
Bola.net - Kepergian Mohamed Salah dari Liverpool bukan sekadar kehilangan sosok bintang di lapangan. Lebih dari itu, ada kekhawatiran yang mulai mengemuka soal arah dan identitas tim setelah era sang penyerang berakhir.
Dalam wawancara menjelang laga Premier League melawan Manchester United yang lalu, Salah secara terbuka menyinggung satu hal krusial,yaitu soal siapa yang akan menjaga standar tinggi di ruang ganti Liverpool.
Pernyataan itu datang di tengah performa inkonsisten Liverpool musim ini, termasuk kekalahan menyakitkan di Old Trafford. Situasi tersebut seakan memperkuat kekhawatiran bahwa masalah tim bukan hanya soal teknis, tetapi juga mentalitas dan kepemimpinan.
Kekhawatiran Salah Soal Standar Tim

Salah tidak menahan diri ketika membicarakan masa depan Liverpool. Ia mengaku sudah menyampaikan langsung kepada pihak klub tentang satu kekhawatiran utama, yaitu absennya figur teladan setelah dirinya pergi.
Ia mengenang masa awal kedatangannya di Anfield, saat budaya kerja ekstra belum sepenuhnya terbentuk. Salah kemudian menjadi contoh dengan datang lebih awal dan menjalani sesi tambahan sebelum dan sesudah latihan.
“Ketika saya datang, saya merasa tidak ada yang bekerja sebelum latihan dimulai. Saya ingin melakukannya, lalu yang lain ikut. Itu berubah secara otomatis,” ujar Salah.
Ia menegaskan bahwa standar seperti itu harus tetap dijaga. Tanpa sosok yang memimpin lewat contoh, menurutnya, situasi bisa menjadi sulit bagi klub.
Budaya Elite yang Mulai Memudar

Dalam percakapan lain bersama legenda klub Steven Gerrard, Salah menyoroti pentingnya budaya elite di ruang ganti.
Ia menggambarkan bagaimana dalam satu dekade terakhir, setiap pemain memiliki tujuan yang sama dan saling menuntut satu sama lain. Jika ada yang tampil di bawah standar, rekan setim tidak ragu untuk menegur.
“Kami semua punya tujuan yang sama. Kalau Anda tidak melakukannya dengan benar yang lain akan menekan Anda,” kata Salah.
Kini, dengan banyaknya perubahan skuad, ia khawatir ikatan tersebut mulai melemah. Ia berharap pemain yang tersisa mampu menjaga semangat kolektif yang selama ini menjadi fondasi kesuksesan Liverpool.
Performa Buruk dan Sorotan Mentalitas

Kekhawatiran Salah terasa relevan setelah kekalahan 3-2 dari Manchester United di Old Trafford. Pada babak pertama, tim asuhan Arne Slot tampil rapuh dan penuh kesalahan.
Liverpool bahkan beruntung hanya tertinggal dua gol di awal laga. Penampilan tersebut jauh dari gambaran tim yang solid dan saling mendukung.
Sepanjang musim, masalah serupa terus berulang. Liverpool kerap kehilangan arah saat berada di bawah tekanan. Bahasa tubuh para pemain pun menjadi sorotan, dengan kesan kurang bertanggung jawab dan mudah menyerah.
Mentalitas kini menjadi isu utama dalam fase transisi tim, dan Arne Slot tampak belum menemukan solusinya.
Era Berakhir dan Minimnya Sosok Pemimpin
Situasi semakin kompleks dengan kemungkinan berakhirnya sebuah era di Anfield. Selain Salah, wakil kapten Andy Robertson juga disebut akan hengkang.
Masa depan Alisson Becker masih belum pasti di tengah ketertarikan Juventus. Sementara itu, kapten Virgil van Dijk hanya memiliki satu tahun tersisa dalam kontraknya dan akan berusia 35 tahun pada Juli.
Pertanyaan besar pun muncul, siapa yang akan mengambil alih peran kepemimpinan di ruang ganti?
Kekhawatiran ini juga diperkuat oleh jarak yang mulai terasa antara tim dan basis suporter, terutama di tengah musim yang penuh kekecewaan.
Di tengah situasi ini, Dominik Szoboszlai mulai menunjukkan keinginan untuk mengambil peran lebih besar.
Ia mengaku berusaha menjadi contoh bagi rekan setimnya, meski mengakui proses tersebut masih berjalan. Penampilannya di Old Trafford menjadi salah satu titik terang di tengah performa tim yang mengecewakan.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 25 Juni 2026 23:06Here We Go! Manchester United Sepakat untuk Lepas Andre Onana
-
Liga Inggris 25 Juni 2026 22:38Mantap! Bintang Newcastle Ini Siap 100% Gabung Manchester United
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 26 Juni 2026 15:58Prediksi Piala Dunia 2026: Yordania vs Argentina 28 Juni 2026
-
Piala Dunia 26 Juni 2026 15:44Prediksi Piala Dunia 2026: Aljazair vs Austria 28 Juni 2026
-
Piala Dunia 26 Juni 2026 15:31Prediksi Piala Dunia 2026: RD Kongo vs Uzbekistan 28 Juni 2026
-
Piala Dunia 26 Juni 2026 15:18Prediksi Piala Dunia 2026: Kolombia vs Portugal 28 Juni 2026
BERITA LAINNYA
-
inggris 25 Juni 2026 23:06Here We Go! Manchester United Sepakat untuk Lepas Andre Onana
-
inggris 25 Juni 2026 22:54Diincar MU, Bournemouth Pasang Label Tidak Dijual untuk Pemain Mereka Ini
-
inggris 25 Juni 2026 22:38Mantap! Bintang Newcastle Ini Siap 100% Gabung Manchester United
SOROT
-
Liputan6 26 Juni 2026 15:43Jokowi Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, Ini Jawaban Gerindra
-
Liputan6 26 Juni 2026 14:37Harapan Pramono Hidup saat STY Datang Latih Persija
-
Liputan6 26 Juni 2026 14:32Cerita Pramono Anung Soal Persija, Bad Mood, dan STY
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
6 Calon Pengganti Marc Cucurella di Chelsea, Ada B...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4973669/original/064565700_1729395400-WhatsApp_Image_2024-10-20_at_10.35.27.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8521484/original/059454700_1782449332-Pramono_Gage.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257326/original/039656900_1781235994-Pramono_Ultah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5345524/original/081939800_1757566095-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_17.03.36.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7767979/original/011455400_1780578714-IMG_3908__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5550700/original/064371400_1775707065-Menteri_Sekretaris_Negara__Mensesneg__Prasetyo_Hadi-9_April_2026b.jpg)

