Ranieri Bingung Mengapa Leicester Sering Kalah
Editor Bolanet | 13 Oktober 2016 23:32
Hal yang seharusnya tidak terjadi lantaran The Foxes menyandang status juara bertahan.
Terkait hal ini, bahkan pelatih Claudio Ranieri tak tahu apa yang terjadi hingga penampilan tim asuhannya menurun. Sulit untuk bisa mengatakan apa yang sedang terjadi, kata Ranieri.
Tiga kekalahan yang diderita oleh Leicester yakni saat melawan Hull City, Liverpool, dan Manchester United.
Pada pertandingan pertandingan pertama kami kurang beruntung karena bisa menciptakan peluang. Dua pertandingan lain kami memang pantas kalah karena mereka bermain lebih baik, ulas pelatih asal Italia.
Meski muram di kancah domestik, Riyad Mahrez dan kolega justru berkibar di Liga Champions. Enam poin diborong dari dua pertandingan melawan Club Bruge dan Porto.
Akhir pekan nanti, Leicester akan berjumpa dengan Chelsea di Stamford Bridge pada lanjutan Premier League. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Manchester United Mundur dari Perburuan Cysencio Summerville?
Piala Dunia 21 Juli 2026, 10:30
-
Arsenal Ganggu Manchester United dalam Perekrutan Manu Kone?
Liga Inggris 21 Juli 2026, 10:00
-
Usai Rogers, Chelsea Kebut Transfer Bek Timnas Prancis Ini
Liga Inggris 21 Juli 2026, 08:30
LATEST UPDATE
-
Inter Milan Dekati Cristian Romero, Tottenham Minta 50 Juta Euro
Liga Italia 22 Juli 2026, 08:01
-
Luka Modric Sepakat Perpanjang Kontrak di AC Milan
Liga Italia 22 Juli 2026, 05:52
-
Italia Siap Buat Pengecualian Anggaran demi Datangkan Pep Guardiola
Piala Dunia 22 Juli 2026, 05:26
-
Emi Martinez Pertimbangkan Mundur dari Timnas Argentina
Piala Dunia 22 Juli 2026, 01:18
-
Kejutan Bursa Transfer: Real Madrid Pantau Ferran Torres!
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 00:15
-
Arda Guler Jadi Pilar Proyek Baru Jose Mourinho di Real Madrid
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 23:59
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55












