Strategi Transfer Liverpool Berubah Drastis: Musim Ini Benar-Benar Boros!
Richard Andreas | 22 Juli 2025 12:00
Bola.net - Liverpool membuktikan bahwa status juara Premier League tidak membuat mereka berpuas diri di bursa transfer. The Reds justru menunjukkan agresivitas luar biasa dalam memperkuat skuad musim panas 2025.
Kebijakan transfer mereka mengalami perubahan drastis dibandingkan era Jurgen Klopp yang terkenal hemat. Kini dana mengalir deras meski performa klub sudah sangat memuaskan musim sebelumnya.
Gelar juara tampaknya tidak membuat manajemen Liverpool dan Arne Slot terlena dengan pencapaian. Mereka justru semakin aktif di pasar transfer dengan investasi mencapai lebih dari 300 juta euro.
Perubahan strategi ini menimbulkan rasa penasaran besar di kalangan pengamat sepakbola. Apa yang mendorong keputusan belanja masif dan bagaimana dampaknya bagi rencana jangka panjang klub?
Skala Belanja Liverpool dan Pembelian Besar
The Reds telah menghabiskan sekitar 211 juta euro untuk tiga rekrutan utama dalam periode ini. Jeremie Frimpong (40 juta euro), Milos Kerkez (46,9 juta euro), dan Florian Wirtz (125 juta euro) menjadi investasi awal.
Aktivitas transfer belum berakhir dengan kesepakatan Hugo Ekitike dari Eintracht Frankfurt senilai 95 juta euro. Negosiasi final sedang berlangsung untuk merampungkan transfer striker muda berbakat ini.
Total pengeluaran Liverpool musim panas ini mencapai sekitar 300,7 juta euro atau setara 5,7 triliun rupiah. Angka fantastis ini menempatkan musim 2025 sebagai periode termahal dalam sejarah klub.
Belanja masif ini juga menjadikan Liverpool salah satu klub paling aktif di bursa transfer Premier League. Investasi ini menunjukkan ambisi besar untuk mempertahankan dominasi yang baru diraih.
Kontras Tajam dengan Era Hemat Klopp

Periode kepemimpinan Jurgen Klopp dikenal dengan pendekatan transfer yang sangat berhati-hati dan pengeluaran terkontrol. Liverpool sering menghindari persaingan langsung dengan klub-klub bermodal besar seperti Manchester City atau PSG.
Era Arne Slot menandai transformasi filosofi transfer dengan belanja ofensif besar-besaran. Perubahan strategi ini terjadi meski status juara masih sangat segar dan belum teruji dalam kompetisi.
Investasi masif ini menjadi bukti nyata pergeseran paradigma manajemen klub. Liverpool kini melihat momentum pasca gelar sebagai kesempatan emas memperkuat fondasi skuad untuk masa depan.
Klub tampaknya bertekad menjaga kejayaan dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan mempertahankan gelar. Strategi ini menunjukkan pembelajaran dari pengalaman masa lalu ketika momentum tidak dimaksimalkan dengan baik.
Risiko dan Potensi Masalah
Belanja besar-besaran ini tentunya menyimpan risiko finansial yang tidak bisa diabaikan. Ekspektasi yang meningkat drastis seiring dengan biaya transfer dan beban gaji tinggi menuntut hasil instan di lapangan hijau.
Tekanan untuk segera memberikan return on investment akan semakin besar pada setiap pemain baru. Kegagalan adaptasi atau cedera dapat berdampak signifikan terhadap keseimbangan keuangan klub.
Namun, ambisi jangka panjang Liverpool terlihat sangat jelas dalam setiap keputusan transfer. Tujuan utama adalah membangun skuad yang kompetitif untuk kompetisi domestik dan Eropa sekaligus.
Pengeluaran 300 juta euro dalam satu jendela transfer memang tergolong sangat besar dan berisiko. Yang menggembirakan, kualitas pemain-pemain yang direkrut Liverpool sejauh ini menunjukkan seleksi yang tepat dan terencana dengan matang.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Perjalanan Karier Hugo Ekitike: Berawal di Reims, Kini Siap Berlabuh di Anfield
- Kenapa Hugo Ekitike Dipilih Liverpool dan Apa yang Bisa Mereka Harapkan Darinya?
- Skema Transfer Aneh! Liverpool Siap 'Patungan' Gaji Demi Lepas Federico Chiesa ke Atalanta
- Liverpool Rela Patungan Gaji demi Lepas Federico Chiesa ke Atalanta
- Liverpool Dapatkan Thierry Henry Versi Upgrade untuk Sepak Bola Modern
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Manchester United Siapkan Tur Pramusim ke Skandinavia, Pertama dalam Hampir 30 Tahun
Liga Inggris 27 Januari 2026, 20:05
-
Kritik Wasit Pep Guardiola Dinilai Tak Logis, Ini Rangkaian Faktanya
Liga Inggris 27 Januari 2026, 19:14
-
Masa Depan Bruno Fernandes di Old Trafford Dipertanyakan, Begini Dilema Man United
Liga Inggris 27 Januari 2026, 18:46
-
Dari Penentu ke Korban: Gol Menit Akhir Jadi Musuh Baru Liverpool
Liga Inggris 27 Januari 2026, 18:15
LATEST UPDATE
-
Casemiro Bidik Piala Dunia 2026, Performa di Man United Jadi Kunci
Liga Inggris 27 Januari 2026, 22:50
-
Barcelona Dicampakkan Dro Fernandez, Presiden Klub Bahkan Dibuat Terkejut
Liga Spanyol 27 Januari 2026, 22:17
-
John Herdman Blak-blakan Alasannya Mengunjungi Latihan Persija, Pantau Pemain Muda
Tim Nasional 27 Januari 2026, 22:11
-
Prediksi Athletic Bilbao vs Sporting Lisbon, 29 Januari 2026
Liga Champions 27 Januari 2026, 21:52
-
Arsenal Krisis Gol: Penyerang Tumpul dan Tak Mampu Cetak Gol dari Open Play
Liga Inggris 27 Januari 2026, 21:32
-
Klasemen Grup A AFC Futsal Asian Cup 2026: Timnas Indonesia Peringkat Berapa?
Tim Nasional 27 Januari 2026, 21:00
-
Endrick: Kebangkitan Sang Penyerang, Dua Laga, Tiga Gol, Satu Assist di Lyon
Liga Eropa Lain 27 Januari 2026, 20:56
-
Manchester United Siapkan Tur Pramusim ke Skandinavia, Pertama dalam Hampir 30 Tahun
Liga Inggris 27 Januari 2026, 20:05
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam Borussia Dortmund dan Inter Milan
Editorial 27 Januari 2026, 16:30
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United
Editorial 27 Januari 2026, 10:41
-
5 Bintang Manchester United yang Bisa Bersinar di Bawah Michael Carrick
Editorial 23 Januari 2026, 06:04
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05






