Review: Liverpool Lanjutkan Kemenangan
Editor Bolanet | 3 Desember 2014 04:34
- Bertandang ke King Power Stadium dalam matchday ke-14 Premier League, Rabu (03/12) meraup poin solid dengan kemenangan 3-1 atas Leicester City meski sempat tertinggal lebih dulu.
Dengan jersey berwarna merah, Liverpool berusaha untuk langsung menekan tuan rumah sejak peluit dimulainya babak pertama dibunyikan. Leicester terlihat sudah siap akan hal itu, mereka pun memberi respon yang bagus. Pertandingan berjalan seimbang di mana kedua tim silih berganti melakukan serangan, hanya saja mereka belum mampu menghasilkan peluang berbahaya.
Gerrard mengeksekusi tendangan bebas di kiri pertahanan tuan rumah, bola dilepas ke dalam kotak penalti dan berhasil disundul Martin Skrtel sayang tidak tepat sasaran. Kemudian, sebuah kesalahan Mignolet dalam memberikan umpan di lini belakang hampir merugikan timnya, untung bagi The Reds karena tendangan Esteban Cambiasso menyamping di kanan gawang, membuat pendukung tuan rumah yang haus kemenangan makin bersemangat.
Dan pada menit ke-22 mereka pun benar-benar bersorak menyambut gol yang terjadi karena bunuh diri Simon Mignolet. Serangan The Foxes melalui Vardy berhasil dibendung Skrtel namun Leonardo Ulloa sukses menguasai bola, dari sudut sempit di kiri gawang ia melepas tembakan rendah, bola membentur tiang dan memantul kembali ke gawang setelah mengenai Mignolet.
Empat menit berselang giliran fans Liverpool yang bersorak menyambut gol. Wes Morgan gagal menyundul bola crossing keluar dari area berbahaya dan Adam Lallana menyambutnya dengan tendangan rendah kaki kiri.
Pertandingan makin seru karena kedua tim sma-sama memburu gol kedua. Sayang tak ada gol tambahan di sisa babak pertama.
Liverpool hanya membutuhkan sembilan menit di awal babak kedua untuk membalikkan skor. Sang kapten, Steven Gerrard mencatatkan namanya dalam papan skor. Kembali Morgan gagal mengamankan pertahanannya kali ini dari serangan Raheem Sterling, bola menggelinding di dalam kotak penalti dan Gerrard yang datang dari lini kedua langsung menyambutnya dengan tendangan keras.
Situasi makin runyam bagi Leicester saat Wes Morgan melanggar Rickie Lambert sebagai last man, wasit Lee Mason langsung mengeluarkan kartu merah. Menghadapi 10 pemain, Liverpool tak kunjung menambah gol, justriu Leicester yang menciptakan beberapa peluang berbahaya. Kombinasi keberuntungan dan kerja keras Skrtel dan Mignolet berhasil mematahkannya.
Kegagalan tuan rumah mengkonversi peluang demi peluang harus dibayar mahal, dari satu serangan balik, Jordan Henderson membawa Liverpool makin menjauh dengan memanfaatkan assist Sterling di menit 83. Gol yang menyegel keunggulan tim asuhan Brendan Rodgers meski harus melewati enam menit injury time.
Kemenangan ini adalah yang kedua bagi Liverpool setelah akhir pekan lalu mereka menaklukkan Stoke City di Anfield. Leicester sendiri masih sebagai juru kunci dan kekalahan ini membuat Leicester masih belum pernah menang sejak 27 September 2014.
Susunan pemain
Dengan jersey berwarna merah, Liverpool berusaha untuk langsung menekan tuan rumah sejak peluit dimulainya babak pertama dibunyikan. Leicester terlihat sudah siap akan hal itu, mereka pun memberi respon yang bagus. Pertandingan berjalan seimbang di mana kedua tim silih berganti melakukan serangan, hanya saja mereka belum mampu menghasilkan peluang berbahaya.
Gerrard mengeksekusi tendangan bebas di kiri pertahanan tuan rumah, bola dilepas ke dalam kotak penalti dan berhasil disundul Martin Skrtel sayang tidak tepat sasaran. Kemudian, sebuah kesalahan Mignolet dalam memberikan umpan di lini belakang hampir merugikan timnya, untung bagi The Reds karena tendangan Esteban Cambiasso menyamping di kanan gawang, membuat pendukung tuan rumah yang haus kemenangan makin bersemangat.
Dan pada menit ke-22 mereka pun benar-benar bersorak menyambut gol yang terjadi karena bunuh diri Simon Mignolet. Serangan The Foxes melalui Vardy berhasil dibendung Skrtel namun Leonardo Ulloa sukses menguasai bola, dari sudut sempit di kiri gawang ia melepas tembakan rendah, bola membentur tiang dan memantul kembali ke gawang setelah mengenai Mignolet.
Empat menit berselang giliran fans Liverpool yang bersorak menyambut gol. Wes Morgan gagal menyundul bola crossing keluar dari area berbahaya dan Adam Lallana menyambutnya dengan tendangan rendah kaki kiri.
Pertandingan makin seru karena kedua tim sma-sama memburu gol kedua. Sayang tak ada gol tambahan di sisa babak pertama.
Liverpool hanya membutuhkan sembilan menit di awal babak kedua untuk membalikkan skor. Sang kapten, Steven Gerrard mencatatkan namanya dalam papan skor. Kembali Morgan gagal mengamankan pertahanannya kali ini dari serangan Raheem Sterling, bola menggelinding di dalam kotak penalti dan Gerrard yang datang dari lini kedua langsung menyambutnya dengan tendangan keras.
Situasi makin runyam bagi Leicester saat Wes Morgan melanggar Rickie Lambert sebagai last man, wasit Lee Mason langsung mengeluarkan kartu merah. Menghadapi 10 pemain, Liverpool tak kunjung menambah gol, justriu Leicester yang menciptakan beberapa peluang berbahaya. Kombinasi keberuntungan dan kerja keras Skrtel dan Mignolet berhasil mematahkannya.
Kegagalan tuan rumah mengkonversi peluang demi peluang harus dibayar mahal, dari satu serangan balik, Jordan Henderson membawa Liverpool makin menjauh dengan memanfaatkan assist Sterling di menit 83. Gol yang menyegel keunggulan tim asuhan Brendan Rodgers meski harus melewati enam menit injury time.
Kemenangan ini adalah yang kedua bagi Liverpool setelah akhir pekan lalu mereka menaklukkan Stoke City di Anfield. Leicester sendiri masih sebagai juru kunci dan kekalahan ini membuat Leicester masih belum pernah menang sejak 27 September 2014.
Susunan pemain
Leicester City : Schmeichel; De Laet, Morgan, Wasilewski, Konchesky (Albrighton 80); Mahrez, James, Cambiasso, Schlupp; Ulloa, Vardy
: Mignolet; Manquillo (Moreno 46), Toure, Skrtel, Johnson; Henderson, Gerrard, Lucas; Sterling (Lovren 90+5), Lambert, Lallana (Allen 70)
Statistik pertandingan
Shots (on target) : 20 (4) - 11 (3)
Tendangan sudut : 7 - 4
Pelanggaran : 11 - 10
Ball poss : 46 - 54. (bola/dct)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
3 Cara Xabi Alonso Memaksimalkan Morgan Rogers di Chelsea
Liga Inggris 21 Juli 2026, 18:18
-
Marcus Rashford dan MU, Cinta Lama yang Bersemi Kembali!
Liga Inggris 21 Juli 2026, 14:40
-
Chelsea Tikung Rogers, Arsenal Kejar Pemain Timnas Spanyol Ini Lagi
Piala Dunia 21 Juli 2026, 14:21
-
Lewis Hall ke Manchester United? Kayaknya Bakal Susah Deh!
Liga Inggris 21 Juli 2026, 11:30
LATEST UPDATE
-
Andoni Iraola Buka Suara soal Rumor Alexis Mac Allister ke Real Madrid
Liga Inggris 22 Juli 2026, 10:31
-
Gary Neville: Tanpa Lionel Messi, Argentina Sulit Tembus Semifinal
Piala Dunia 22 Juli 2026, 10:01
-
Inter Milan Dekati Cristian Romero, Tottenham Minta 50 Juta Euro
Liga Italia 22 Juli 2026, 08:01
-
Luka Modric Sepakat Perpanjang Kontrak di AC Milan
Liga Italia 22 Juli 2026, 05:52
-
Italia Siap Buat Pengecualian Anggaran demi Datangkan Pep Guardiola
Piala Dunia 22 Juli 2026, 05:26
-
Emi Martinez Pertimbangkan Mundur dari Timnas Argentina
Piala Dunia 22 Juli 2026, 01:18
-
Kejutan Bursa Transfer: Real Madrid Pantau Ferran Torres!
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 00:15
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55







