Solusi Tumpul Lini Serang Man United? Menelisik Peran Matheus Cunha
Richard Andreas | 3 Juni 2025 06:54
Bola.net - Manchester United mengambil langkah cepat di bursa transfer musim panas ini dengan merekrut Matheus Cunha dari Wolves. Transfer senilai 62,5 juta pounds ini terjadi di tengah bayang-bayang kegagalan memalukan Setan Merah pada musim sebelumnya.
MU menyelesaikan musim di peringkat ke-15 Premier League dan gagal melaju ke kompetisi Eropa, meninggalkan banyak pekerjaan rumah bagi pelatih Ruben Amorim. Kedatangan Cunha memberikan harapan baru untuk menghidupkan kembali lini serang yang kurang produktif dan miskin kreativitas.
Kini, pertanyaan utamanya adalah seberapa besar dampak yang mampu diberikan oleh pemain asal Brasil ini terhadap sistem permainan Amorim. Dengan kepergian Alejandro Garnacho yang hampir pasti, peran Cunha bisa menjadi sangat krusial sejak awal.
Pengganti Garnacho dan Pendamping Fernandes
Salah satu kekhawatiran utama United untuk musim depan adalah minimnya pilihan di lini serang. Alejandro Garnacho diperkirakan akan meninggalkan klub. Sementara itu, Mason Mount dan Amad Diallo belum bisa diandalkan sepenuhnya akibat masalah cedera.
Selama ini, Bruno Fernandes menjadi tumpuan kreativitas utama MU, namun beban yang dipikulnya terlalu berat. Kehadiran Cunha diharapkan mampu membagi tanggung jawab tersebut dan menghadirkan opsi baru dalam skema 3-4-2-1.
Cunha dikenal memiliki fleksibilitas untuk bermain di berbagai posisi menyerang—baik sebagai penyerang kedua, gelandang serang kiri, maupun ujung tombak. Ia berpotensi mengisi posisi yang kemungkinan ditinggalkan Garnacho dan memberikan dimensi baru pada serangan tim.
Gaya Bermain Agresif dan Direct

Cunha merupakan tipe pemain yang gemar melancarkan serangan langsung ke jantung pertahanan lawan. Statistik menunjukkan bahwa ia adalah salah satu pemain paling progresif di Premier League dalam hal dribel dan umpan-umpan vertikal yang mengancam.
Selama ini, MU terlalu bergantung pada Fernandes untuk memulai serangan dari lini kedua. Cunha hadir dengan karakteristik serupa, namun dilengkapi dengan kecepatan ekstra dan naluri menyerang dari berbagai sudut lapangan.
Dalam pertandingan melawan Leicester pada musim 2024/2025 lalu, Cunha menunjukkan kualitasnya dengan mencetak satu gol dan menyumbang dua assist. Ia memperlihatkan keberanian dalam membawa bola dari tengah lapangan, melewati lawan, dan menciptakan peluang berbahaya.
Koneksi Alami dengan Sistem Amorim
Salah satu keuntungan terbesar dari Cunha adalah pengalamannya bermain dalam sistem 3-4-2-1 saat di Wolves. Di bawah asuhan Vitor Pereira dan Gary O’Neil, ia terbiasa dengan fleksibilitas peran di sepertiga akhir lapangan.
Kebiasaannya berpindah posisi, turun menjemput bola, hingga menusuk ke area kotak penalti sangat cocok dengan gaya bermain yang diinginkan Amorim. Ia bisa menjadi mitra seimbang bagi Fernandes di lini serang.
Namun, tantangan bagi Amorim adalah menjaga keseimbangan antara dua pemain kreatif ini. Karena keduanya termasuk pemain dengan tingkat usage rate tertinggi, kolaborasi mereka harus terjalin tanpa adanya ego yang saling berbenturan.
Naluri Gol dan Ancaman dari Berbagai Arah

Cunha bukan tipikal penyerang yang hanya menunggu bola datang, melainkan pemain yang aktif menciptakan peluang. Ia memiliki kemampuan untuk menembus garis pertahanan lawan, serta insting mencetak gol dari jarak dekat maupun jauh.
Contohnya terlihat jelas ketika ia mencetak gol ke gawang Fulham dan Ipswich. Dalam dua momen tersebut, ia mampu membaca ruang, mengambil posisi dengan cepat, dan mengeksekusi peluang dengan teknik tinggi.
Meskipun kaki kiri bukan kaki dominannya, Cunha telah membuktikan bahwa ia tetap berbahaya dengan kaki lemahnya, termasuk saat mencetak gol melengkung di Anfield. Kemampuan menggunakan kedua kakinya akan memberikan variasi tambahan bagi lini serang MU.
Harapan Baru untuk United yang Terpuruk
Secara teori, Matheus Cunha adalah pemain dengan profil yang sempurna untuk menghidupkan kembali serangan MU. Ia memiliki kepercayaan diri tinggi, mampu menciptakan peluang, dan tidak takut mengambil risiko.
Manchester United membutuhkan pemain yang bisa membuat perbedaan sendiri ketika serangan mengalami kebuntuan. Cunha bisa menjadi sosok tersebut jika diberi kebebasan sekaligus tanggung jawab oleh Amorim.
Dalam skuad yang kurang inspirasi, kehadiran sosok yang flamboyan dan tajam seperti Cunha berpotensi menyuntikkan energi baru. Kini, tinggal menantikan apakah ia dapat menjawab ekspektasi besar tersebut.
Jangan Lewatkan!
- Menguak Keistimewaan Treble: Hanya 9 Klub Termasuk Man United dan Barcelona yang Berhasil Meraihnya
- Lepas Garnacho, MU Bakal Rekrut Winger asal Afrika?
- Delap Gagal, MU Incar Bomber PSG Ini?
- Pemain Timnas Portugal Ini Sarankan Bruno Fernandes Terima Pinangan Al-Hilal
- Latihan Neraka! Ruben Amorim Siapkan Program Pramusim Brutal untuk Skuad Manchester United
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
MU 'Hancurkan' Manchester City, Peter Schmeichel: Terima Kasih, Carrick!
Liga Inggris 18 Januari 2026, 07:50
-
Momen Kamera Tangkap Gerutu Declan Rice Usai Gagal Kalahkan Nottingham Forest
Liga Inggris 18 Januari 2026, 07:12
LATEST UPDATE
-
Cetak Gol Lagi di Bernabeu, Raul Asencio: Semoga Bisa Lebih Banyak Lagi!
Liga Spanyol 18 Januari 2026, 09:37
-
Kalahkan Levante, Arbeloa Sanjung Mentalitas Real Madrid
Liga Spanyol 18 Januari 2026, 08:53
-
Madridista Cemooh Skuad Real Madrid, Alvaro Arbeloa: Memang Sudah Selayaknya!
Liga Spanyol 18 Januari 2026, 08:33
-
Michael Carrick Hanya Butuh 3 Hari untuk Hancurkan Sang Tetangga Berisik
Liga Inggris 18 Januari 2026, 08:10
-
Prediksi Wolves vs Newcastle 18 Januari 2026
Liga Inggris 18 Januari 2026, 08:00
-
MU 'Hancurkan' Manchester City, Peter Schmeichel: Terima Kasih, Carrick!
Liga Inggris 18 Januari 2026, 07:50
-
Yang Unik dari Piala AFF 2026: Durasi Turnamen Rasa Piala Dunia, Padahal Cuma 10 Tim
Tim Nasional 18 Januari 2026, 07:30
-
Momen Kamera Tangkap Gerutu Declan Rice Usai Gagal Kalahkan Nottingham Forest
Liga Inggris 18 Januari 2026, 07:12
-
Dominasi 78 Persen Tapi Kalah, Juventus Ukir Sejarah Paling Memalukan di Serie A
Liga Italia 18 Januari 2026, 06:40
LATEST EDITORIAL
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26
-
5 Pemain yang Bisa Dibeli Alvaro Arbeloa untuk Menyelamatkan Musim Real Madrid
Editorial 14 Januari 2026, 12:30
-
Para Pemain yang Pernah Membela Chelsea dan Arsenal
Editorial 14 Januari 2026, 11:48





