Tiga Alasan Spurs Bisa Kalahkan Chelsea di Final Capital One Cup
Editor Bolanet | 27 Februari 2015 14:23
- Tottenham Hotspur memiliki kesempatan untuk meraih trofi pertama mereka musim ini saat menghadapi di final Capital One Cup yang digelar di Wembley akhir pekan ini.
Chelsea jelas merupakan favorit pada laga final kali ini. Di lihat dari sisi mana pun, saat ini tim asuhan Jose Mourinho tersebut unggul dari skuat arahan Mauricio Pochettino. Namun di sebuah laga final, apa pun bisa terjadi.
Berikut tiga alasan mengapa Tottenham Hotspur bisa mengalahkan Chelsea di final Capital One Cup. (tsr/dzi)
Chelsea jelas merupakan favorit pada laga final kali ini. Di lihat dari sisi mana pun, saat ini tim asuhan Jose Mourinho tersebut unggul dari skuat arahan Mauricio Pochettino. Namun di sebuah laga final, apa pun bisa terjadi.
Berikut tiga alasan mengapa Tottenham Hotspur bisa mengalahkan Chelsea di final Capital One Cup. (tsr/dzi)
1 dari 3 halaman
Chelsea Tengah Menurun

Jose Mourinho tampil di Sky Sports’ Goals on Sunday akhir pekan lalu dan melanjutkan 'serangannya' kepada wasit. Chelsea bermain imbang 1-1 melawan Burnley dengan wasit Martin Atkinson tak memberikan dua penalti yang diklaim Chelsea, ditambah memberikan kartu merah kepada Nemanja Matic dan tak memberikan hukuman kepada Ashley Barnes untuk tekel berbahaya.
Apakah itu membuat Chelsea beruntung atau tidak, itu tak mengubah fakta bahwa Mourinho kerap menyalahkan orang lain untuk nasib buruk timnya. The Blues tak bermain baik dalam pertandingan melawan Burnley, dan kali ini ia mencoba mengalihkan perhatian dengan menyalahkan wasit dan juga media.
Beberapa catatan itu tampaknya membuktikan bahwa Chelsea tengah goyah, terutama saat bermain di luar kandang. Mereka hanya memenangi tiga dari enam laga tandang terakhir mereka, termasuk kalah dari Newcastle dan Tottenham.
2 dari 3 halaman
Catatan Tottenham

Salah satu alasan mengapa Spurs bisa menang adalah fakta bahwa mereka telah mengalahkan Chelsea di pertemuan terakhir awal tahun ini. John Terry dan Gary Cahill jelas tahu bahwa mereka bisa membuat kesalahan dalam pertahanan saat mereka terus ditekan oleh striker.
Dan Harry Kane membuktikan kedua bek tengah itu sangat rentan melakukan blunder. Pada pertemuan terakhir kedua tim, Kane tampil sangat apik mempecundangi dua bek senior itu. Apalagi performanya kali ini juga semakin apik dengan mencetak 24 gol di semua kompetisi. Belum lagi performa Christian Eriksen yang juga telah mencetak 11 gol dan empat assist untuk rekan setimnya.
Sebagai perbandingan, Cesc Fabregas dan Diego Costa tengah menurun performanya sejak pergantian tahun. Fabregas tak lagi mencetak gol sejak 22 Desember tahun lalu, yakni saat mencetak gol melawan Stoke City, begitu juga dengan assist. Sebelum Natal, Cesc membuat assist per 118,1 menit, dan saat ini dia membuat satu assist tiap 181,3 menit. Begitu juga dengan Diego Costa yang juga mengalami penurunan sejak pergantian tahun.
Melihat catatan tersebut, ditambah fakta bahwa pertemuan terakhir Spurs begitu digdaya, bisa jadi laga final ini akan berjalan sama seperti awal tahun ini.
3 dari 3 halaman
Apapun Bisa Terjadi di Final

Chelsea jelas adalah favorit pada pertemuan ini dengan skuat yang mereka miliki saat ini, dan juga pelatih berpengalaman dalam sosok Jose Mourinho.
Namun hitung-hitungan di atas kertas itu tak selalu sesuai prediksi di final Capital One Cup. Tengok saja final 2011 yang mempertemukan Birmingham dan Arsenal. Birmingham yang saat itu tengah berjuang dari jeratan degradasi dan tak memiliki skuat dengan nama-nama besar, mampu mengalahkan Arsenal yang saat itu diperkuat pemain-pemain seperti Robin van Persie hingga Samir Nasri. Jadi, apapun bisa terjadi dalam 90 menit permainan di partai final. Dan ini bisa juga terjadi di laga antara Spurs melawan Chelsea akhir pekan ini.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dukungan buat Trent Alexander-Arnold untuk Kembali ke Liverpool
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:32
-
Dianggurin Chelsea, PSG Siap Tampung Estevao
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:20
-
Setelah Chelsea, Liverpool Bidik Arsenal Sebagai Korban Berikutnya!
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 20:58
-
Bruno Fernandes On Fire, Siap Bawa MU Menang di Kandang Chelsea
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 18:00
-
Sir Jim Ratcliffe Pantau Langsung Laga Chelsea vs MU, Tekanan untuk Michael Carrick?
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:34
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Le Havre vs PSG: Achraf Hakimi
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Le Havre vs PSG: Hakimi Cetak Hat-Trick, Luis Enrique Cetak Sejarah
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:20
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



