Terbuai dan Terjebak Zona Nyaman, Penyebab Runtuhnya Liverpool Musim Ini

Editor Bolanet | 12 Januari 2026 16:16
Terbuai dan Terjebak Zona Nyaman, Penyebab Runtuhnya Liverpool Musim Ini
Manajer Liverpool, Arne Slot usai laga melawan Arsenal, 8 Januari 2026 lalu. (c) AP Photo/Ian Walton

Bola.net - Jarak 14 poin menjadi jurang pemisah yang nyata. Liverpool kini tertinggal jauh dari Arsenal dalam perburuan gelar Premier League.

Hasil imbang 0-0 di Emirates baru-baru ini tak banyak membantu. Harapan The Reds untuk mengejar skuad Mikel Arteta semakin menipis.

Advertisement

Padahal, musim lalu mereka begitu dominan di bawah asuhan Arne Slot. Kini, situasi berbalik 180 derajat bagi sang juara bertahan.

Legenda Arsenal, Sol Campbell, punya analisis tajam soal ini. Ia menyoroti kombinasi rasa puas diri dan tragedi di luar lapangan sebagai biang keladi.

1 dari 3 halaman

Terjebak Zona Nyaman

Musim perdana Slot berjalan terlalu mulus. Segalanya seolah jatuh ke tempatnya tanpa hambatan berarti bagi para pemain.

Namun, kemudahan itu justru menjadi bumerang musim ini. Campbell melihat adanya penurunan kewaspadaan yang fatal di skuad.

"Musim pertama menang itu luar biasa bagi dia (Arne Slot), semua pemain siap untuk itu," buka Campbell yang pernah meraih dua gelar liga bersama The Gunners.

Ia menilai para pemain mungkin merasa kemenangan akan datang dengan sendirinya. Pola pikir "otomatis menang" ini perlahan merusak momentum tim.

"Apa yang terjadi adalah semua orang, entah kenapa, menjadi lengah. Seolah-olah itu akan terjadi lagi begitu saja: 'Kami akan melibas lawan, kami akan terus melakukanya'," analisis Campbell.

Namun realitas kehidupan berkata lain. Masalah datang bertubi-tubi tanpa disadari, membalikkan dunia Liverpool dalam sekejap.

2 dari 3 halaman

Duka dan Bisingnya Media

Masalah Liverpool tak hanya soal teknis di lapangan. Ada guncangan emosional hebat yang melanda ruang ganti tim.

Kepergian Diogo Jota menjadi pukulan telak. Campbell mengakui bahwa duka mendalam ini mempengaruhi psikologis pemain dengan cara berbeda-beda.

"Jelas mereka mengalami kejadian menyedihkan dengan berpulangnya pemain top (Diogo Jota), dan itu bisa memengaruhi orang dengan cara berbeda juga," tutur Campbell dengan nada empatik.

Selain duka, isu-isu di luar lapangan turut memperkeruh suasana. Berbagai rumor dan pemberitaan media menambah beban mental skuad yang sedang rapuh.

"Tapi momentum telah beralih dari mereka. Untuk mendapatkan kembali momentum itu sulit, Anda harus bertahan, Anda harus mencari cara," tambahnya.

Kompetisi musim ini jauh lebih keras. Ada empat hingga lima tim lain yang siap menerkam jika Liverpool lengah sedikit saja.

3 dari 3 halaman

Sinyal Kebangkitan Mulai Terlihat?

Meski tertinggal jauh, Liverpool mulai menunjukkan denyut nadi kehidupan. Mereka tercatat tak terkalahkan dalam sembilan laga terakhir di liga.

Performa babak kedua melawan Arsenal memberi sedikit harapan. Isu pemecatan Slot yang sempat menyeruak pasca kekalahan beruntun perlahan mulai mereda.

Namun, Campbell mengingatkan bahwa sepak bola bisa berubah sangat cepat. Hasil akhir tetap menjadi tolak ukur utama bagi nasib pelatih.

"Sepak bola bisa berbalik dengan mudah jika Anda tidak hati-hati. Orang bisa mendukung Anda, lalu dua atau tiga pertandingan kemudian, mereka melawan Anda," ingat Campbell secara eksklusif kepada Sky Bet.

Sol Campbell menutup dengan saran pragmatis. Kemenangan sangat dibutuhkan untuk memulihkan kepercayaan diri.

"Begitu performa mulai berbalik ke wilayah yang lebih positif, dia akan jauh lebih bahagia. Dan para pemain juga akan jauh lebih bahagia dengan diri mereka sendiri," pungkasnya.

LATEST UPDATE