Studi: Ternyata Premier League 'Dirusak' oleh Enam Tim Besar Inggris
Afdholud Dzikry | 27 Juni 2019 14:00
Bola.net - Peningkatan dominasi keuangan dari enam klub Premier League yang akrab disebut Big Six telah berkontribusi besar pada runtuhnya persaingan Premier League. Demikian diklaim sebuah studi terbaru.
Data dari analis keuangan Vysyble menunjukkan bahwa enam tim terbesar dan paling bernilai di Premier League, yakni Liverpool, Manchester United, Manchester City, Arsenal, Chelsea dan Tottenham sudah terlalu mendominasi dalam hal pendapatan. Dalam laporan itu disebutkan bahwa dominasi itu hampir 3/5 dari pendapatan Premier League.
Enam klub itu berbagi pendapatan sekitar 2,77 miliar poundsterling, dan hanya menyisakan 2,05 miliar poundsterling yang dibagi kepada 14 tim Premier League lainnya.
Jumlah 2,77 miliar poundsterling itu sendiri meningkat dari yang tercatat musim sebelumnya. Dalam laporan itu dikatakan bahwa peningkatannya adalah sebesar 247 juta poundsterling, sementara 14 tim lain justru mengalami penurunan sekitar 10 juta poundsterling dalam pendapatan keseluruhan mereka.
Dilanjutkan dalam laporan tersebut. Peningkatan pendapatan Big Six sebagian disebabkan karena adanya peningkatan dari jumlah hadiah yang mereka dapat di kompetisi Eropa dan pendapatan dari hak siar pertandingan.
Lantas bagaimana Big Six Premier League justru 'merusak' Premier League itu sendiri? Simak laporan dari Vysyble selengkapnya di bawah ini.
Perbedaan Hak Siar
Dikatakan oleh Roger Bell, salah satu penulis laporan yang juga sekaligus salah satu direktur Vysyble bahwa penelitian yang mereka lakukan itu sudah dimulai sejak musim lalu. Utamanya mereka menyoroti aktivitas dari enam tim besar yang tersebut di atas dan itu termasuk hak siar yang mereka dapatkan.
Dalam penelitian itu diketahui bahwa Big Six memang memiliki jumlah hak siar yang besar dan berbeda daripada tim yang lain. Hal itu juga seiring semakin besarnya nilai hak siar Premier League di mata internasional.
"Namun kelemahannya adalah bahwa 14 klub tersisa, terlepas dari konstituennya, akan jauh di belakang Big Six dalam hal pendapatan, profitabilitas, dan performa di lapangan," ungkapnya.
"Dengan adanya 10 tahun data yang tersedia, kami bisa melihat hubungan yang jelas antara peningkatan kinerja laba ekonomi oleh Big Six dan peningkatan hak siar mereka dari total poin Premier League. Enam klub itu telah menghancurkan Premier League dengan uang," kata Bell.
Rekor Kesenjangan Pendapatan
Dalam laporan itu juga ditampilkan bagaimana perbedaan yang signifikan antara Big Six dengan 14 klub lain. Klaim mereka adalah kesenjangan pendapataan antara klub nomor 6 dari Big Six, yakni Tottenham dengan tim nomor 7, yakni Everton adalah sebesar 191 juta poundsterling yang menurut mereka adalah sebuah rekor.
"Di musim 2009, jarak antara klub berpenghasilan tertinggi di nomor 6 dan 7 hanya 1,88 juta poundsterling," tulis laporan itu.
Selain kesenjangan pendapatan itu, Big Six juga 'merusak' Premier League dengan poin yang mereka dapatkan di setiap pertandingan dalam satu musim kompetisi.
"Sejak Leicester City memenangkan gelar, klub Big Six secara kolektif telah meningkatkan perolehan poin mereka di akhir musim sebanyak 91 poin dari 393 poin pada 2015-16 menjadi total 474 poin pada akhir musim 2018-19".
Bell menyimpulkan, "Big Six nyaman berada di kursi pengemudi karena keuntungan yang lebih tinggi sejalan dengan total poin yang lebih besar. Kesenjangan poin antara pemenang gelar dengan klub terbawah untuk musim 2018-2019 adalah 82 poin dan itu menjadi rekor, dengan dua dari tiga catatan tak terkalahkan beruntun terpanjang sejak awal musim berlangsung di dua musim terakhir."
Sementara dari statistik performa di lapangan, Big Six juga begitu dominan. "Dengan statistik penguasaan bola di lapangan dari beberapa Big Six juga menunjukkan angka mencapai 70 persen lebih. Apakah ini adalah pertandingan yang benar-benar fans inginkan?" tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gercep, MU Lagi Nego Tipis-tipis dengan Pelatih asal Italia Ini
Liga Inggris 20 Januari 2026, 15:52
-
Arsenal Tikung Manchester United untuk Bek Tangguh Inter Milan Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 15:41
-
AS Roma Pastikan Batal Rekrut Joshua Zirkzee dari MU
Liga Italia 20 Januari 2026, 15:30
-
Pemain Timnas Portugal Ini Jadi Pembelian Pertama Michael Carrick di MU?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 15:17
LATEST UPDATE
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Monaco: Live SCTV, Mengenang Drama 2004 di Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:08
-
Tempat Menonton Bodo/Glimt vs Man City: Live SCTV dan Streaming di Vidio
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:00
-
Tempat Menonton Inter vs Arsenal: Jam Berapa Siaran Langsung UCL Laga Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:45
-
Kebangkitan Kobbie Mainoo Jadi Momen Emas bagi Ineos di Manchester United, Kok Bisa?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:11
-
Prediksi Slavia Praha vs Barcelona 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 17:00
-
Marc-Andre ter Stegen Absen dari Barcelona, Segera Jalani Tes Medis di Girona
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 16:45
-
Daftar Pemain Barcelona untuk Laga Liga Champions Kontra Slavia Praha
Liga Champions 20 Januari 2026, 16:26
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06








