Pep Guardiola Didesak Mundur: 5 Alasan Era Emas Man City Mulai Terasa Seperti Akhir Tragis Arsene Wenger
Editor Bolanet | 24 Januari 2026 10:20
Bola.net - Hampir satu dekade memimpin Manchester City, Pep Guardiola kini menghadapi tuntutan mundur yang paling keras. Bukan dari manajemen, melainkan dari pandangan tajam Adrian Durham di talkSPORT menyusul dua kekalahan memalukan dalam sepekan terakhir.
Situasinya mulai terasa familier, sebuah déjà vu yang menyakitkan bagi penikmat sejarah Premier League. Durham tak segan membandingkan fase ini dengan masa-masa akhir Arsene Wenger di Arsenal: seorang jenius yang bertahan terlalu lama hingga kilaunya memudar.
City baru saja dihajar rival sekota di Old Trafford, lalu dipermalukan Bodo/Glimt di Liga Champions hanya selang tiga hari. Di kancah domestik, mereka tertinggal tujuh poin dari Arsenal dan terancam terlempar dari posisi delapan besar fase liga Eropa.
Bagi Durham, ini bukan sekadar nasib buruk atau siklus biasa. Ia menilai Guardiola memiliki "kewajiban moral" untuk meletakkan jabatannya demi kebaikan fans dan klub yang telah ia bawa meraih 18 trofi sejak 2016.
"Pep Guardiola sangat brilian, tapi sekarang tidak lagi. Ini mengingatkan saya pada era Wenger," ujar Durham dalam podcast Fiery Fridays.
Filosofi Mundur Secara Ksatria

Durham memiliki pandangan tegas mengenai tanggung jawab seorang manajer elit. Menurutnya, ketika sebuah tim super mengalami kekalahan yang tidak seharusnya terjadi, sang pelatih harus berani mengambil sikap drastis.
Ia menekankan bahwa tawaran mundur adalah bentuk akuntabilitas tertinggi, bukan sekadar menyerah pada keadaan.
"Saya punya keyakinan lama bahwa manajer mana pun yang mengawasi tim yang mengalami hasil memalukan... mereka punya kewajiban kepada klub, kepada fans, untuk menawarkan pengunduran diri," tegasnya.
Tawaran tersebut tidak serta merta harus diterima oleh manajemen. Namun, itu adalah sinyal bahwa manajer sadar dirinya telah gagal menjalankan tugas.
"Manajer itu mengakui, 'Saya bertanggung jawab, sayalah yang harus disalahkan... Saya gagal melakukan pekerjaan saya dengan benar'," imbuhnya.
Sepak Bola Buruk dan Manajemen yang Salah

Kekalahan beruntun ini membuka borok yang lebih dalam di tubuh The Citizens. Durham menolak alasan "kurang beruntung" seperti saat City disingkirkan Wigan di Piala FA tahun 2018 silam, di mana City mendominasi namun gagal mencetak gol.
Kali ini berbeda. Performa melawan Manchester United dan Bodo/Glimt dinilai sebagai titik nadir kualitas permainan City yang, menurut Durham, "buruk dan bau".
"Itu bisa saja berakhir lima atau enam-nol di kedua pertandingan tersebut. Itu bukan tidak beruntung, itu sepak bola yang buruk dan manajemen yang buruk," kecam Durham.
Ironisnya, tim lawan justru tampil lebih meyakinkan dengan gaya permainan yang biasanya menjadi ciri khas Guardiola.
"Dia (Pep) bilang Bodo/Glimt sangat bagus... tapi City membuat mereka terlihat seperti Barcelona di masa jaya. Ironisnya, tim itu dilatih oleh Pep Guardiola," sindirnya tajam.
Misteri Lini Tengah dan Tanda Tanya Kalvin Phillips
Absennya Rodri selama delapan bulan akibat cedera ACL pada September 2024 memang menjadi pukulan telak. Namun, kembalinya sang pemenang Ballon d'Or yang belum maksimal justru menambah masalah baru di lini tengah.
Di tengah krisis ini, sorotan tajam diarahkan pada keputusan manajemen terkait Kalvin Phillips. Pemain bergaji £150.000 per minggu itu seolah terlupakan, hanya tampil tujuh menit di Carabao Cup musim ini.
"Di tengah semua ini, mengapa tidak ada yang bertanya di mana Kalvin Phillips?" gugat Durham penuh keheranan.
Durham mempertanyakan kemampuan manajerial Guardiola dalam mengelola aset mahal yang justru bisa dimaksimalkan oleh pelatih lain seperti Marcelo Bielsa atau Gareth Southgate.
"Saya bertanya-tanya bagaimana Bielsa dan Southgate bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya, tapi Pep Guardiola tidak bisa," keluhnya.
Eksperimen Gagal dan Mesin Gol yang Macet
Masalah tak berhenti di lini tengah. Phil Foden, yang diharapkan menjadi tumpuan Timnas Inggris di Piala Dunia musim panas nanti, kini terlihat kehilangan arah setelah sembilan laga tanpa gol atau assist.
"Dia (Foden) terlihat benar-benar tersesat," komentar Durham singkat mengenai performa sang bintang muda.
Di sektor pertahanan, obsesi Guardiola mengubah posisi pemain, seperti Nico O'Reilly menjadi bek kiri, telah memakan korban. Rayan Ait-Nouri, rekrutan anyar yang bersinar di Wolves, kini tenggelam dan jarang mendapat menit bermain meski kondisinya fit.
"Obsesi Pep untuk tidak menggunakan full-back ortodoks telah menjadi bumerang yang menghantamnya dengan keras," analisis Durham.
Puncaknya adalah kemandulan Erling Haaland. Penyerang Norwegia itu hanya mencetak satu gol dalam delapan laga terakhir di semua kompetisi, sebuah statistik yang tak masuk akal bagi mesin gol sekelasnya.
"Anda, saya, dan anjing saya bisa membuat Erling Haaland mencetak gol, (tapi) Pep Guardiola tidak bisa," tutup Durham dengan sarkasme menohok.
Kontrak Guardiola memang baru diperpanjang hingga akhir musim depan pada November 2024 lalu. Namun, serangkaian fakta di lapangan membuat desakan mundur ini terdengar semakin logis di telinga para pengamat, bukan sekadar emosi sesaat.
Sumber: Talksport
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rodri Cabut, Manchester City Kejar Gelandang Chelsea Ini
Liga Inggris 7 Agustus 2026, 20:30
-
Rodri Pilih Barcelona, Awal Keputusan Itu Ternyata Terjadi Saat Piala Dunia
Liga Spanyol 7 Agustus 2026, 20:04
-
Manchester United Jadi Rekrut Manu Koke Gak Sih?
Liga Inggris 7 Agustus 2026, 20:00
-
Kabar Terbaru Malo Gusto: Jadi Pindah ke Manchester City?
Liga Inggris 7 Agustus 2026, 19:30
-
Barcelona All Out Kejar Rodri, Ini Alasan Hansi Flick Sangat Menginginkannya
Liga Spanyol 7 Agustus 2026, 19:07
LATEST UPDATE
-
Arsenal Belum Bisa Umumkan Transfer Bruno Guimaraes dari Newcastle, Ada Apa?
Liga Inggris 8 Agustus 2026, 13:18
-
Tidak Ada Alasan, Michael Carrick Harus Bawa MU Menangkan Trofi Musim Ini!
Liga Inggris 8 Agustus 2026, 12:00
-
Perjuangan Anak Subang Berbuah Manis, Nay Sunda Raih Dua Emas di IMC 2026
Olahraga Lain-Lain 8 Agustus 2026, 11:59
-
MU Disebut Cerdas Tidak Ambil Sandro Tonali dan Rekrut Youri Tielemans
Liga Inggris 8 Agustus 2026, 11:00
-
Domino Transfer Rodri, Manchester United Gagal Dapatkan Pemain Incaran?
Liga Inggris 8 Agustus 2026, 10:00
-
ARRC Seri 4 Digelar di Mandalika, Yamaha Racing Indonesia Bidik Podium Lagi
Otomotif 8 Agustus 2026, 09:00
-
Jadwal dan Live Streaming ARRC 2026 Mandalika Hari Ini, Sabtu 8 Agustus 2026
Otomotif 8 Agustus 2026, 08:00
-
Kejutan! Liverpool Amankan Jasa Ronald Araujo dari Barcelona
Liga Inggris 8 Agustus 2026, 07:36
-
Manchester City Selangkah Lagi Amankan Bintang Timnas Maroko Ini
Liga Inggris 8 Agustus 2026, 07:00
-
Termasuk Bruno Fernandes, MU Siapkan 22 Pemain untuk Hadapi PSG
Liga Inggris 8 Agustus 2026, 06:00
-
Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026, Rizky Ridho Minta Maaf
Tim Nasional 7 Agustus 2026, 23:02
-
Ditahan Imbang Singapura, Timnas Indonesia Ulangi Rekor Buruk 12 Tahun yang Lalu
Tim Nasional 7 Agustus 2026, 22:34
-
Polemik Kartu Kuning Kedua Song Ui-Young: Timnas Indonesia Dirugikan?
Bola Indonesia 7 Agustus 2026, 22:18
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59



