Tanpa Pelatih dan Tanpa Harapan? Chelsea Terpuruk di Akhir Musim

Richard Andreas | 6 Mei 2026 17:47
Tanpa Pelatih dan Tanpa Harapan? Chelsea Terpuruk di Akhir Musim
Kiper Chelsea Robert Sanchez (kiri) bereaksi setelah Taiwo Awoniyi mencetak gol ketiga Nottingham Forest dalam laga Premier League, Senin (4/5/2026). (c) John Walton/PA via AP

Bola.net - Chelsea semakin terjerumus dalam krisis menjelang akhir musim. Kekalahan 1-3 dari Nottingham Forest di Stamford Bridge pada Senin mempertegas betapa buruknya performa tim London tersebut.

Hasil itu membuat Chelsea kini terdampar di peringkat kesembilan klasemen Premier League. Dengan hanya tiga laga tersisa, peluang finis di zona Liga Champions nyaris tertutup.

Advertisement

Situasi semakin rumit karena tim kini tanpa pelatih tetap. Di tengah tekanan besar dari fans dan hasil yang terus memburuk, musim Chelsea tampak berakhir dalam kekacauan.

1 dari 4 halaman

Rentetan Hasil Buruk dan Rekor Memalukan

Rentetan Hasil Buruk dan Rekor Memalukan

Taiwo Awoniyi (kanan) mencetak gol pertama Nottingham Forest saat menghadapi Chelsea dalam laga Premier League, Senin (4/5/2026) (c) John Walton/PA via AP

Kekalahan dari Nottingham Forest bukan sekadar hasil buruk biasa. Itu adalah kekalahan keenam beruntun Chelsea di liga, rekor terburuk mereka sejak November 1993.

Lebih dari itu, ini juga menjadi kali keempat sepanjang sejarah klub mereka kalah enam kali beruntun di kompetisi domestik. Statistik lain yang tak kalah mencolok adalah empat kekalahan kandang beruntun, sesuatu yang terakhir kali terjadi pada 1978.

Gol salto Joao Pedro di masa injury time memang menghindarkan Chelsea dari catatan lebih memalukan. Namun, gol tersebut tidak mengubah kenyataan bahwa tim ini tampil jauh di bawah standar.

Atmosfer di Stamford Bridge juga mencerminkan kekecewaan. Banyak suporter meninggalkan stadion sebelum laga usai, sementara yang bertahan melontarkan cemoohan keras kepada tim.

2 dari 4 halaman

Liga Champions Kian Menjauh

Liga Champions Kian Menjauh

Pemain Chelsea, Jesse Derry (kiri), melakukan percobaan tembakan ke gawang Nottingham Forest dalam pertandingan Premier League, Senin (4/5/2026) malam WIB. (c) John Walton/PA via AP

Target utama Chelsea musim ini adalah lolos ke Liga Champions. Namun kini, target itu berubah menjadi hampir mustahil.

Chelsea tertinggal 10 poin dari posisi kelima yang ditempati Aston Villa. Dengan hanya tiga pertandingan tersisa, jarak tersebut praktis tidak terkejar.

Memang ada kemungkinan posisi keenam cukup jika Villa menjuarai Liga Europa. Namun, bahkan untuk mengejar posisi keenam pun Chelsea masih tertinggal empat poin, sesuatu yang terasa sulit dengan performa saat ini.

Analis Jamie Carragher mengkritik keras kondisi klub. Ia menyebut masalah datang dari atas dan menggambarkan Chelsea sebagai klub yang “rusak” karena tidak ada koneksi antara pemain, staf, dan suporter.

Mark Schwarzer juga menyoroti kurangnya determinasi tim. Ia menilai para pemain tidak menunjukkan semangat, bahkan ketika final Piala FA sudah di depan mata.

3 dari 4 halaman

Dampak Finansial yang Mengintai

Dampak Finansial yang Mengintai

Enzo Fernandez merayakan golnya bersama Pedro Neto pada laga Chelsea vs Leeds di semifinal Piala FA, Minggu (26/4) di Wembley. (c) Dok. Chelsea

Gagal lolos ke Liga Champions bukan hanya soal prestasi, tetapi juga berdampak besar secara finansial.

Dalam laporan keuangan terbaru musim 2024/2025, Chelsea mencatat kerugian sebelum pajak sebesar 262 juta pounds meski meraih pendapatan 490,9 juta pounds. Tanpa Liga Champions, pemasukan klub bisa turun drastis.

Sebagai gambaran, Chelsea meraih sekitar 78,9 juta pounds hanya dari mencapai babak 16 besar Liga Champions musim ini. Angka itu jauh di atas hadiah sekitar 15 juta pounds dari Conference League.

Jika ditambah pendapatan tiket, hospitality, dan sponsor, total pemasukan Liga Champions bisa menembus lebih dari 100 juta pounds. Kehilangan angka sebesar itu tentu menjadi pukulan serius.

Selain itu, Chelsea juga berada di bawah pengawasan ketat UEFA. Mereka tidak boleh mencatat kerugian lebih dari 52,2 juta pounds, atau berisiko terkena denda hingga 17,4 juta pounds bahkan larangan tampil di kompetisi Eropa.

4 dari 4 halaman

Proyek Besar yang Dipertanyakan

Di bawah kepemilikan Todd Boehly dan Clearlake Capital, Chelsea telah menggelontorkan lebih dari 1,5 miliar pounds untuk membangun skuad baru.

Namun, investasi besar tersebut belum menghasilkan konsistensi di Premier League. Justru, performa tim terlihat semakin tidak stabil.

Fans mulai kehilangan kesabaran. Nyanyian protes terhadap manajemen semakin sering terdengar, sementara kelompok suporter bahkan merencanakan aksi demonstrasi saat final Piala FA dan laga kandang terakhir musim ini.

Meski klub mengklaim memiliki rencana jangka panjang yang terstruktur, kenyataan di lapangan menunjukkan banyak hal belum berjalan sesuai harapan.

Chelsea kini berada di titik krusial. Tanpa tiket Liga Champions, daya tarik klub untuk mendatangkan pelatih top dan pemain elite bisa menurun.

LATEST UPDATE