Siapa Pelatih MU Untuk Melawan Brighton di Piala FA: Darren Fletcher atau Pelatih Baru?
Editor Bolanet | 8 Januari 2026 10:47
Bola.net - Darren Fletcher dipastikan akan tetap memegang kendali Manchester United saat menghadapi Brighton di putaran ketiga Piala FA akhir pekan nanti. Namun, hasil imbang 2-2 melawan Burnley di Turf Moor, Kamis (8/1/2026) dini hari, mengirimkan pesan yang sangat jelas.
Sekadar mengganti sosok di kursi pelatih ternyata belum cukup untuk menyelesaikan benang kusut di Old Trafford. Masalah yang menghinggapi skuad Setan Merah jauh lebih dalam dari sekadar taktik satu pertandingan.
Petinggi klub, Omar Berrada dan Jason Wilcox, yang hadir langsung di tribun penonton yang dingin di Lancashire, menjadi saksi bisu betapa beratnya pekerjaan rumah mereka.
Meski Fletcher membawa perubahan formasi dan semangat baru, penyakit lama United, mulai dari rapuhnya pertahanan hingga pemborosan peluang, masih menghantui.
Tugas Lanjutan di Old Trafford

Fletcher mengonfirmasi bahwa manajemen telah memintanya untuk kembali memimpin tim di Old Trafford akhir pekan ini. Fokusnya kini beralih penuh untuk laga krusial melawan Brighton.
"Mereka telah memberi tahu saya bahwa mereka ingin saya memimpin tim pada hari Minggu," ungkap Fletcher.
Eks gelandang United itu mengakui bahwa sinyal penunjukan ini sudah terasa sejak awal pekan. Namun, prioritas utamanya saat itu adalah mempersiapkan tim melawan Burnley.
"Saya ditugaskan memimpin tim pada hari Minggu, jadi semua fokus dan energi saya tertuju ke sana sekarang," tegasnya.
Penyakit Lama MU yang Tak Kunjung Sembuh

Hasil di Turf Moor memperpanjang rekor buruk United melawan tim-tim papan bawah. Sejak awal November, United telah memainkan 10 laga melawan tim di delapan terbawah, namun hanya mampu menang dua kali.
Perubahan taktik yang dilakukan Fletcher—meninggalkan skema 3-4-3 Ruben Amorim dan kembali ke empat bek—memang membuat permainan lebih cair. United melepaskan 30 tembakan, sebuah angka yang fantastis.
Namun, pertahanan mereka tetap keropos. United mendominasi laga, sempat tertinggal, berbalik unggul, lalu kembali kebobolan.
Fakta bahwa Man United hanya mencatatkan dua clean sheet sepanjang musim ini menjadi bukti nyata rapuhnya lini belakang mereka.
"Saya pikir sudah terbukti sepanjang musim ini memberikan gol terlalu mudah," aku Fletcher.
"Sebagai sebuah tim, kami perlu meningkatkan pertahanan dan tidak kebobolan begitu banyak gol."
Kebangkitan Sesko dan Sinar Shea Lacey
Di tengah kekecewaan hasil imbang, ada sisi positif yang bisa diambil Fletcher. Benjamin Sesko akhirnya pecah telur setelah puasa gol sejak Oktober.
Striker seharga £73,7 juta itu mencetak dua gol klinis, memanfaatkan umpan Bruno Fernandes dan Patrick Dorgu.
"Saya duduk bersamanya kemarin dan menunjukkan video pergerakannya serta bagaimana peluang akan datang," kata Fletcher mengenai pendekatan personalnya pada Sesko.
Selain Sesko, debut cameo enam menit dari Shea Lacey juga mencuri perhatian. Pemain muda yang kerap diabaikan Amorim ini tampil tanpa rasa takut.
Lacey nyaris mencetak gol lewat tendangan melengkung indah yang menghantam mistar gawang. Aksi singkatnya memberi harapan baru bagi masa depan lini serang United.
"Dia kreatif, punya naluri gol, menarik, direct, dan tanpa rasa takut. Dia akan menjadi bagian besar dari masa depan Manchester United, saya tidak ragu soal itu," puji Fletcher.
Ujian Berat Menanti
Sembari Fletcher mempersiapkan tim untuk Piala FA, Berrada dan Wilcox terus bergerak mencari pelatih caretaker hingga akhir musim.
Nama Ole Gunnar Solskjaer dan Michael Carrick disebut-sebut sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan posisi Amorim.
Siapapun yang terpilih nanti, jalan terjal sudah menanti di depan mata. Setelah Brighton, Man United harus menghadapi jadwal neraka di Premier League: menjamu Manchester City dan bertandang ke markas Arsenal.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
Ketenangan Senne Lammens Jadi Kunci Kemenangan Man United atas Everton
Liga Inggris 25 Februari 2026, 00:50
LATEST UPDATE
-
Ricuh Kartel, Presiden FIFA Jamin Meksiko Aman Jadi Tuan Rumah Piala Dunia
Piala Dunia 25 Februari 2026, 17:17
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di MOJI, 25-26 Februari 2026
Liga Champions 25 Februari 2026, 17:17
-
5 Faktor yang Membuat Man United-nya Carrick Belum Terkalahkan
Liga Inggris 25 Februari 2026, 16:15
-
Tak Lagi Percaya Di Gregorio, Juventus Intip Peluang Gaet Alisson dari Liverpool
Liga Italia 25 Februari 2026, 15:23
-
Jelang Juventus vs Galatasaray, Di Gregorio Dapat Ancaman Serius Dari Juventini
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:56
-
Juventus vs Galatasaray: Tertinggal 2-5, Del Piero Ragu Bianconeri Bisa Lewati Cimbom?
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:35
-
Tempat Menonton PSG vs Monaco: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:31
-
Tempat Menonton Juventus vs Galatasaray: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:21
-
Santiago Bernabeu Membara! Real Madrid vs Benfica: Duel Hidup Mati Menuju 16 Besar UCL
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:17
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Benfica: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Champions 25 Februari 2026, 14:12
-
Jadwal Lengkap German Open 2026 dan Link Streaming di Vidio
Bulu Tangkis 25 Februari 2026, 14:11
-
Prediksi Susunan Pemain PSG vs Monaco: Juara Bertahan Incar Tiket 16 Besar
Liga Champions 25 Februari 2026, 13:57
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58





