Thomas Tuchel Bantah Minta Inggris Main Bertahan Lawan Argentina: Mereka Terlalu Pasif!

Serafin Unus Pasi | 18 Juli 2026 09:00
Thomas Tuchel Bantah Minta Inggris Main Bertahan Lawan Argentina: Mereka Terlalu Pasif!
Pelatih Inggris Thomas Tuchel (kiri) berbicara dengan pemain Inggris Jude Bellingham dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris vs Argentina di Atlanta, Rabu, 15 Juli 2026 (c) AP Photo/Rebecca Blackwell

Bola.net - Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, memberikan penjelasan mengenai perubahan pendekatan permainan timnya saat kalah 1-2 dari Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026. Ia menyebut bahwa ia tidak menginstruksikan timnya untuk bermain bertahan saat unggul 1-0.

Di babak semifinal yang digelar pada tengah pekan kemarin, Timnas Inggris berhadapan dengan Timnas Argentina. Di pertandingan ini, Inggris tampil dengan apik di 60 menit pertama laga dan berhasil unggul terlebih dahulu berkat gol Anthony Gordon.

Advertisement

Namun setelah unggul, Timnas Inggris justru bermain bertahan. Alhasil Argentina memanfaatkan situasi itu dengan membombardir pertahanan The Three Lions. Alhasil La Albiceleste mampu mencetak dua gol dan lolos ke final.

Perubahan taktik Tuchel itu dikritik banyak pihak, namun sang pelatih beralasan bahwa ia tidak meminta timnya untuk bermain bertahan. "Saat itu, perasaan saya adalah tidak ada struktur apa pun di dunia ini yang bisa membantu kami karena kami terlalu pasif dan tidak cukup agresif secara fisik," ujar Tuchel yang dikutip BBC Sports.

1 dari 3 halaman

Kehilangan Duel dan Terus Tertekan

Kehilangan Duel dan Terus Tertekan

Pemain Argentina Enzo Fernandez (24) melakukan selebrasi setelah mencetak gol dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris vs Argentina di Atlanta, Rabu, 15 Juli 2026 (c) AP Photo/Jacob Kupferman

Tuchel menilai masalah utama Inggris adalah ketidakmampuan para pemain untuk memenangkan duel. Situasi tersebut membuat The Three Lions semakin tertekan dan mundur lebih dalam ke area pertahanan sendiri.

"Kami tidak lagi mampu memenangkan duel. Itulah mengapa kami semakin dalam bertahan. Itu tidak pernah menjadi rencana kami, tetapi situasi tersebut terjadi."

"Kami tidak bisa menghentikan para pemain yang berlari dari lini kedua, terutama para gelandang, melalui celah yang kami miliki. Mereka juga memberikan umpan-umpan dengan kualitas yang sangat tinggi."

2 dari 3 halaman

Bukan DNA Inggris

Bukan DNA Inggris

Pemain Argentina Lionel Messi (kanan) berebut bola dengan pemain Inggris Harry Kane (kiri) dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris vs Argentina di Atlanta, Rabu, 15 Juli 2026 (c) AP Photo/Jacob Kupferman

Tuchel menilai Inggris seharusnya bisa kembali menguasai bola untuk memutus tekanan Argentina dan mengembalikan momentum pertandingan. Namun, hal tersebut tidak berjalan sesuai harapan.

"Anda harus kembali menguasai bola. Jika tidak, Anda tidak akan bisa mematahkan tekanan lawan dan mendapatkan kembali momentum."

Pelatih asal Jerman itu juga menilai kemampuan mengontrol pertandingan melalui penguasaan bola bukanlah karakter utama Inggris seperti yang dimiliki sejumlah negara lain.

"Saya pikir penguasaan bola memainkan peran yang sangat penting. Mungkin itu memang belum menjadi DNA kami seperti DNA sepak bola Spanyol atau Argentina dan Brasil, yang terbiasa mengambil bola dan mengontrol pertandingan melalui penguasaan bola," pungkas Tuchel.

3 dari 3 halaman

Laga Berikutnya

Laga Berikutnya

Timnas Inggris merayakan gol Jude Bellingham ke gawang Meksiko di 16 Besar Piala Dunia 2026, Senin (6/7/2026) (c) AP Photo/Natacha Pisarenko

Tuchel sendiri saat ini mempersiapkan Timnas Inggris untuk pertandingan terakhir mereka di Piala Dunia 2026.

The Three Lions akan berhadapan dengan Timnas Prancis di perebutan juara 3 Piala Dunia 2026 pada hari Minggu (19/7) dini hari nanti.

Sumber: BBC Sports

LATEST UPDATE