Pengakuan Jujur Rashford: Cuma Satu Pelatih MU yang Dicintainya, dan itu Bukan Ten Hag!
Editor Bolanet | 29 Oktober 2025 15:14
Bola.net - Marcus Rashford membuat pengakuan jujur soal kariernya yang naik turun di Manchester United. Baru-baru ini ia mengungkap satu nama pelatih yang paling ia cintai selama waktunya di Old Trafford.
Pemain yang kini dipinjamkan ke Barcelona itu telah bermain di bawah lima pelatih permanen. Nasibnya sangat beragam di bawah setiap pelatih.
Rashford mengaku sangat menikmati momen bermain di bawah Ole Gunnar Solskjaer. Ia menyebut pelatih asal Norwegia itu sebagai sosok yang fantastis.
Pengakuan ini menjadi sorotan tajam. Apalagi kariernya di Old Trafford berakhir pahit setelah 'dibuang' oleh pelatih saat ini, Ruben Amorim.
Dibuang Ruben Amorim

Perjalanan Rashford di Old Trafford berakhir di tangan Ruben Amorim. Sang manajer baru mempertanyakan kontribusi penyerang Inggris itu.
Amorim disebut tidak puas dengan performa Rashford dalam sesi latihan. Hal ini menjadi awal mula terdepaknya sang pemain.
Rashford akhirnya dipinjamkan ke Aston Villa musim lalu. Musim ini, ia kembali dilepas sebagai pinjaman ke Barcelona.
United bahkan sepakat menjual Rashford permanen ke Barcelona. Mahar 30 juta paun disepakati untuk transfer musim panas mendatang.
Pengakuan Rashford

Meski kariernya berakhir pahit, Rashford punya kenangan manis. Momen terbaiknya secara konsisten hadir di era Ole Gunnar Solskjaer.
Selama era Ole, Rashford tampil tajam dengan 22 gol di musim penuh pertama. Musim berikutnya ia mengemas 21 gol dan membawa MU ke final Liga Europa.
"Ole adalah sosok yang fantastis. Saya senang bermain di bawahnya," ujar Rashford kepada TV 2.
"Saya bisa berbicara mewakili banyak pemain di Manchester United ketika saya mengatakan bahwa kami menikmati bermain untuknya. Kami memainkan sepak bola yang bagus di bawah Ole."
Sukses Secara Personal
Rashford melanjutkan pujiannya untuk pelatih asal Norwegia itu. Ia merasa sangat sukses secara pribadi di bawah asuhan Ole.
Ia bahkan menegaskan tidak punya satu kata buruk pun untuk Solskjaer. Hubungan keduanya tampak sangat positif dan personal.
"Itu adalah periode yang sangat sukses bagi saya pribadi," lanjut Rashford.
"Dia adalah sosok yang fantastis, dan saya tidak punya satu kata buruk pun untuk diucapkan tentangnya."
Paradoks Era Ten Hag
Menariknya, musim terbaik Rashford secara statistik tidak terjadi di era Ole. Puncak golnya justru datang di bawah Erik ten Hag saat ia mencetak 30 gol.
Saat itu, Rashford sempat dianggap akan jadi salah satu pemain terbaik dunia. Namun, performanya merosot tajam setelah itu.
Ia gagal mencapai dua digit gol dalam dua musim berikutnya. Stagnasi inilah yang akhirnya membuat Amorim mengambil keputusan tegas.
Kini di Barcelona, Rashford memulai karier barunya dengan cerah. Ia sudah mencetak lima gol dan lima asis untuk tim asuhan Hansi Flick.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prediksi Chelsea vs PSG 18 Maret 2026
Liga Champions 16 Maret 2026, 17:30
-
Rumor Xabi Alonso ke Liverpool Makin Panas, Agen Akhirnya Buka Suara
Liga Inggris 16 Maret 2026, 16:38
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di MOJI, 18-19 Maret 2026
Liga Champions 16 Maret 2026, 16:23
-
Pavlovic Terpukul Usai Milan Tumbang dari Lazio
Liga Italia 16 Maret 2026, 16:02
-
Prediksi Arsenal vs Leverkusen 18 Maret 2026
Liga Champions 16 Maret 2026, 16:00
-
Man City Ditahan West Ham, Pep Guardiola Akui Salah Pilih Pemain
Liga Inggris 16 Maret 2026, 15:25
LATEST EDITORIAL
-
5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri dari Kutukan Piala Dunia
Editorial 14 Maret 2026, 06:06
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05












