seorang pemain, dan kadang sukses, di waktu lainnya tidak," katanya lagi.
Bisa Bersikap Baik Juga
Bukan berarti Mourinho tidak bisa melakukan pendekatan yang lebih baik. Sesekali, pria berumur 58 tahun tersebut mencoba menunjukkan rasa empati kepada para pemainnya. Namun ia melihat kedua metode harus dijalankan bersamaan.
"Di waktu lain saya bisa menciptakan rasa empati kepada pemain dan mengeluarkan kemampuan terbaik mereka," kata Mourinho lagi.
"Di waktu lain, cara terbaik untuk mengeluarkan kemampuan terbaik dari mereka adalah dengan tidak menciptakan rasa empat dan mencoba membuat gesekan dan memberikan tekanan kepada pemain," pungkasnya.
Hari-hari di Manchester United telah berlalu, sekarang Mourinho sedang menatap masa depan yang baru. Seperti yang diketahui, ia akan menjalani status barunya sebagai pelatih AS Roma di musim 2021/22.
(talkSPORT)
Baca juga:
Resmi, Rekrutan Pertama Jose Mourinho di AS Roma adalah Rui Patricio
Waduh, Jose Mourinho Ingin Bajak Alex Telles dari MU?
Pujian Mourinho untuk Pelanggaran Chiellini pada Saka: Top, Cerdas, Harus jadi Dosen!
Bukan Donnarumma, Pemain Terbaik Euro 2020 Versi Jose Mourinho adalah Kyle Walker
Jadikan Bukayo Saka Penendang Terakhir Inggris, Southgate Kena Semprot Jose Mourinho
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
Liga Inggris 23 Juli 2026, 09:16
-
Kabar Buruk untuk Arsenal, William Saliba Menepi dalam Waktu Lama
Liga Inggris 23 Juli 2026, 06:07
-
Tinggalkan Chelsea, Alejandro Garnacho Sepakat Gabung Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 05:49
LATEST UPDATE
-
Kylian Mbappe Cetak Rekor Langka, Lampaui Pencapaian Messi dan Ronaldo
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:00
-
Real Madrid Resmi Rilis Jersey Tandang Hijau untuk Musim 2026/2027
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 19:49
-
Karim Adeyemi Resmi Gabung Barcelona dari Borussia Dortmund
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 18:24
-
Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Persaingan Ketat dan Optimisme Juara
Tim Nasional 23 Juli 2026, 15:59
-
Jordi Amat Bidik Gelar Juara Piala AFF 2026 Bersama Timnas Indonesia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 15:31
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34














