Thomas Tuchel Bantah Minta Inggris Main Bertahan Lawan Argentina: Mereka Terlalu Pasif!
Serafin Unus Pasi | 18 Juli 2026 09:00
Bola.net - Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, memberikan penjelasan mengenai perubahan pendekatan permainan timnya saat kalah 1-2 dari Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026. Ia menyebut bahwa ia tidak menginstruksikan timnya untuk bermain bertahan saat unggul 1-0.
Di babak semifinal yang digelar pada tengah pekan kemarin, Timnas Inggris berhadapan dengan Timnas Argentina. Di pertandingan ini, Inggris tampil dengan apik di 60 menit pertama laga dan berhasil unggul terlebih dahulu berkat gol Anthony Gordon.
Namun setelah unggul, Timnas Inggris justru bermain bertahan. Alhasil Argentina memanfaatkan situasi itu dengan membombardir pertahanan The Three Lions. Alhasil La Albiceleste mampu mencetak dua gol dan lolos ke final.
Perubahan taktik Tuchel itu dikritik banyak pihak, namun sang pelatih beralasan bahwa ia tidak meminta timnya untuk bermain bertahan. "Saat itu, perasaan saya adalah tidak ada struktur apa pun di dunia ini yang bisa membantu kami karena kami terlalu pasif dan tidak cukup agresif secara fisik," ujar Tuchel yang dikutip BBC Sports.
Kehilangan Duel dan Terus Tertekan

Tuchel menilai masalah utama Inggris adalah ketidakmampuan para pemain untuk memenangkan duel. Situasi tersebut membuat The Three Lions semakin tertekan dan mundur lebih dalam ke area pertahanan sendiri.
"Kami tidak lagi mampu memenangkan duel. Itulah mengapa kami semakin dalam bertahan. Itu tidak pernah menjadi rencana kami, tetapi situasi tersebut terjadi."
"Kami tidak bisa menghentikan para pemain yang berlari dari lini kedua, terutama para gelandang, melalui celah yang kami miliki. Mereka juga memberikan umpan-umpan dengan kualitas yang sangat tinggi."
Bukan DNA Inggris

Tuchel menilai Inggris seharusnya bisa kembali menguasai bola untuk memutus tekanan Argentina dan mengembalikan momentum pertandingan. Namun, hal tersebut tidak berjalan sesuai harapan.
"Anda harus kembali menguasai bola. Jika tidak, Anda tidak akan bisa mematahkan tekanan lawan dan mendapatkan kembali momentum."
Pelatih asal Jerman itu juga menilai kemampuan mengontrol pertandingan melalui penguasaan bola bukanlah karakter utama Inggris seperti yang dimiliki sejumlah negara lain.
"Saya pikir penguasaan bola memainkan peran yang sangat penting. Mungkin itu memang belum menjadi DNA kami seperti DNA sepak bola Spanyol atau Argentina dan Brasil, yang terbiasa mengambil bola dan mengontrol pertandingan melalui penguasaan bola," pungkas Tuchel.
Laga Berikutnya

Tuchel sendiri saat ini mempersiapkan Timnas Inggris untuk pertandingan terakhir mereka di Piala Dunia 2026.
The Three Lions akan berhadapan dengan Timnas Prancis di perebutan juara 3 Piala Dunia 2026 pada hari Minggu (19/7) dini hari nanti.
Sumber: BBC Sports
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Manchester United Hidupkan Minat Pada Jean-Philippe Mateta
Liga Inggris 18 Juli 2026, 07:00
-
Prediksi Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina, 20 Juli 2026
Piala Dunia 18 Juli 2026, 07:00
LATEST UPDATE
-
Joan Laporta: Lionel Messi adalah Masa Lalu, Lamine Yamal Masa Depan
Piala Dunia 18 Juli 2026, 10:00
-
Manchester United Hidupkan Minat Pada Jean-Philippe Mateta
Liga Inggris 18 Juli 2026, 07:00
-
Prediksi Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina, 20 Juli 2026
Piala Dunia 18 Juli 2026, 07:00
-
Tanpa Sesko, Manchester United Bawa 25 Pemain untuk Hadapi Wrexham
Liga Inggris 18 Juli 2026, 05:46
-
Youri Tielemans Bertekad Panen Trofi Juara di Manchester United
Liga Inggris 17 Juli 2026, 22:00
-
Bukan Sekedar Rumor, MU Mulai Bergerak untuk Amankan Jasa Manu Kone
Liga Inggris 17 Juli 2026, 21:00
-
Thomas Tuchel: Gak Ada yang Mau Main di Perebutan Juara 3 Piala Dunia!
Piala Dunia 17 Juli 2026, 20:00
-
Atas Perintah Amorim, AC Milan Coba Bajak Bek MU Ini
Liga Italia 17 Juli 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55







