Setelah Kalahkan Chelsea, Man United Kembali ke Setelan Pabrik Bersama Ruben Amorim
Editor Bolanet | 27 September 2025 21:54
Bola.net - Tekanan di pundak pelatih Ruben Amorim semakin berat setelah Manchester United kembali menelan kekalahan. Setan Merah dipaksa menyerah dengan skor 1-3 saat bertandang ke markas Brentford dalam laga Premier League, Sabtu (227/9/2025) malam WIB.
Kekalahan ini terasa menyesakkan karena terjadi setelah harapan sempat membuncah usai kemenangan atas Chelsea. Namun, performa Setan Merah justru kembali antiklimaks dan menampilkan masalah yang sama.
Kegagalan penalti sang kapten, Bruno Fernandes, menjadi momen kunci yang memupus harapan untuk bangkit. Ditambah lagi, lini pertahanan MU tampil sangat rapuh pada awal laga.
Akibat hasil ini, Manchester United terlempar ke papan bawah klasemen sementara Liga Inggris. Posisi mereka bahkan kini berada di bawah Brentford yang unggul selisih gol.
Momen Krusial Gagalnya Penalti Bruno Fernandes
Manchester United sebenarnya memiliki peluang emas untuk menyamakan kedudukan dan mengubah alur permainan. Kesempatan itu datang melalui titik putih di babak kedua.
Hadiah penalti diberikan wasit setelah pelanggaran yang jelas terjadi terhadap mantan penyerang Brentford, Bryan Mbeumo. Bruno Fernandes yang maju sebagai eksekutor diharapkan mampu menunaikan tugasnya dengan baik.
Namun, sang kapten harus menunggu beberapa menit sebelum mengambil tendangan tersebut. Sayangnya, eksekusi Fernandes terlalu lemah dan mudah dibaca oleh kiper Caoimhin Kelleher.
Kegagalan itu menjadi pukulan telak bagi mental para pemain Man United. Brentford justru berhasil mengunci kemenangan mereka melalui gol Mathias Jensen pada masa injury time.
Pertahanan Amburadul Jadi Biang Kerok
Sebelum drama penalti terjadi, Manchester United sudah tertinggal dua gol akibat pertahanan yang kacau. Lini belakang mereka benar-benar dibuat tak berdaya pada 20 menit pertama pertandingan.
Gawang Altay Bayindir bobol pertama kali saat laga baru berjalan delapan menit. Igor Thiago dengan mudah melepaskan tembakan keras setelah menerima umpan terobosan dari Jordan Henderson.
Thiago kembali menjadi mimpi buruk bagi pertahanan MU dengan mencetak gol keduanya dari jarak dekat. Gol ini lahir setelah Bayindir gagal mengantisipasi umpan silang mendatar dengan sempurna.
Meskipun Benjamin Sesko sempat memperkecil ketertinggalan, gol itu tak cukup membangkitkan momentum. Alih-alih bangkit, MU justru gagal membangun serangan yang konsisten setelah jeda.
Amorim Akui MU Gagal Kendalikan Permainan
Usai pertandingan, Ruben Amorim tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia secara terbuka mengakui bahwa timnya kalah dalam segala hal dari Brentford.
"Kami tidak mengendalikan permainan. Kami memainkan permainannya Brentford," ujar Amorim kepada TNT Sports.
Menurutnya, MU gagal mengantisipasi strategi lawan yang mengandalkan duel bola pertama dan kedua. Situasi ini membuat timnya selalu berada dalam posisi yang tidak menguntungkan.
"Bola pertama, bola kedua, bola mati. Semua momen krusial berbalik melawan kami. Sulit untuk kalah lagi, tetapi kami harus memikirkan laga berikutnya," lanjutnya.
Sorotan Tajam untuk Masa Depan Amorim
Amorim juga menyoroti bagaimana gol pertama Brentford terjadi dari skema yang sudah coba diantisipasi. Ia merasa para pemainnya seharusnya bisa tampil lebih baik dalam situasi tersebut.
"Gol pertama berasal dari bola panjang. Kami sudah melatih itu dalam sepekan, dan juga soal bola mati. Satu sentuhan dan mereka mendapat peluang. Kami harus lebih baik," tegasnya.
Secara keseluruhan, sang manajer merasa timnya tidak menunjukkan identitas permainan yang seharusnya. Performa tersebut membuat masa depannya di Old Trafford kembali dipertanyakan.
"Kami tidak memainkan permainan kami. Kami hanya memiliki kendali untuk beberapa saat. Namun, kurang lebih semuanya sama. Kami harus memainkan permainan kami, bukan permainan lawan, tetapi mereka lebih kuat dalam hal itu," tutup Amorim.
Kekalahan dari Brentford ini menambah panjang daftar hasil buruk MU musim ini. Sebelumnya, mereka sudah takluk dari Arsenal, Manchester City, dan bahkan tersingkir dari Piala Liga di tangan tim kasta keempat, Grimsby Town.
Fakta bahwa MU belum pernah meraih kemenangan beruntun di bawah Amorim sejak laga debutnya semakin memperburuk keadaan. Akankah ia terus dipertahankan?.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Update Kondisi Terkini Matthijs De Ligt: Kapan Bisa Comeback di MU?
Liga Inggris 29 Juni 2026, 17:13
-
Xabi Alonso Ingin Boyong Eks Arsenal Ini ke Chelsea?
Liga Inggris 29 Juni 2026, 16:53
LATEST UPDATE
-
Akhir Karier Julian Nagelsmann Bersama Timnas Jerman?
Piala Dunia 30 Juni 2026, 18:14
-
Inggris yang Masih Penuh Misteri
Piala Dunia 30 Juni 2026, 17:00
-
Maroko dan Magi yang Tak Pernah Hilang
Piala Dunia 30 Juni 2026, 16:00
-
Belanda Terjungkal Saat Garis Akhir Sudah Terlihat
Piala Dunia 30 Juni 2026, 15:00
-
Welcoming Dinner FimelaXclusive Batch 4: Akrab, Hangat, dan Berkesan
Lain Lain 30 Juni 2026, 13:49
-
Jerman dan Akhir Sebuah Mitos
Piala Dunia 30 Juni 2026, 13:21
-
Pertunjukan Ketangguhan Mental Maroko
Piala Dunia 30 Juni 2026, 12:37
-
Bukan Pengecut, Julian Nagelsmann Menolak Mundur dari Timnas Jerman!
Piala Dunia 30 Juni 2026, 12:30
-
Maroko Tendang Belanda, Tantang Kanada di Babak 16 Besar
Piala Dunia 30 Juni 2026, 11:42
-
Man of the Match Belanda vs Maroko: Issa Diop
Piala Dunia 30 Juni 2026, 11:28
LATEST EDITORIAL
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41









