Start Impresif Liam Rosenior: Pergantian Pemain Berani Antar Chelsea ke Empat Besar
Richard Andreas | 1 Februari 2026 14:57
Bola.net - Awal karier Liam Rosenior sebagai manajer Premier League berjalan mengesankan. Dalam empat pekan pertamanya bersama Chelsea, ia langsung menghadapi ujian besar yang berujung hasil krusial.
Kemenangan comeback 3-2 atas West Ham pada Sabtu menjadi kemenangan liga ketiga beruntun sejak Rosenior menggantikan Enzo Maresca awal Januari. Hasil itu sekaligus mengangkat Chelsea ke empat besar klasemen.
Laga tersebut juga menegaskan ciri awal kepemimpinan Rosenior. Keputusan berani di tengah pertandingan, khususnya pada jeda babak, kembali menjadi faktor penentu.
Pergantian Pemain Paruh Waktu Ubah Arah Laga

Chelsea tertinggal 2-0 setelah tampil lemah di babak pertama. Rotasi besar usai laga Liga Champions melawan Napoli membuat West Ham, yang sedang terancam degradasi, tampil dominan dan layak unggul.
Rosenior merespons dengan tiga pergantian pemain saat turun minum. Marc Cucurella dan Joao Pedro, yang masuk dari bangku cadangan, masing-masing mencetak gol untuk menyamakan kedudukan.
Kebangkitan itu dituntaskan oleh Enzo Fernandez lewat gol penentu di masa tambahan waktu. Kemenangan ini menjadi comeback pertama Chelsea dari ketertinggalan dua gol untuk menang di Premier League.
Mentalitas Jadi Penekanan Rosenior

Usai laga, Rosenior menepis anggapan bahwa kunci kemenangan semata terletak pada pergantian pemain. Ia lebih menyoroti sikap dan respons para pemain sejak kedatangannya.
“Pembelajaran terbesar saya adalah ada semangat, perlawanan, dan ketangguhan dalam grup ini yang sangat saya sukai,” kata Rosenior. “Saya menuntut itu sejak hari pertama datang.”
Ia menambahkan bahwa pembicaraan di dalam tim berfokus pada reaksi terhadap situasi sulit. “Kami berbicara tentang bereaksi positif terhadap kemunduran, tentang respons saat kehilangan bola, pressing, energi, dan intensitas."
"Semua itu ada di babak kedua, yang tidak terlihat di babak pertama. Saya tidak mengaitkannya hanya dengan perubahan yang saya lakukan.”
Rotasi, Risiko, dan Evaluasi Skuad
Ada kritik terhadap performa Chelsea di babak pertama, termasuk keputusan melakukan banyak perubahan susunan pemain. Seluruh sisi kiri tim dinilai terlibat dalam dua gol West Ham dan ditarik keluar saat jeda.
Rosenior menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak ditujukan pada individu tertentu. “Para pemain yang keluar akan disorot, tetapi itu bukan sepenuhnya kesalahan mereka. Itu adalah performa kolektif yang buruk di babak pertama,” ujarnya.
“Para pemain tahu, mendukung saya, saya bisa membuat perubahan lebih awal. Itu tidak berarti mereka keluar dari pertimbangan saya.”
Pergantian cepat memang menjadi ciri Rosenior, baik di Chelsea maupun sebelumnya di Strasbourg. Dalam laga-laga awalnya, perubahan dari bangku cadangan kerap memberi dampak langsung.
Hasil Cepat, Tantangan Jangka Panjang
Rosenior kini menjadi manajer Inggris keempat yang memenangkan tiga laga Premier League pertamanya. Ia juga telah meraih enam kemenangan dari tujuh pertandingan di semua kompetisi.
Namun, sejumlah pihak menilai masalah kedalaman skuad masih menjadi tantangan. Mantan kiper Chelsea, Rob Green, menilai jarak kualitas antara pemain inti dan pelapis masih terasa.
“Rosenior memperbaiki kesalahan di babak kedua, tetapi dia punya masalah yang sama seperti Enzo Maresca,” kata Green. “Pemain yang tidak masuk starting XI jaraknya cukup jauh dari pemain utama.”
Chelsea kini berada di posisi keempat dan masih bersaing di empat kompetisi. Mereka harus kembali membalikkan keadaan saat menghadapi Arsenal di leg kedua semifinal Piala Liga, setelah kalah 2-3 pada leg pertama di Stamford Bridge.
Jangan sampai ketinggalan infonya
Arsenal Kembali Menang, Arteta Kirim Pesan Tegas ke Para Pesaing
Michael Carrick Ingin Pulangkan Marcus Rashford ke Man United, tapi Jalan Terjal Menanti
Kapan Bursa Transfer Januari 2026 Ditutup? Simak Jadwal Lengkapnya
Rapor Pemain Liverpool vs Newcastle: Hugo Ekitike Bintangnya, Florian Wirtz On Fire, Ibrahima Konate Luar Biasa Meski Berduka
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Matheus Cunha Tegaskan Manchester United Masih Percaya 100% kepada Michael Carrick!
Liga Inggris 21 September 2026, 13:00
-
Isu Pemecatan Kian Kencang Berhembus, Michael Carrick: Bodo Amat!
Liga Inggris 21 September 2026, 12:45
-
Marcus Rashford Dikritik, Michael Carrick Pasang Badan (Lagi)
Liga Inggris 21 September 2026, 12:15
-
Manchester City Menangkan Drama 8 Gol Lawan Sunderland, Perasaan Enzo Maresca Campur Aduk
Liga Inggris 21 September 2026, 10:00
LATEST UPDATE
-
Benjamin Sesko Cedera, Berapa Laga Man United yang Bisa Dilewatkan?
Liga Inggris 21 September 2026, 19:26
-
Jorge Martin Batal Operasi Usai MotoGP Austria, Ada Risiko Besar yang Ingin Dihindari
Voli 21 September 2026, 19:24
-
Luis de la Fuente Perpanjang Kontrak usai Antar Spanyol Sukses di Piala Dunia
Piala Eropa 21 September 2026, 18:56
-
Manchester United Imbang Lawan Fulham, Michael Carrick Samai Rekor Buruk 12 Tahun Lalu
Liga Inggris 21 September 2026, 18:51
-
Marc Marquez Sempat Ingin Mundur dari MotoGP Austria: Rem Depan Bermasalah, Beruntung Bisa Finis
Otomotif 21 September 2026, 18:23
-
Fulham Gagal Menang atas MU, Arbeloa: Wasit Tak Bakal Biarkan Mereka Kalah
Liga Inggris 21 September 2026, 18:16
-
Mengapa Man United Tak Dapat Penalti atas Handball Calvin Bassey?
Liga Inggris 21 September 2026, 17:41
-
Catatan Wasit Ortiz Arias Tentang 2 Kartu Merah di Derbi Madrid: Keributan Pecah di Lorong
Liga Spanyol 21 September 2026, 17:13
-
Cole Palmer Bakal Mundur dari Timnas Inggris, Thomas Tuchel Harus Cari Pengganti
Piala Eropa 21 September 2026, 17:06
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33

