Peringatan Mohamed Salah: Tanpa Standar Tinggi, Liverpool Bisa Terpuruk

Richard Andreas | 6 Mei 2026 16:16
Peringatan Mohamed Salah: Tanpa Standar Tinggi, Liverpool Bisa Terpuruk
Arne Slot mempersiapkan Mohamed Salah untuk masuk ke laga Liverpool vs Tottenham (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Kepergian Mohamed Salah dari Liverpool bukan sekadar kehilangan sosok bintang di lapangan. Lebih dari itu, ada kekhawatiran yang mulai mengemuka soal arah dan identitas tim setelah era sang penyerang berakhir.

Dalam wawancara menjelang laga Premier League melawan Manchester United yang lalu, Salah secara terbuka menyinggung satu hal krusial,yaitu soal siapa yang akan menjaga standar tinggi di ruang ganti Liverpool.

Advertisement

Pernyataan itu datang di tengah performa inkonsisten Liverpool musim ini, termasuk kekalahan menyakitkan di Old Trafford. Situasi tersebut seakan memperkuat kekhawatiran bahwa masalah tim bukan hanya soal teknis, tetapi juga mentalitas dan kepemimpinan.

1 dari 4 halaman

Kekhawatiran Salah Soal Standar Tim

Kekhawatiran Salah Soal Standar Tim

Selebrasi Mohamed Salah dalam laga Everton vs Liverpool di Premier League 2025/2026, Minggu (19/4/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Salah tidak menahan diri ketika membicarakan masa depan Liverpool. Ia mengaku sudah menyampaikan langsung kepada pihak klub tentang satu kekhawatiran utama, yaitu absennya figur teladan setelah dirinya pergi.

Ia mengenang masa awal kedatangannya di Anfield, saat budaya kerja ekstra belum sepenuhnya terbentuk. Salah kemudian menjadi contoh dengan datang lebih awal dan menjalani sesi tambahan sebelum dan sesudah latihan.

“Ketika saya datang, saya merasa tidak ada yang bekerja sebelum latihan dimulai. Saya ingin melakukannya, lalu yang lain ikut. Itu berubah secara otomatis,” ujar Salah.

Ia menegaskan bahwa standar seperti itu harus tetap dijaga. Tanpa sosok yang memimpin lewat contoh, menurutnya, situasi bisa menjadi sulit bagi klub.

2 dari 4 halaman

Budaya Elite yang Mulai Memudar

Budaya Elite yang Mulai Memudar

Mohamed Salah dalam laga Liverpool vs Crystal Palace di Premier League 2025/2026, Sabtu (25/4/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Dalam percakapan lain bersama legenda klub Steven Gerrard, Salah menyoroti pentingnya budaya elite di ruang ganti.

Ia menggambarkan bagaimana dalam satu dekade terakhir, setiap pemain memiliki tujuan yang sama dan saling menuntut satu sama lain. Jika ada yang tampil di bawah standar, rekan setim tidak ragu untuk menegur.

“Kami semua punya tujuan yang sama. Kalau Anda tidak melakukannya dengan benar yang lain akan menekan Anda,” kata Salah.

Kini, dengan banyaknya perubahan skuad, ia khawatir ikatan tersebut mulai melemah. Ia berharap pemain yang tersisa mampu menjaga semangat kolektif yang selama ini menjadi fondasi kesuksesan Liverpool.

3 dari 4 halaman

Performa Buruk dan Sorotan Mentalitas

Performa Buruk dan Sorotan Mentalitas

Mohamed Salah di laga Nottingham Forest vs Liverpool, Minggu (22/02/2026). (c) AP Photo/Dave Shopland

Kekhawatiran Salah terasa relevan setelah kekalahan 3-2 dari Manchester United di Old Trafford. Pada babak pertama, tim asuhan Arne Slot tampil rapuh dan penuh kesalahan.

Liverpool bahkan beruntung hanya tertinggal dua gol di awal laga. Penampilan tersebut jauh dari gambaran tim yang solid dan saling mendukung.

Sepanjang musim, masalah serupa terus berulang. Liverpool kerap kehilangan arah saat berada di bawah tekanan. Bahasa tubuh para pemain pun menjadi sorotan, dengan kesan kurang bertanggung jawab dan mudah menyerah.

Mentalitas kini menjadi isu utama dalam fase transisi tim, dan Arne Slot tampak belum menemukan solusinya.

4 dari 4 halaman

Era Berakhir dan Minimnya Sosok Pemimpin

Situasi semakin kompleks dengan kemungkinan berakhirnya sebuah era di Anfield. Selain Salah, wakil kapten Andy Robertson juga disebut akan hengkang.

Masa depan Alisson Becker masih belum pasti di tengah ketertarikan Juventus. Sementara itu, kapten Virgil van Dijk hanya memiliki satu tahun tersisa dalam kontraknya dan akan berusia 35 tahun pada Juli.

Pertanyaan besar pun muncul, siapa yang akan mengambil alih peran kepemimpinan di ruang ganti?

Kekhawatiran ini juga diperkuat oleh jarak yang mulai terasa antara tim dan basis suporter, terutama di tengah musim yang penuh kekecewaan.

Di tengah situasi ini, Dominik Szoboszlai mulai menunjukkan keinginan untuk mengambil peran lebih besar.

Ia mengaku berusaha menjadi contoh bagi rekan setimnya, meski mengakui proses tersebut masih berjalan. Penampilannya di Old Trafford menjadi salah satu titik terang di tengah performa tim yang mengecewakan.

LATEST UPDATE