Perjalanan Bergejolak yang Berujung Indah: Chelsea Merebut Tiket Liga Champions Bersama Enzo Maresca
Richard Andreas | 27 Mei 2025 10:37
Bola.net - Dentuman pujian bergema di dalam ruang ganti Nottingham Forest ketika Chelsea berhasil mengamankan tempat di Liga Champions. Enzo Maresca memasuki ruangan dengan ekspresi tegas, mengingatkan para pemain bahwa musim ini adalah bukti mereka bisa menepis segala keraguan.
Dengan komposisi skuad termuda di Premier League, Chelsea berhasil menduduki peringkat keempat—capaian tertinggi sejak dimulainya era Todd Boehly. Kemenangan 1-0 atas Forest menjadi puncak dari odyssey berliku yang sarat pembelajaran.
Bagaimana Maresca berhasil mentransformasi rombongan muda ini menjadi kekuatan yang diperhitungkan? Mari kita jelajahi episode-episode penting di balik pencapaian mereka.
Permulaan yang Penuh Ketidakpastian

Musim ini diawali dengan berbagai pertanyaan mendasar. Performa mengecewakan dalam pertandingan persiapan dan kekalahan 2-0 dari Manchester City di matchday pembuka semakin mempertebal keraguan.
Maresca memerlukan waktu untuk menemukan susunan yang tepat. Barulah ketika meraih kemenangan 6-2 atas Wolverhampton, Chelsea mulai memperlihatkan karakter bermainnya: Cepat, mengalir, dan mematikan di serangan balik.
Cole Palmer berperan sebagai dalang serangan, sementara Noni Madueke mencetak hattrick dalam 14 menit—sinyal bahwa eksperimen Maresca mulai membuahkan hasil.
Periode Keemasan dan Hambatan yang Menghadang
Pada Desember 2024, Chelsea sempat menjadi penantang terdekat Liverpool. Mereka mencetak 12 gol dalam tiga laga beruntun, termasuk kemenangan dramatis atas Tottenham.
Akan tetapi, cedera yang menimpa figur kunci seperti Wesley Fofana dan Nicolas Jackson mengganggu irama tim. Tanpa sosok target man di lini depan, permainan Chelsea kehilangan daya gedornya.
Sorotan tajam pun berdatangan, khususnya saat tim hanya meraih tiga kemenangan dalam 12 pertandingan antara Desember-Februari.
Masa Sulit Chelsea dan Kebangkitan Spektakuler

Kekalahan memalukan dari Brighton dua kali dalam seminggu menjadi titik nadir. Para penggemar mulai kehabisan kesabaran, bahkan sebagian melayangkan protes terhadap kepemilikan klub.
Maresca memberikan respons melalui perubahan taktis. Marc Cucurella lebih kerap menyerang ke depan, Pedro Neto diposisikan sebagai penyerang improvisasi, dan Reece James diandalkan sebagai komandan.
Hasilnya? Lima kemenangan dalam enam laga terakhir, termasuk drama akhir musik di Nottingham Forest yang mengantarkan mereka ke Liga Champions.
Rahasia Keberhasilan Maresca
Kemampuan beradaptasi secara taktis menjadi senjata andalan. Saat strategi awal tidak memberikan hasil, Maresca tidak segan melakukan inovasi—seperti mendayagunakan Cucurella sebagai solusi di lini serang.
Aspek mental pemain juga mendapat perhatian khusus. Pertemuan eksklusif diselenggarakan untuk menyatukan pandangan, sementara figur senior seperti James mengambil tanggung jawab lebih besar di balik layar.
Yang paling krusial, Maresca tetap konsisten dengan prinsipnya. "Ini bukan soal usia, tapi mentalitas," tegasnya.
Agenda yang Harus Diselesaikan Chelsea

Lolos ke Liga Champions merupakan pencapaian signifikan, namun Chelsea masih memiliki tugas yang belum tuntas. Mereka membutuhkan penyerang berkelas dunia dan gelandang sayap yang lebih stabil.
Final Conference League melawan Real Betis pada Kamis 29 Mei 2025 nanti menjadi ujian terakhir musim ini. Kemenangan akan menjadi modal berharga untuk musim depan.
Satu hal yang tidak dapat dibantah: Maresca telah membuktikan bahwa proyek muda Chelsea berada di jalur yang tepat.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Tottenham vs Man City: Dominic Solanke
Liga Inggris 2 Februari 2026, 02:28
-
Man of the Match Man United vs Fulham: Casemiro
Liga Inggris 2 Februari 2026, 00:45
LATEST UPDATE
-
Michael Carrick Full Senyum, Puji Benjamin Sesko: Mentalitas Monster Gol!
Liga Inggris 2 Februari 2026, 07:48
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Semen Padang 2 Februari 2026
Bola Indonesia 2 Februari 2026, 07:04
-
Prediksi BRI Super League: Arema vs Persijap 2 Februari 2026
Bola Indonesia 2 Februari 2026, 07:01
-
Man of the Match Parma vs Juventus: Gleison Bremer
Liga Italia 2 Februari 2026, 05:28
-
Hasil Parma vs Juventus: 4 Gol dan 3 Poin untuk Bianconeri
Liga Italia 2 Februari 2026, 04:48
-
Man of the Match Cremonese vs Inter Milan: Federico Dimarco
Liga Italia 2 Februari 2026, 02:39
-
Man of the Match Tottenham vs Man City: Dominic Solanke
Liga Inggris 2 Februari 2026, 02:28
LATEST EDITORIAL
-
7 Klub yang Paling Berpeluang Merekrut Raheem Sterling Usai Berpisah dengan Chelsea
Editorial 30 Januari 2026, 13:06
-
7 Bintang Muda yang Mencuri Perhatian di Liga Champions 2025/26
Editorial 28 Januari 2026, 13:57
-
Arsenal di Ambang Sejarah Liga Champions, Mampukah Menyapu Bersih Fase Liga?
Editorial 28 Januari 2026, 13:46
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam Borussia Dortmund dan Inter Milan
Editorial 27 Januari 2026, 16:30







