Riise: Tak Ada Jebakan Untuk Djourou
Editor Bolanet | 5 Januari 2012 17:30
- John Arne Riise membantah teori yang menganggap para pemain Fulham sengaja beraksi untuk mencoba mengeluarkan Johan Djourou dari lapangan, saat menang 2-1 atas Arsenal kemarin.
The Gunners sudah berada di ambang kemenangan kelima mereka dalam enam partai tandang di pentas Liga Premier ketika mereka unggul lewat gol Laurent Koscielny, sebelum tuan rumah membalikkan keadaan di menit akhir lewat aksi Steve Sidwell dan Bobby Zamora.
Dan pemicu kegagalan Arsenal mengunci tiga poin di Craven Cottage diyakini manajer Arsenal, Arsene Wenger adalah karena diusirnya Djourou di babak kedua setelah menerima kartu kuning kedua - jebakan yang menurutnya sengaja dipasang The Cottagers dengan pemain macam Kerim Frei.
Kami tak akan pernah melakukan itu. Apa yang kami lakukan adalah kami paham pemain kuat macam Kerim dan memberikan bola padanya, membuat ia berhadapan satu lawan satu serta melihat apa yang bisa ia lakukan, sangkal Riise.
Itu adalah taktik, namun kami tak pernah turun bermain dan membuat pemain lawan dikartu merah. Itu bukan fair play dan kami takkan pernah melakukan itu. Ia seharusnya sudah diganjar kartu kuning untuk tekel sebelum itu.
Saya pikir ia melakukan tiga tekel dalam waktu singkat, jadi itu keputusan yang tepat dari wasit, tegas bek asal Norwegia itu.
Saya rasa sebelum kartu merahnya kami sudah bermain baik, menekan mereka namun tak bisa mendapatkan gol. Ketika mereka kehilangan seorang pemain, Anda tahu itu akan sulit untuk mereka dan Anda pun mendapatkan energi ekstra untuk kembali menekan. (espn/row)
The Gunners sudah berada di ambang kemenangan kelima mereka dalam enam partai tandang di pentas Liga Premier ketika mereka unggul lewat gol Laurent Koscielny, sebelum tuan rumah membalikkan keadaan di menit akhir lewat aksi Steve Sidwell dan Bobby Zamora.
Dan pemicu kegagalan Arsenal mengunci tiga poin di Craven Cottage diyakini manajer Arsenal, Arsene Wenger adalah karena diusirnya Djourou di babak kedua setelah menerima kartu kuning kedua - jebakan yang menurutnya sengaja dipasang The Cottagers dengan pemain macam Kerim Frei.
Kami tak akan pernah melakukan itu. Apa yang kami lakukan adalah kami paham pemain kuat macam Kerim dan memberikan bola padanya, membuat ia berhadapan satu lawan satu serta melihat apa yang bisa ia lakukan, sangkal Riise.
Itu adalah taktik, namun kami tak pernah turun bermain dan membuat pemain lawan dikartu merah. Itu bukan fair play dan kami takkan pernah melakukan itu. Ia seharusnya sudah diganjar kartu kuning untuk tekel sebelum itu.
Saya pikir ia melakukan tiga tekel dalam waktu singkat, jadi itu keputusan yang tepat dari wasit, tegas bek asal Norwegia itu.
Saya rasa sebelum kartu merahnya kami sudah bermain baik, menekan mereka namun tak bisa mendapatkan gol. Ketika mereka kehilangan seorang pemain, Anda tahu itu akan sulit untuk mereka dan Anda pun mendapatkan energi ekstra untuk kembali menekan. (espn/row)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
3 Tim kuda hitam di Piala Dunia 2026: Norwegia Punya Erling Haaland!
Piala Dunia 9 Juni 2026, 20:30
-
Daftar Pemain dan Nomor Punggung Timnas Portugal di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 9 Juni 2026, 19:58
-
Daftar 48 Negara Peserta Piala Dunia 2026
Tim Nasional 9 Juni 2026, 19:45
-
Daftar Pemain dan Nomor Punggung Timnas Brasil di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 9 Juni 2026, 18:51
-
Pembagian Grup Piala Dunia 2026
Piala Dunia 9 Juni 2026, 18:40
-
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday
Tim Nasional 9 Juni 2026, 18:31
-
Daftar Pemain dan Nomor Punggung Timnas Argentina di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 9 Juni 2026, 18:22
-
Daftar Lengkap Skuad 48 Negara di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 9 Juni 2026, 18:10
-
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026
Piala Dunia 9 Juni 2026, 18:05
-
Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini di TVRI
Piala Dunia 9 Juni 2026, 18:02
-
Link Live Streaming FIFA Matchday: Timnas Indonesia vs Mozambik
Tim Nasional 9 Juni 2026, 18:01
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19





