Review: Brace Gerrard Jinakkan Wimbledon
Editor Bolanet | 6 Januari 2015 04:54
- berhasil menumbangkan dengan skor 1-2 di babak ketiga FA Cup 2014-15 di The Cherry Red Records Stadium, Selasa (06/01).
Wimbledon sendiri sempat memberikan perlawanan yang alot di laga ini. Liverpool sempat unggul dahulu melalui tandukan Steven Gerrard. Sang tuan rumah bisa menyamakan kedudukan via Adebayo Akinfenwa. Namun, The Reds akhirnya bisa memenangkan laga berkat free kick apik sang Kapten di babak kedua.
Kedua tim bermain dengan tempo sedang sejak awal. Liverpool pun bermain seperti biasanya, yakni mengandalkan ball possession dengan umpan-umpan pendek antar pemain. Wimbledon yang berstatus sebagai tim underdog, tampil pede dan melakukan pressing cukup ketat.
Walau demikian, Liverpool tampil cukup meyakinkan dengan dipimpin oleh Steven Gerrard. Dan hasilnya terlihat pada menit ke-12. Javi Manquillo menguasai bola di sisi kiri pertahanan sang tuan rumah. Ia mengirim umpan crossing ke tengah kotak penalti dan bola itu langsung disambar dengan tandukan oleh Gerrard. 0-1 Wimbledon tertinggal.
Namun usai terciptanya gol tersebut, skuat Liverpool lama kelamaan justru semakin tertekan oleh permainan Wimbledon. Di menit ke-29, Simon Mignolet dipaksa untuk berjibaku mengamankan gawangnya. Sepak pojok sang tuan rumah jatuh ke kaki Rigg di tengah kotak penalti. Tak terkawal, ia langsung melepas sepakan keras ke mulut gawang. Namun, dengan cekatan Mignolet bisa menepis bola tersebut dengan tangan kanannya.
Akan tetapi, di menit ke-36, kesalahan dari Mignolet akhirnya membuat Liverpool kebobolan. Ia ingin memotong umpan sepak pojok lawan, namun gagal menjangkau bola. Kemelut sempat terjadi dan bola memantul mengenai mistar gawang dan jatuh di depan Adebayo Akinfenwa. Dengan sigap, striker gempal itu langsung menceploskan bola ke gawang. Laga kini berjalan imbang 1-1.
Liverpool berusaha untuk bangkit usai kebobolan. Namun, masalah klasik kembali menghantui mereka: kesulitan untuk membongkar pertahanan lawan di area sekitar kotak penalti. Alhasil, hingga turun minum, mereka tak bisa mengancam gawang tuan rumah lagi dan angka di papan skor tak berubah.
Wimbledon langsung tancap gas di babak kedua. Hanya dua menit berselang setelah laga digulirkan, mereka membuat prahara di kotak penalti Liverpool melalui sepak pojok. Di tiang jauh, Barett menyundul bola ke arah gawang, namun Gerrard bisa menggagalkan peluang itu dengan tandukannya.
Liverpool kemudian terus berusaha untuk menyerang sang tuan rumah dengan kreasi Philippe Coutinho. Pemain asal Brasil itu kemudian dijatuhkan di luar kotak penalti. Dari situlah, Gerrard bisa menambah keunggulan timnya via tendangan bebasnya yang akurat, tepat di menit ke-62. Tim asuhan Brendan Rodgers itu kini memimpin 1-2.
Sang tuan rumah kembali mendapat ancaman di menit ke-68. Serangan balik Liverpool dipungkasi oleh Lambert dengan sepakan kerasnya. Namun, Shea masih bisa membendung laju si kulit bundar.
Serangan Liverpool kembali menghasilkan ancaman pada menit ke-82. Balotelli, yang masuk menggantikan Lambert, berhasil melepas umpan datar di dalam kotak penalti ke arah Gerrard. Sang Kapten yang berdiri bebas mengumpankan bola pada Coutinho yang berada di belakangnya. Sayang, sepakan eks pemain Inter Milan itu masih bisa dibendung oleh Shea.
Peluang emas kembali terlahir untuk The Reds. Serangan balik yang dimotori Coutinho membuat Markovic berdiri bebas di ujung kotak penalti. Namun, sepakan kerasnya masih bisa dimentahkan oleh Shea.
Wimbledon tak mau terus tertekan dan berusaha sekuat tenaga untuk menyamakan kedudukan. Serangan mereka sempat membahayakan gawang The Reds, namun bahaya-bahaya itu masih bisa dinetralkan oleh barisan belakang Liverpool dan Mignolet.
Hingga laga berakhir, tak ada gol lagi yang tercipta. Skor tetap bertahan di angka 1-2 bagi keunggulan Liverpool. The Reds pun berhak melaju ke babak keempat Piala FA. Di babak tersebut, mereka akan ditunggu oleh Bolton Wanderers.
Wimbledon sendiri sempat memberikan perlawanan yang alot di laga ini. Liverpool sempat unggul dahulu melalui tandukan Steven Gerrard. Sang tuan rumah bisa menyamakan kedudukan via Adebayo Akinfenwa. Namun, The Reds akhirnya bisa memenangkan laga berkat free kick apik sang Kapten di babak kedua.
Kedua tim bermain dengan tempo sedang sejak awal. Liverpool pun bermain seperti biasanya, yakni mengandalkan ball possession dengan umpan-umpan pendek antar pemain. Wimbledon yang berstatus sebagai tim underdog, tampil pede dan melakukan pressing cukup ketat.
Walau demikian, Liverpool tampil cukup meyakinkan dengan dipimpin oleh Steven Gerrard. Dan hasilnya terlihat pada menit ke-12. Javi Manquillo menguasai bola di sisi kiri pertahanan sang tuan rumah. Ia mengirim umpan crossing ke tengah kotak penalti dan bola itu langsung disambar dengan tandukan oleh Gerrard. 0-1 Wimbledon tertinggal.
Namun usai terciptanya gol tersebut, skuat Liverpool lama kelamaan justru semakin tertekan oleh permainan Wimbledon. Di menit ke-29, Simon Mignolet dipaksa untuk berjibaku mengamankan gawangnya. Sepak pojok sang tuan rumah jatuh ke kaki Rigg di tengah kotak penalti. Tak terkawal, ia langsung melepas sepakan keras ke mulut gawang. Namun, dengan cekatan Mignolet bisa menepis bola tersebut dengan tangan kanannya.
Akan tetapi, di menit ke-36, kesalahan dari Mignolet akhirnya membuat Liverpool kebobolan. Ia ingin memotong umpan sepak pojok lawan, namun gagal menjangkau bola. Kemelut sempat terjadi dan bola memantul mengenai mistar gawang dan jatuh di depan Adebayo Akinfenwa. Dengan sigap, striker gempal itu langsung menceploskan bola ke gawang. Laga kini berjalan imbang 1-1.
Liverpool berusaha untuk bangkit usai kebobolan. Namun, masalah klasik kembali menghantui mereka: kesulitan untuk membongkar pertahanan lawan di area sekitar kotak penalti. Alhasil, hingga turun minum, mereka tak bisa mengancam gawang tuan rumah lagi dan angka di papan skor tak berubah.
Wimbledon langsung tancap gas di babak kedua. Hanya dua menit berselang setelah laga digulirkan, mereka membuat prahara di kotak penalti Liverpool melalui sepak pojok. Di tiang jauh, Barett menyundul bola ke arah gawang, namun Gerrard bisa menggagalkan peluang itu dengan tandukannya.
Liverpool kemudian terus berusaha untuk menyerang sang tuan rumah dengan kreasi Philippe Coutinho. Pemain asal Brasil itu kemudian dijatuhkan di luar kotak penalti. Dari situlah, Gerrard bisa menambah keunggulan timnya via tendangan bebasnya yang akurat, tepat di menit ke-62. Tim asuhan Brendan Rodgers itu kini memimpin 1-2.
Sang tuan rumah kembali mendapat ancaman di menit ke-68. Serangan balik Liverpool dipungkasi oleh Lambert dengan sepakan kerasnya. Namun, Shea masih bisa membendung laju si kulit bundar.
Serangan Liverpool kembali menghasilkan ancaman pada menit ke-82. Balotelli, yang masuk menggantikan Lambert, berhasil melepas umpan datar di dalam kotak penalti ke arah Gerrard. Sang Kapten yang berdiri bebas mengumpankan bola pada Coutinho yang berada di belakangnya. Sayang, sepakan eks pemain Inter Milan itu masih bisa dibendung oleh Shea.
Peluang emas kembali terlahir untuk The Reds. Serangan balik yang dimotori Coutinho membuat Markovic berdiri bebas di ujung kotak penalti. Namun, sepakan kerasnya masih bisa dimentahkan oleh Shea.
Wimbledon tak mau terus tertekan dan berusaha sekuat tenaga untuk menyamakan kedudukan. Serangan mereka sempat membahayakan gawang The Reds, namun bahaya-bahaya itu masih bisa dinetralkan oleh barisan belakang Liverpool dan Mignolet.
Hingga laga berakhir, tak ada gol lagi yang tercipta. Skor tetap bertahan di angka 1-2 bagi keunggulan Liverpool. The Reds pun berhak melaju ke babak keempat Piala FA. Di babak tersebut, mereka akan ditunggu oleh Bolton Wanderers.
Susunan Pemain:
Wimbledon (4-4-2): Shea; Fuller, Goodman, Barrett, Kennedy; Francomb (Sutherland 86'), Bulman, Moore (Pell 86'), Rigg (Azeez 79'); Akinfenwa, Tubbs.
Liverpool (3-4-2-1): Mignolet; Can, Skrtel, Sakho; Manquillo (Enrique 71'), Henderson, Lucas, Markovic (Toure 86'); Gerrard, Coutinho; Lambert (Balotelli 79').
Statistik Pertandingan Wimbledon - Liverpool:
Penguasaan bola: 30% - 70%
Shots (on goal): 13 (4) - 22 (9)
Corner: 6 - 5
Pelanggaran: 18 - 10
Offside: 0 - 2
Kartu kuning: 3 - 1
Kartu merah: 0 - 0. (bola/dim)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Liga Italia: Lazio Pesta Gol 6-2, AS Roma Menang, Como Comeback
Liga Italia 28 Oktober 2026, 04:51
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
-
Prediksi Liverpool vs Chelsea 29 Oktober 2026
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 14:02
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 12:28
-
Hasil BRI Super League: Bhayangkara FC Ditahan PSM Makassar
Bola Indonesia 26 Oktober 2026, 21:09
LATEST UPDATE
-
Lagi On Fire, Liverpool Siap Ladeni Perlawanan Chelsea
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 17:18
-
Kedewasaan Como yang Makin Teruji
Liga Italia 28 Oktober 2026, 17:09
-
Antonio Conte, Sosok yang Sempurna untuk Disiplinkan Skuad Bebal MU!
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 17:06
-
Michael Carrick Diberi Tiga Laga untuk Selamatkan Pekerjaannya di Manchester United
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 16:56
-
Andoni Iraola Bidik Trofi Carabao Cup Sebagai Pemanis Musim Perdananya di Liverpool
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 16:34
-
Link Nonton Streaming Persib vs Melbourne Victory Hari Ini
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 16:33
-
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
Otomotif 28 Oktober 2026, 16:28
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 28 Oktober 2026, 16:19
-
Meski Bikin Blunder Lawan Tottenham, Mike Penders Bakal Starter Lawan Liverpool
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 16:15
-
Legenda Chelsea Heran MU Masih Pertahankan Michael Carrick
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 16:07
-
Liverpool vs Chelsea, Andoni Iraola Pastikan akan Rotasi Skuad The Reds
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 15:58
-
MU Coret Julian Nagelsmann dari Kandidat Pengganti Michael Carrick
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 15:02
-
Tantang Liverpool, Chelsea Tanpa Sang Bomber Andalan
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 14:47
-
Ruben Amorim Siap Tampung Bruno Fernandes di AC Milan
Liga Italia 28 Oktober 2026, 14:32
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
