Gianni Infantino Tawarkan Paket Rp179,8 Triliun, Ancaman Boikot Piala Dunia Muncul

Gianni Infantino Tawarkan Paket Rp179,8 Triliun, Ancaman Boikot Piala Dunia Muncul
Presiden FIFA Gianni Infantino (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (kanan) berjabat tangan dengan pemain Argentina Lionel Messi saat menyerahkan medali runner-up seusai laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina, 19 Juli 2026 (c) AP Photo/Abb

Bola.net - Gianni Infantino kembali menjadi pusat perhatian setelah surat yang dikirim kepada seluruh asosiasi anggota FIFA bocor ke publik. Presiden FIFA itu menawarkan paket dana senilai US$10 miliar (Rp179,8 triliun) apabila setiap federasi menyetujui rencana penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta.

Usulan tersebut memberikan waktu enam pekan bagi setiap asosiasi untuk menentukan sikap. Apabila mayoritas memilih mempertahankan sistem yang berlaku saat ini, FIFA hanya akan melanjutkan program pengembangan senilai US$2,7 miliar (Rp48,5 triliun).

Rencana itu langsung memicu respons keras dari berbagai konfederasi dan federasi nasional. Sejumlah pihak mempertanyakan proses pengambilan keputusan, sementara beberapa negara Eropa mulai mempertimbangkan langkah yang lebih ekstrem.

FIFA Tawarkan Dana Besar kepada Asosiasi Anggota

Berdasarkan isi surat yang beredar, setiap asosiasi anggota berpeluang memperoleh hingga US$40 juta (Rp719,1 miliar) jika proposal tersebut disetujui. Dana itu akan mulai tersedia pada 1 Januari 2027 sebagai bagian dari siklus pendanaan baru FIFA.

Gianni Infantino menegaskan keputusan sepenuhnya berada di tangan masing-masing anggota. Ia menulis, "Keputusan untuk melanjutkan proposal ini sepenuhnya berada di tangan Anda. Jika Anda memilih melanjutkannya, paket US$10 miliar akan tersedia mulai 1 Januari 2027, membuka fase berikutnya dalam perjalanan kita bersama."

Gelombang Penolakan dari Berbagai Federasi

Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) mengaku tidak mengetahui adanya proposal tersebut sebelum informasi itu muncul di media. Federasi tersebut juga mengaku belum menerima rincian substansial mengenai isi maupun syarat yang melekat pada rencana tersebut.

Namun, kekhawatiran serupa juga datang dari berbagai kawasan. Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (Concacaf), Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), serta Federasi Sepak Bola Prancis mempertanyakan minimnya proses tata kelola sebelum proposal dipublikasikan.

Concacaf menyampaikan, "Kami sangat prihatin terhadap tidak adanya proses yang semestinya. Setiap keputusan yang kami ambil harus dipandu oleh tata kelola yang baik, proses yang kuat, dan pengelolaan jangka panjang."

UEFA Bahas Ancaman Boikot Piala Dunia

UEFA menjadi pihak yang memberikan reaksi paling keras terhadap rencana tersebut. Sejumlah laporan mengungkapkan beberapa negara Eropa mulai mempertimbangkan boikot terhadap edisi Piala Dunia mendatang apabila proposal tetap dijalankan.

Akan tetapi, keputusan akhir belum diambil karena 55 asosiasi anggota UEFA dijadwalkan menggelar pertemuan virtual untuk membahas langkah berikutnya. Jika ancaman itu benar-benar diwujudkan, dampaknya akan sangat besar mengingat dominasi negara-negara Eropa dalam sejarah dan persaingan Piala Dunia.

Sumber: Sports Illustrated