Pengakuan Maurizio Sarri Menyesal Tinggalkan Chelsea: Saya Bikin Kesalahan Besar!
Asad Arifin | 7 Juli 2021 14:14
Bola.net - Maurizio Sarri mengakui bahwa meninggalkan Chelsea adalah kesalahan besar dalam karirnya. Padahal, pihak Chelsea sebenarnya ingin Sarri bertahan lebih lama lagi dan coba menahannya untuk pergi.
Sarri memiliki musim-musim yang impresif di Serie A bersama Napoli. Mereka memainkan sepak bola yang atraktif dan mendapat banyak pengakuan. Sarri kemudian pindah ke Chelsea pada musim 2018/2019.
Chelsea memberi pengalaman baru bagi Sarri. Sebab, ini adalah kali pertama Sarri melatih klub di luar Italia. Rupanya, Sarri tidak betah tinggal di luar negeri. Sarri hanya satu musim menjadi manajer Chelsea.
Kesalahan Besar
Sarri membuka karirnya di Chelsea dengan kekalahan di Community Shield. Setelah itu, Chelsea juga gagal di Carabao Cup. Namun, pada akhir musim, Sarri sukses memberikan gelar juara Liga Europa pada klub asal London Barat itu.
Setelah meraih gelar juara Liga Europa, Sarri memilih hengkang. Sarri tidak betah di Inggris. Pada momen yang sama, Sarri juga mendapat tawaran dari Juventus. Sarri pun pulang ke Italia dan menjadi pelatih Juventus.
Dan, Sarri menyesali keputusan tersebut. "Di Chelsea, saya membuat kesalahan besar. Itu adalah keinginan untuk kembali ke Italia dengan segala cara," kata Sarri pada SportItalia
“Marina [Granovskaia, direktur Chelsea] menghalangi saya untuk meninggalkan Chelsea, saya memiliki keinginan untuk kembali ke Italia," sambung pelatih yang kini berusia 62 tahun.
Apa yang Bikin Sarri Menyesal?
Sarri mengungkapkan apa yang membuat dia menyesal terlalu cepat keluar dari Chelsea. Sarri merasa, setelah dia pergi, The Blues mendatangkan banyak pemain muda yang profilnya sesuai dengan gaya sepak bola-nya.
"Pada tahun-tahun berikutnya mereka mendatangkan banyak pemain muda yang cocok dengan gaya saya," kata Sarri.
"Saya mengalami tahun tertentu, di mana [Roma] Abramovich tidak bisa masuk ke Inggris dan kami memiliki pemilik yang tidak hadir. Situasi yang cukup sulit, semua di tangan Marina dan dia memiliki seribu masalah untuk dipecahkan, aspek sepak bola ada di tangan staf, dan tidak memiliki kekuatan ekonomi yang tersedia."
“Kemudian datang [Timo] Werner, [Kai] Havertz, [Mason] Mount, [Hakim] Ziyech, yang semuanya cocok untuk saya dan cara bermain saya," tutup Sarri.
Sumber: SportsItalia
Baca Ini Juga:
- Wahai Liverpool, Maukah Berikan Kesempatan Kedua Buat Danny Ings?
- MU Butuh Declan Rice? Sudah Sangat Jelas!
- PSG Terus Dekati Paul Pogba, Bakal Jadi Tim Super!
- Waduh, Arsenal Stress Alexandre Lacazette Gak Laku-laku?
- Bocoran Orang Dalam West Ham, Liverpool Segera Kirim Lamaran untuk Declan Rice
- Diincar Real Madrid dan Juventus, Kalvin Phillips Justru Pilih Setia di Leeds United
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kontingen Belanda Bikin Nyaman Ryan Gravenberch di Liverpool, Tapi...
Liga Inggris 8 Maret 2026, 01:41
-
Saingi MU, Liverpool Juga Incar Bintang Juventus Ini di Musim Panas 2026
Liga Inggris 7 Maret 2026, 23:51
-
Ryan Gravenberch Resmi Teken Kontrak Baru di Liverpool
Liga Inggris 7 Maret 2026, 22:59
LATEST UPDATE
-
Joao Cancelo Beri Barcelona Kebebasan Taktis yang Lama Hilang
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 14:23
-
AC Milan dan Makna Penting 3 Poin di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 13:59
-
Allegri Tanggapi Rumor Real Madrid: Apa Kata Pelatih AC Milan Ini?
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 13:34
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen Formula 1 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 13:00
-
Kelemahan AC Milan Adalah Kekuatan Inter Milan
Liga Italia 8 Maret 2026, 12:56
-
Klasemen Pembalap Formula 1 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 12:46
-
Klasemen Sementara Formula 1 2026 Usai Grand Prix Australia di Albert Park
Otomotif 8 Maret 2026, 12:41













