Perpisahan Manis Oliver Glasner Bersama Crystal Palace: Juara UEFA Conference League
Afdholud Dzikry | 28 Mei 2026 10:33
Bola.net - Oliver Glasner menutup perjalanan bersama Crystal Palace dengan cara yang nyaris sempurna. Ia mempersembahkan trofi UEFA Conference League setelah The Eagles menang tipis 1-0 atas Rayo Vallecano di final Liga Konferensi Eropa yang digelar di Leipzig, Kamis (28/5/2026) dini hari WIB. Hasil itu sekaligus jadi penutup manis dari era singkat yang justru penuh pencapaian.
Satu-satunya gol di laga tersebut dicetak Jean-Philippe Mateta pada babak kedua. Gol itu bukan hanya menentukan trofi, tapi juga menegaskan betapa efektifnya Palace di bawah kendali Glasner dalam momen-momen penting.
Dalam kurun kurang lebih 12 bulan, Palace sebenarnya sudah lebih dulu mengangkat FA Cup dan Community Shield. Tiga gelar dalam waktu singkat terasa kontras dengan sejarah klub yang sebelumnya belum pernah meraih trofi besar. Perubahan ini membuat era Glasner langsung menempel kuat dalam ingatan suporter.
Kini, setelah peluit panjang di Leipzig, perhatian bergeser ke masa depan klub tanpa sosok yang berhasil mengubah wajah Palace secara cepat. Perjalanan singkat itu meninggalkan banyak cerita, bukan hanya soal trofi, tapi juga cara tim ini bermain dan berpikir.
Transformasi Mentalitas di Crystal Palace

Sejak datang, Glasner langsung mengubah standar kerja Crystal Palace di lapangan. Ia membangun struktur permainan yang lebih rapi, baik saat menyerang maupun bertahan, dan perlahan menyatukan cara berpikir para pemain.
Bagi Glasner, kualitas individu saja tidak pernah cukup. Ia lebih menekankan karakter, disiplin, dan kemampuan pemain untuk bergerak sebagai satu kesatuan.
"Kami menciptakan semangat yang fantastis dan selalu meningkatkan standar," ujar Glasner.
"Tugas saya adalah menyelaraskan semua orang dalam cara bermain, menyerang, bertahan, serta menyamakan pola pikir mereka," tambahnya.
Dedikasi Penuh untuk Para Pemain

Meski membawa pulang trofi, Glasner tetap menempatkan pemain sebagai pusat dari semua pencapaian. Ia berulang kali menegaskan bahwa dirinya hanya bagian kecil dari proses yang jauh lebih besar.
Ia juga dikenal sebagai pelatih yang menuntut standar tinggi. Tidak jarang ia terlihat tegas ketika performa tim menurun sedikit saja, sesuatu yang kadang membuat suasana di ruang ganti terasa panas.
"Saya hanya membimbing kelompok pemain dan staf ini, saya mendukung mereka. Saya yakin 100 persen bahwa saya tidak bisa melakukan apa pun sendirian," ungkap Glasner.
"Pemain pantas mendapatkan semua pujian karena mereka harus mendengarkan, harus mempercayai saya dan staf saya. Mereka harus bekerja sangat keras," pungkasnya.
Kunci Kesuksesan di Balik Layar
Di balik sikap tegasnya, Glasner menilai para pemain sebenarnya memahami arah yang ia inginkan. Menurutnya, semua tuntutan itu selalu punya tujuan yang sama: membawa tim ke level yang lebih tinggi.
Ia juga mengakui bahwa tanpa eksekusi pemain di lapangan, semua rencana hanya akan jadi teori. Kerja keras di sesi latihan dan keberanian menjalankan instruksi menjadi faktor penentu.
"Saya bisa menjadi pesulap terbaik, tetapi itu tidak akan berhasil tanpa para pemain," tegas Glasner.
"Terkadang mereka sedikit kesal dengan saya, tetapi pada akhirnya mereka tahu saya menginginkan yang terbaik untuk setiap orang dan tim," sambungnya.
Laga final di Leipzig pun menjadi penampilan terakhir Glasner di pinggir lapangan bersama Crystal Palace. Di tengah perayaan, ia menyempatkan diri menyampaikan terima kasih kepada para pemain dan suporter yang telah mendukungnya dan keluarganya selama masa tugas yang singkat, tapi terasa sangat padat.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Real Madrid Menang 4-1, Jose Mourinho Beri Peringatan untuk Anak Asuhnya
Liga Inggris 13 September 2026, 10:44
-
Rapor Pemain Real Madrid saat Menang atas Rayo Vallecano: Mbappe dan Carreras Bersinar
Liga Spanyol 13 September 2026, 07:47
-
Man of the Match Madrid vs Rayo: Jude Bellingham
Liga Spanyol 13 September 2026, 05:39
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




