Ternyata, Ini Alasan MU Enggan Memberikan Ban Kapten ke Cristiano Ronaldo
Yaumil Azis | 16 April 2020 05:32
Bola.net - Cristiano Ronaldo, bahkan juga Wayne Rooney, berperan besar dalam kesuksesan Manchester United. Tapi mengapa keduanya tidak pernah diberikan ban kapten oleh sang pelatih, Sir Alex Ferguson?
Ban kapten tersebut lama dikenakan oleh sosok legenda lainnya, yakni Gary Neville. Pria yang seluruh karir sepakbolanya dihabiskan di Manchester United tersebut mengemban tugas kapten selama lima tahun.
Manchester United, kala itu, dihuni oleh beberapa pemain berkualitas. Selain Ronaldo dan Rooney, ada juga sosok hebat seperti Rio Ferdinand, Nemanja Vidic, serta Edwin van der Sar.
Kendati demikian, ban kapten tersebut tak pernah lepas dari lengan Neville. Namun Neville sendiri pernah merasa bahwa dirinya tidak pantas untuk mengemban tugas tersebut.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Alasan Ronaldo Tidak Dijadikan Kapten
Pada suatu waktu, Neville sempat dilanda cedera panjang. Karena tidak bisa berada di lapangan, ia pun merasa bahwa dirinya tidak melakukan tugasnya sebagai kapten tim.
Perasaan inferior itu kemudian ia curahkan kepada Sir Alex. Neville percaya bahwa ada pemain lain yang bisa melakukan tugas sebagai kapten lebih baik dari dirinya. Namun Sir Alex menolak permintaan Neville.
"Saya menghampiri Sir Alex di tempat latihan dan berkata, "Saya tidak merasa pantas untuk menjadi kapten lagi. Saya tidak berada di level yang bisa bersaing di tim ini," tutur Neville kepada Sky Sports.
"Dia bilang, 'anda harus tetap mengenakan ban kapten itu, anakku'. Alasan dia memberinya ke saya: 'Anda dan Giggs akan saling bergantian. Jika saya memberinya ke Ronaldo, Rooney akan marah. Jika saya memberinya ke Rooney, Ronaldo bisa kesal. Bila diberikan ke Vidic, Ferdinand takkan senang," lanjutnya.
Seperti Seorang Polisi
Neville tidak bisa menolak. Pada akhirnya, ban kapten itu bergantian dikenakan olehnya dan juga Giggs, yang juga merupakan pemain senior di Manchester United kala itu. Neville merasa bahwa dirinya seperti seorang polisi tim.
"Saya dan Giggs memakainya selama tiga atau empat tahun murni karena persahabatan di ruang ganti. Kami ibarat polisi, negarawan tua," tambahnya.
"Sir Alex ingin memastikan bahwa tim yang diutamakan. Meskipun saya merasa sudah tidak pantas untuk menjadi kapten pada tahap itu," pungkasnya.
(Metro)
Baca juga:
- Mengingat Tendangan Kungfu Cantona, Bagaimana Reaksi Manchester United Kala Itu?
- Uang Bukan Alasan Pogba Tinggalkan Manchester United, Lantas Apa?
- Marcos Rojo Punya Satu Permintaan pada Manchester United, Apa Itu?
- Deretan Pemain yang Bertengkar Hebat dengan Sir Alex Ferguson, Ada yang Kena Timpuk Sepatu
- Kembalinya Paul Pogba akan Buat MU Semakin Perkasa, Sepakat?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Juventus Pasang Harga Teun Koopmeiners Usai Dilirik Manchester United
Liga Italia 22 April 2026, 17:48
-
Para Penyerang Chelsea Tumpul, Harapan ke Liga Champions Kian Semu
Liga Inggris 22 April 2026, 17:36
LATEST UPDATE
-
106 Hari yang Berujung Pemecatan: Kisah Singkat Liam Rosenior di Chelsea
Liga Inggris 23 April 2026, 00:24
-
Calum McFarlane Kembali Jadi Pelatih Sementara Chelsea
Liga Inggris 23 April 2026, 00:17
-
Juventus Cari Alternatif: Alisson Sulit, De Gea Jadi Opsi
Liga Italia 22 April 2026, 23:23
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Persik 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:30
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37















