Rezim Kepelatihan Di Canio Disebut Mengerikan
Editor Bolanet | 27 Juli 2013 13:09
- Rumornya pelatih Paolo Di Canio menerapkan sistem kepelatihan yang menakutkan di klub berjuluk The Black Cats tersebut.
Orang ini kabarnya begitu ditakuti anak asuhnya, dan ketika hal itu ditanyakan padanya saat mendampingi pasukannya di Hong Kong, sang pelatih menjawabnya dengan enteng.
Para pemain tidak takut dengan manajer, itu mustahil. Saya tidak membunuhi orang-orang, saya hanya membiarkan mereka berlatih, kata Di Canio pada konferensi pers.
Pria Italia itu, yang menggantikan Martin O'Nell menjelang akhir musim lalu, sukses menjaga Si Kucing Hitam untuk bertahan di Liga Utama Inggris. Namun ia menghadapi kritikan atas caranya menangani para pemainnya dan rezim latihannya yang ketat.
Mantan atasannya di klub strata ketiga Swindon Town pernah berkata bahwa Di Canio melatih dengan tangan yang memegang granat.
Saya berkata kepada anak asuh saya: mereka tidak perlu mencintai saya, mereka harus mengikuti saya, dan kemudian mereka akan baik-baik saja.
Terkadang mereka harus bertarung dan terkadang mereka membuat saya gila, dan kemudian saya akan marah, namun sejujurnya ini lebih seperti sebuah keluarga, dengan rasa hormat, tandasnya.[initial] (afp/lex)
Orang ini kabarnya begitu ditakuti anak asuhnya, dan ketika hal itu ditanyakan padanya saat mendampingi pasukannya di Hong Kong, sang pelatih menjawabnya dengan enteng.
Para pemain tidak takut dengan manajer, itu mustahil. Saya tidak membunuhi orang-orang, saya hanya membiarkan mereka berlatih, kata Di Canio pada konferensi pers.
Pria Italia itu, yang menggantikan Martin O'Nell menjelang akhir musim lalu, sukses menjaga Si Kucing Hitam untuk bertahan di Liga Utama Inggris. Namun ia menghadapi kritikan atas caranya menangani para pemainnya dan rezim latihannya yang ketat.
Mantan atasannya di klub strata ketiga Swindon Town pernah berkata bahwa Di Canio melatih dengan tangan yang memegang granat.
Saya berkata kepada anak asuh saya: mereka tidak perlu mencintai saya, mereka harus mengikuti saya, dan kemudian mereka akan baik-baik saja.
Terkadang mereka harus bertarung dan terkadang mereka membuat saya gila, dan kemudian saya akan marah, namun sejujurnya ini lebih seperti sebuah keluarga, dengan rasa hormat, tandasnya.[initial] (afp/lex)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Meski Mahal, Ini Alasan MU Bakal Tetap Kejar Morgan Rogers
Liga Inggris 5 Juni 2026, 11:02
LATEST UPDATE
-
Persija Umumkan Pelatih Baru Senin, Nama Shin Tae-yong Menggema
Bola Indonesia 6 Juni 2026, 11:18
-
After Gym Makin Simpel! Banyak Cowok Beralih ke Produk 2in1 Hair & Body
Lain Lain 6 Juni 2026, 09:50
-
Rapor Pemain Timnas Indonesia vs Oman: Audero Jago, Romeny Sakti
Tim Nasional 6 Juni 2026, 07:47
-
FIFA Matchday: Indonesia Bantai Oman, Thailand Gagal Kalahkan Kuwait
Tim Nasional 6 Juni 2026, 07:47
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47













